<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589</id><updated>2012-02-15T23:42:24.541-08:00</updated><category term='gallery'/><category term='motivasi'/><category term='Tips Menghafal Al-Qur&apos;an'/><category term='masjid'/><category term='artikel'/><category term='tsaqofah islamiyah'/><category term='palestina'/><category term='kisah'/><category term='pembangunan masjid'/><category term='event'/><category term='curhat'/><category term='isvo'/><category term='akhwat corner'/><category term='Selamat Tinggal Rohisku'/><category term='anak rohis'/><category term='Mr.Gami'/><category term='profile'/><title type='text'>ROHIS SMAN 37 Jakarta</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>161</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-919648477087838734</id><published>2012-02-08T08:13:00.000-08:00</published><updated>2012-02-08T08:17:10.807-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Valentine Day’s, Opo Iki…?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-jm_dpRzsWt0/TzKf6vcXkgI/AAAAAAAABIQ/0bYJ-G31r-I/s1600/432065_2653722633644_1573161195_32077143_1231686508_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 224px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-jm_dpRzsWt0/TzKf6vcXkgI/AAAAAAAABIQ/0bYJ-G31r-I/s320/432065_2653722633644_1573161195_32077143_1231686508_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5706799509348520450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Valentine Day’s, Opo Iki…?&lt;p&gt;Setiap tanggal 14 Februari, hamper  diseluruh dunia tukar-menukar coklat, gula-gula, bunga, dan hadiah atas  nama hari Valentine. Ga hanya itu lho, remaja di negeri kita juga saling  nyatakan cinta, bikin puisi yang romantis, dan lagu yang menyentuh hati  demi sang pujaan. By the way, tahukah kita siapa Mas Valentine ini? Ada  ga sih hubungannya ama pembalap Valentino Rosi? Atau jangan-jangan dia  saudaraan ama Tukul Arwana. Maka ada pepatah, “Tak Kenal Maka Tak  Sayang, Tak Kenal Maka Kenalan”. Hal ini membuat diri kita memiliki  pertanyaan besar, kenapa sih banyak remaja yang ngerayain hal ini?  Tentunya berbagai sejarah dan sebab musabab Valentine’s Day, bakal kita  kupas kulitnya. Yuk, saatnya kita telanjangi si Valentine, eit...sejarah  Valentine.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Valentine dan Pernak-perniknya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sobat,  Valentine jelas-jelas bukan nama orang Islam. Berdasar info yang kita  sidik, menurut Gereja Agama Katolik ada sedikitnya tiga sejarah yang  berbeda soal latar belakang si Valentine atau Valentinus ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Legenda  pertama nyebutin kalo Valentine adalah seorang pendeta yang melayani  Claudius II pada abad ketiga di Roma. Pada suatu saat, Kaisar Claudius  II menetapkan wamil buat pemuda yang ga punya istri, dan ga sah, bila  ada orang yang menikah pada saat wamil itu. Sst..ngerti ga apa itu  wamil, bukan hamil lho ya. Yup, wamil tuh wajib militer. Nah, si  Valentine nentang keputusan Kaisar dan tetap melaksanakan perkawinan  bagi sepasang muda-mudi saat itu secara rahasia. Saat perbuatan  Valentine diketahui Claudius, maka dia murka dan menetapkan hukuman mati  bagi pendeta Valentine.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Legenda lain menyatakan bahwa Valentine  mungkin telah dibunuh karena mencoba membantu beberapa penganut Kristen  yang melarikan diri dari Penjara Roma, karena penjara tersebut ga  manusiawi. Mereka sering dipukuli dan disiksa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Legenda  yang ketiga nyebutin kalo Valentine sendirilah yang pertama kali  mengirim kartu ucapan kasih sayang. Saat di penjara, ia jatuh cinta pada  putri seorang sipir penjara, yang sering mengunjungi Valentine selama  di penjara. Sebelum dia dihukum mati, dia menulis surat terakhir bagi  kekasihnya, dengan ungkapan yang sangat familiar hingga saat ini, yaitu  "from your Valentine". Nah, ungkapan Valentine tadi, hingga saat ini  sangat tersohor dan sangat dihormati di negara-negara eropa khususnya  Inggris dan Perancis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seiring berjalannya waktu,  Valentine’s Day hampir menjadi buah bibir muda-mudi seluruh dunia.  Apalagi ama blow up dari media masa yang njanjiin nuansa serba pink di  bulan Februari. Malah membuat suasana Valentine’s Day makin hot aja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Banyaknya  pendukung Valentine, mulai dari omongan siswa di sekolah. Obolan kecil  di bangku kuliah, iklan dan acara khusus menyambut Valentine’s Day,  hingga pedagang asongan yang jualan mawar merah dan coklat kecil  berbungkus plastik, udah menjadi icon maraknya dukungan menjelang  perayaan hari merah hati sedunia itu. Tapi ingat lho, belum tentu yang  banyak itu bener. Iya kan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sobat, terbukti kan kalo remaja  happy sekali kalo ada teman dan rekan yang senasib ama dia. Termasuk  soal perayaan Valentine’s Day ini. Bagi remaja yang ga ngerayain, mereka  bakal feel so bad. Seakan dijauhi ama teman-temannya. Di pikiran mereka  akan ada kata-kata “Tidaaaak, jangan jauhi aku!!” Mereka akan dianggap  kuper lah, ga gaul, ndeso, katrok, en segunung sebutan buat dirinya.  Puas! Puas!! Duh, tak tsobek-tsobek lho. Hehe. Padahal nih ya, ga ada  salahnya lho kalo ga nyerayain hari itu. Ga ada ruginya. Yang pasti  sebutan seperti itu kan cuma sementara aja. Ga bakal selamanya kok.  Meski dibilang ga modern dan ga ikut kemajuan zaman, so what! Justru  kita yang harus nyadarin teman-teman kita, khususnya yang muslim dan  muslimah. Ga sepantasnya lho kalo mereka ngikut perayaan yang sama  sekali ga ada perintahnya dalam Islam. Apalagi sumbernya dari  orang-orang nonmuslim. Klop banget tuh dosa. Udah kena dosa di masalah  iman dan keyakinan, ditambah lagi dengan aksi perayaan yang serba  hura-hura dan nyalahi aturan main pergaulan dengan lawan jenis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coba kita lihat sabda Rasululloh SAW. :&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” [HR. Tirmidzi.]&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah… Gimana tuh? Masa jadi termasuk kaum itu, berarti masuk ke dalam kaum non-Islam donk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Valentine? Off the Record!!&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sobat,  udah saatnya kita berpikir ulang soal tradisi Valentine’s Day, dan  kebiasaan kita yang asal ngikut tanpa ngerti gimana aturan dan  konsekuensinya. Masa Kasih sayang ditumpahin hanya dalam sehari aja?  Bukankah kasih sayang harusnya setiap hari? Masa mau aja sih kalo tanda  kasih sayangnya lewat sebatang COKLAT...? Gak Level dah yeh...!&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sayangnya  di dalam benak remaja yang udah keracunan bakteri gaul bebas, hampir  udah menutup mata dan telinga soal ajakan kepada kebaikan. Bahkan  terkadang dengan mengatasnamakan cinta, sayang dan kesetiaan, ga hanya  bergandengan, boncengan, berciuman yang bakal dilakoni. Sang gadis  bahkan rela ngorbanin ”mahkota” satu-satunya yang dia miliki demi sang  kekasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal Rasulullah SAW bersabda, &lt;em&gt;”Apabila  zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri  itu sama saja telah menghalalkan dirinya untuk menerima azab Allah.”&lt;/em&gt; (HR. At Thabrani, al Hakim dari Ibnu Abbas).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nah,  masih ingat kan tsunami yang menggulung Aceh dan Pangandaran, air bah  yang menenggelamkan Jember dan banjir yang ngebikin Jakarta lumpuh.  Mungkin ini peringatan dari Allah untuk kita lho.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;”Tidak  ada dosa yang lebih besar di sisi Allah setelah syirik, dari perbuatan  seorang laki-laki yang menumpahkan air maninya pada rahim yang tidak  halal baginya.”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (HR. Imam Abi Dunya).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk kamu yang cewek, ingat lho, &lt;strong&gt;pacarmu bukan suamimu&lt;/strong&gt;.  Dia belum halal bagimu. Jangan muda jatuh dalam rayuan gombal si  ganteng yang mencoba meraih satu sentimeterpun bagian dirimu. Apalagi  mau ngorbanin satu-satunya ”masa depanmu”. Mungkin disini dia mau  ngomong, &lt;em&gt;”Aku akan bertanggung jawab.”&lt;/em&gt; Itu sih di dunia non, lain lagi kalo di akhirat. Kita bakal mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri-sendiri. &lt;strong&gt;Jangan korbanin masa remajamu untuk hura-hura apalagi main-main semata. &lt;/strong&gt;Karena hidup ini bukannya permainan. Hidup di dunia hanya sekali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;LALU Apa Langkah Kita...?&lt;/strong&gt;Ada  beberapa hal yg dapat kita lakukan. Salah satunya adalah "Hari TUTUP  Aurat Se-Dunia". Ya, Kita menangkal kejahiliyaan ini dengan KEBAIKAN.  Siapa tahu Negeri ini tambah berkah karena banyak yang menutup auratnya.  Ayo dukung Gerakan Tutup Aurat Seduia...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/www.rohis-sman37.blogspot.com"&gt;www.rohis-sman37.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-919648477087838734?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/919648477087838734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/02/valentine-days-opo-iki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/919648477087838734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/919648477087838734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/02/valentine-days-opo-iki.html' title='Valentine Day’s, Opo Iki…?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jm_dpRzsWt0/TzKf6vcXkgI/AAAAAAAABIQ/0bYJ-G31r-I/s72-c/432065_2653722633644_1573161195_32077143_1231686508_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-15092448834757027</id><published>2012-02-03T22:36:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T22:51:48.257-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Rihlah Rohis dan Traktiran Rohis</title><content type='html'>Assalamu'alaikum... Alhamdulillah..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt; Rihlah Rohis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada hari Sabtu, 28 Januari 2012 Rohis 37 Berangkat ke Universitas Indonesia (UI) untuk acara Rihlah, acara ini bersinergi dengan ILMI 37 (Ikatan Alumni Muslim SMAN 37 Jakarta). Banyak Rangkaian yg telah kita lewati. Berikut Dokumentasinya : (Chekitdot) ^^&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-xcJNL7gpO6E/TyzS-QxE55I/AAAAAAAABHU/Ae4GePA9NT4/s1600/417548_118275751627957_100003365988297_89331_372959252_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-xcJNL7gpO6E/TyzS-QxE55I/AAAAAAAABHU/Ae4GePA9NT4/s320/417548_118275751627957_100003365988297_89331_372959252_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705166795066107794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Games "Voli Kain"&lt;br /&gt;Seru Abies...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-EGcQFpBb-ZM/TyzS_FBGY3I/AAAAAAAABH4/Lr3Ae5PeZM4/s1600/427222_118275621627970_100003365988297_89328_721097717_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-EGcQFpBb-ZM/TyzS_FBGY3I/AAAAAAAABH4/Lr3Ae5PeZM4/s320/427222_118275621627970_100003365988297_89328_721097717_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705166809091957618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi Super dari Kang Noval&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-CQ5eow07h0c/TyzS--W03FI/AAAAAAAABHo/Lek7q8Q4g-w/s1600/404897_118275521627980_100003365988297_89327_737609985_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-CQ5eow07h0c/TyzS--W03FI/AAAAAAAABHo/Lek7q8Q4g-w/s320/404897_118275521627980_100003365988297_89327_737609985_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705166807304035410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivator + Penceramah&lt;br /&gt;Kang Noval&lt;br /&gt;(MMI "Motivator Muda Indonesia")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-F3JJxU7Hkro/TyzS-rncmGI/AAAAAAAABHc/68LdGSKJS2A/s1600/418961_118276004961265_100003365988297_89335_2018926523_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-F3JJxU7Hkro/TyzS-rncmGI/AAAAAAAABHc/68LdGSKJS2A/s320/418961_118276004961265_100003365988297_89335_2018926523_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705166802273474658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rujak Party Gratis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-4vdKogWN3sw/TyzS-MiClzI/AAAAAAAABHI/mSOZRYL6nuY/s1600/405493_118276091627923_100003365988297_89336_1670314108_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4vdKogWN3sw/TyzS-MiClzI/AAAAAAAABHI/mSOZRYL6nuY/s320/405493_118276091627923_100003365988297_89336_1670314108_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705166793929299762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;gt;&amp;gt;Traktiran Rohis (oleh Bang Fadly/Alumni 2011)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Alhamdulillah, ada kabar gembira. Bang Fadly (Alumni Rohis 2012/Kerja di Flexi) kini mentraktir anak rohis kelas 1,2,3. Alhamdulillah anak2 Rohis pada kenyang dan puas. Karena makanannya buanyak banget. Ini Dokumentasinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-UAf2sfAuDXU/TyzVYJhTuqI/AAAAAAAABIE/IPlb4ZU-Myg/s1600/425162_121760627946136_100003365988297_99990_1208953669_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 470px; height: 331px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-UAf2sfAuDXU/TyzVYJhTuqI/AAAAAAAABIE/IPlb4ZU-Myg/s320/425162_121760627946136_100003365988297_99990_1208953669_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705169438820776610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-15092448834757027?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/15092448834757027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/02/rihlah-rohis-dan-traktiran-rohis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/15092448834757027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/15092448834757027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/02/rihlah-rohis-dan-traktiran-rohis.html' title='Rihlah Rohis dan Traktiran Rohis'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-xcJNL7gpO6E/TyzS-QxE55I/AAAAAAAABHU/Ae4GePA9NT4/s72-c/417548_118275751627957_100003365988297_89331_372959252_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-3030402504457870833</id><published>2012-02-03T22:17:00.000-08:00</published><updated>2012-02-03T22:30:33.609-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak rohis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mr.Gami'/><title type='text'>Kenikmatan Mentoring “Lingkaran Shalihah” dari IPB</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-ZsphGEU_X9w/TyzQdBk2FdI/AAAAAAAABG8/AmljPrIo8lM/s1600/muslimah2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-ZsphGEU_X9w/TyzQdBk2FdI/AAAAAAAABG8/AmljPrIo8lM/s320/muslimah2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705164025029334482" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mentoring ?? &lt;p&gt;hmm.. kata yang lumayan asing terdengar ditelingaku, bahkan belum  pernah mendengarnya sejak aku SMA, istilah itu hadir ketika aku baru  masuk di sebuah perguruan tinggi negeri yang tergolong memiliki prestise  lumayan terkenal. Dengan wilayah kampus yang hijau dan akan cukup  melelahkan juga jika harus berjalan kaki mengelilinginya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;ketika itu, mahasiswa baru angkatan 48 sedang ada kegiatan ‘tour  kampus’, yaitu berkeliling kampus didampingi oleh kakak-kakak untuk  memperkenalkan keindahan, kehijauan, lingkungan IPB. Dari gedung satu ke  gedung lain, dari fakultas A sampai I dan pada akhirnya tibalah di  sebuah bangunan besar, luas, tinggi, serta bentuknya yang agak aneh,  menurutku. Belum sampai aku masuk ke dalam ruangan, tepatnya masih di  teras bangunan itu, ku lihat banyak mbak-mbak yang duduk berpencar,  tidak bergerombol serta terdapat juga snack-snack dan minuman dalam  gelas kecil. Sembari duduk di tangga, aku melepas sepatu, dan ketika itu  aku baru sadar kalau bangunan yang ku anggap aneh itu adalah sebuah  masjid. Saat itu pula semua mahasiswi diarahkan ke tempat persinggahan  tadi berdasarkan fakultas masing-masing. Terbentuklah beberapa kelompok  lingkaran kecil dengan satu kakak pembimbing, dimulailah acara tersebut  dengan perkenalan masing-masing individu kemudian dilanjutkan pengenalan  fakultas Kehutanan oleh Mbak tadi. Pemahaman dan ketertarikan akan  hutan menjadi sangat kuat dalam hatiku. Beberapa menit pun berlalu,  kakak mengakhiri  acara sharing kita dengan memberi selembar kuisioner,  yang isinya adalah pendataan mentoring.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;.. Apakah anda sudah pernah mentoring?? ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;salah satu pertanyaan dalam kuisioner itu, tak cukup paham aku untuk menjawab sudah pernah ataukah belum pernah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;…. mentoring?? apa itu yaa? kata yang teramat asing bagiku… dan  setelah dijelaskan oleh kakak bisa sedikit aku pahami apa maksud dari  kata itu. Ku jawab dengan sudah pernah. Beberapa pertanyaan telah  kujawab, tibalah pada pertanyaan terakhir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;.. Apakah anda bersedia  untuk mentoring?? ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dengan seketika, tanpa berpikir panjang, aku tandai dengan jawaban  ”tidak”. Nah, kenapa?? karena aku belum begitu paham sekali akan hal  itu, dan masih berpikiran negatif tentang itu, disamping karena maraknya  berita adanya aliran-aliran baru yang tak sejalan dengan Islam juga.  Aku merasa takut dan kupikir lebih baik kuhindari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lanjuut sampai inti cerita .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;akupun mencari tau, sering menanyakan mentoring itu apa. Setelah  mendapatkan jawaban yang kucari, ternyata hal tersebut bukan merupakan  suatu hal yang aku khawatirkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hmmm.. Mulailah aku mendaftarkan diri untuk bersedia mengikuti  mentoring. Pengelompokan pun sudah terbagi dengan satu kakak pembimbing.  Saat itu pula aku sangat antusias untuk benar-benar tau kegiatan dalam  mentoring itu seperti apa. Setiap minggu aku rutin ikut mentoring, dan  di sini aku mendapatkan sebuah pengalaman dan ilmu yang belum pernah aku  dapatkan dengan cara seperti itu. Saling sharing, diskusi, bertukar  ilmu, pengkajian materi hingga saling mencurahkan hati dan semuanya  saling terbuka ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sungguh sangat indah kurasakan menemukan sebuah keluarga baru di sini ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;….&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Murabbi….. Itulah sebutan untuk seorang pembimbing atau guru mentoring kami, dan kami sendiri disebut dengan Mutarabbi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah sempat beberapa kali pindah mentoring dan bahkan pernah  ‘double mentoring’, akhirnya aku fokus pada salah satunya saja dan  memang seharusnya seperti itu, InsyaALLAH aku akan selalu Istiqomah di  dalamnya karena aku sudah menemukan seorang ustadzah (aku menyebutnya  seperti itu) sebagai guru pembimbingku, dan sekaligus menjadi kakakku .&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yaaa, ketahuilah ini merupakan do’a yang telah dikabulkan oleh ALLAH  kepadaku, yang sudah jauh-jauh hari sebelum aku masuk Institut Pertanian  Bogor ini. Aku berdoa dalam kediamanku. Kutulis dalam lembaran-lembaran  coretan hatiku..&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaa ALLAH..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tunjukkanlah JalanMU ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apa yang akan Engkau berikan kepadaku saat ini,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;aku yakin pasti itu yang terbaik untuk hamba.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;petunjuk dan hidayahMU senantiasa hamba nanti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaa Rabb ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;apakah benar akan Engkau berikan itu kepadaku??&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ustadzah, sebagai seorang yang menjadi PerantaraMU,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untuk selalu berjalan di JalanMU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaa ALLAH ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;pertemukanlah hamba dengannya, bila memang itu rencanaMU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;teguhkanlah niat hamba hanya KarenaMU,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;kuatkanlah bathin hamba, semoga itu benar adanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yaa Rab ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;bila mungkin itu tidak Engkau pertemukan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;hamba tak mengapa, semakin dekatkanlah hamba DenganMU,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dengan caraMU yang lain lagi…&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maha Besar ALLAH, SubhanALLAH ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh ALLAH Maha Bijaksana, sederet doaku telah ALLAH jawab dengan sangat indah…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku mengenal mentoring, menemukan sebuah keluarga baru yang saling  terikat tali ukhuwah, saling mengingatkan kebaikan, kebenaran, dan  kesabaran, saling bercerita tentang kepribadian diri dalam Islam,  mendeskripsikan diri masing-masing hingga tumbuh rasa kekeluargaan,  keterbukaan serta ikatan bathin yang kuat dan kokoh. Di sinilah aku  merasakan, mentoring bukan hanya tempat menggali ilmu, tapi merupakan  sebuah bentuk penjagaan ruhiyah dalam diri dan sebuah kebutuhan yang  pasti dalam hidup.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;yaa di sini juga aku merasakan, betapa ALLAH sangat sayang kepadaku  karena aku sudah dipertemukan dengan orang -orang hebat, teman-teman  yang baik dan Murabbi yang sholihah dan sangat baik hati. Sehingga aku  bisa semakin dekat dengan ALLAH ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;فَبِأَيِّآلَاءرَبِّكُمَاتُكَذِّبَانِ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;” maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan??&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;kudengar lantunan ayat Al-Qur’an dari ponselku..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tak terasa airmataku menetes, membahasi tulisan dalam bukuku ini,  betapa banyak kenikmatan yang ALLAH berikan kepadaku, betapa ALLAH  selalu memberikan apa yang aku butuhkan. Ketika aku berdoa, tak butuh  waktu lama, ALLAH mengabulkan doaku. AlhamdulILLAH, rasa syukurku tak  akan pernah putus..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;untuk saudari-saudariku dan Murabbi ku sayang ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga kita bisa selalu istiqomah mendekatkan diri kepadaNYA ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga kita selalu dalam penjagaanNYA..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga kita bisa mendapatkan RIdhoNYA ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;semoga kita bisa meraih CintaNYA dalam ‘ Lingkaran Sholihah ‘ ini ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan.. semoga kebersamaan kita selalu dalam naunganNYA,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;membersamai kita, menuju JannahNYA ..&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;:’))&lt;/p&gt; &lt;p&gt;sungguh, ana ukhibbuki fillaah .. &lt;img src="http://alhurriyyah.lk.ipb.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" class="wp-smiley" /&gt; )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*Lingkaran Shalihah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-3030402504457870833?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/3030402504457870833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/02/kenikmatan-mentoring-lingkaran-shalihah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3030402504457870833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3030402504457870833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/02/kenikmatan-mentoring-lingkaran-shalihah.html' title='Kenikmatan Mentoring “Lingkaran Shalihah” dari IPB'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-ZsphGEU_X9w/TyzQdBk2FdI/AAAAAAAABG8/AmljPrIo8lM/s72-c/muslimah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8828946346373855065</id><published>2012-01-15T07:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T07:18:09.638-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Bersama ROHIS, Kutetapkan Yakinku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-odW7P8TjIgI/TxLuAJoUBtI/AAAAAAAABGw/akPGWhi-BM0/s1600/17474_1327617600671_1537870243_832439_2743881_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-odW7P8TjIgI/TxLuAJoUBtI/AAAAAAAABGw/akPGWhi-BM0/s320/17474_1327617600671_1537870243_832439_2743881_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697878164929513170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com - &lt;/strong&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi  wabarakatuh, sahabat-sahabat Kerohanian Islam atau sering dikenal ROHIS  di seluruh Indonesia, baik tingkat menengah ataupun atas, semoga Allah  memberikan keistiqamahan dalam jalan kalian, dalam keikutsertaan kalian  baik aktif ataupun pasif.&lt;p&gt;Saya hanya ingin sedikit sharing dengan  kalian, tentang ROHIS ini, tentang pengalaman, tentang cerita suka dan  duka, tentang manfaat teman-teman bergabung dengan ROHIS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;ROHIS, sebuah lembaga yang telah membesarkanku, mendidik dan mengajarkan tentang berbagai hal.&lt;br /&gt;ROHIS merupakan satu lembaga ekstrakurikuler yang lengkap menurut pandangan saya,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk berorganisasi,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk dakwah dan ibadah,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk membina lingkungan sekolah,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk perencanaan kegiatan,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk komunikasi efektif,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk olahraga dan pendidikan jasmani,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk berjiwa sosial kemasyarakatan,&lt;br /&gt;ia mengajarkan untuk menjadi pemimpin sejati,&lt;br /&gt;ia mengajarkan segala hal yang kita butuhkan dan segala hal yang tidak kita butuhkan tapi bermanfaat untuk kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun  satu hal yang tidak akan ditemui di ekskul manapun adalah ROHIS bisa  menjadi jalan Hidayah bagi siapa pun termasuk pengurus dan anggotanya.  inilah yang akan kita bahas teman-teman.&lt;br /&gt;Jalan kebaikan, jalan petunjuk dan jalan hidayah, insya Allah.&lt;br /&gt;Meskipun kita tidak merasakannya ketika aktif di ROHIS, tidak merasakan  seketika itu juga, tapi yakinlah, suatu saat, kita akan menemukan  sentuhan tersembunyi yang telah menjadikan kita seperti sekarang ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mungkin  ketika kuliah, atau setelah kerja, atau bahkan ketika tua renta, kita  baru teringat, bahwa awal mula kita mengenal tarbiyah islamiyah  (pembinaan Islam) adalah di ROHIS ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Awal yang mengubah emosi jiwa menjadi jiwa yang teduh penuh cinta,&lt;br /&gt;mengubah dosa menjadi amal pahala,&lt;br /&gt;mengubah rasa takut menjadi berani penuh semangat,&lt;br /&gt;mengubah cara pandang negatif menjadi positif,&lt;br /&gt;Semua mungkin berawal dari sini, dari ROHIS ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Oleh  karena itu, saya hanya ingin berpesan, siapa pun kita, apapun latar  belakang kita, semaksiat-maksiatnya kita, jangan sampai kita  meninggalkan organisasi ini, karena ia adalah jalan yang Allah sediakan,  untuk membuka hati, membuka emosi, membuka jalan hidayahNya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jalan yang menghadirkan pelaku-pelaku kebaikan,&lt;br /&gt;jalan ukhuwah dan kebersamaan yang erat menyatukan semua potensi kejujuran,&lt;br /&gt;jalan yang suatu saat akan membuat kita sadar, bahwa di sinilah kita dibesarkan,&lt;br /&gt;dengan segudang masalah,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetaplah berada bersama para pelaku kebaikan,&lt;br /&gt;niscaya kebaikan itu akan mengikutimu,&lt;br /&gt;dan akan mengubah paradigmamu,&lt;br /&gt;bahkan mengubah maksiat-maksiatmu,&lt;br /&gt;Yakin dan tetapkan tekadmu,&lt;br /&gt;inilah jalan terbaik untuk masa depanmu,&lt;br /&gt;bersama ROHIS, aku tetapkan yakinku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk sahabat ROHIS di seluruh Indonesia, para alumninya,&lt;br /&gt;khusus ROHIS SMA N 55 dan Keluarga Alumni Rohis SMA N 55 (KARIMA),&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mari kita bersama menjadi penerus peradaban,&lt;br /&gt;yang melahirkan generasi-generasi rabbani,&lt;br /&gt;mari kita sambut seruan yang mulia,&lt;br /&gt;mari bersama ikuti langkah perjuangan,&lt;br /&gt;di medan dakwah sekolah kita tercinta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FAJAR FATAHILLAH&lt;br /&gt;- Alumni ROHIS SMAN 55 Jakarta (2004-2006)&lt;br /&gt;- Keluarga Alumni Rohis SMAN 55 (KARIMA)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Markaz Dakwah Pribadi (MPI) JAKARTA, 18 Syawal 1432 H&lt;/p&gt;&lt;div style="overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: rgb(255, 255, 255); text-align: left; text-decoration: none; border: medium none;"&gt;&lt;br /&gt;Sumber:  &lt;a style="color: rgb(0, 51, 153);" href="http://www.dakwatuna.com/2011/09/14991/bersama-rohis-kutetapkan-yakinku/#ixzz1jXYi9mzI"&gt;http://www.dakwatuna.com/2011/09/14991/bersama-rohis-kutetapkan-yakinku/#ixzz1jXYi9mzI&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8828946346373855065?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8828946346373855065/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/01/bersama-rohis-kutetapkan-yakinku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8828946346373855065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8828946346373855065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/01/bersama-rohis-kutetapkan-yakinku.html' title='Bersama ROHIS, Kutetapkan Yakinku'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-odW7P8TjIgI/TxLuAJoUBtI/AAAAAAAABGw/akPGWhi-BM0/s72-c/17474_1327617600671_1537870243_832439_2743881_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-2113038707794069793</id><published>2012-01-15T06:44:00.001-08:00</published><updated>2012-01-15T06:47:32.393-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Oh.. Aktivis... Kau begitu hebat, berkharisma, dan bersemangat. Namun...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-ejMvsvQGo4A/TxLmdODtkFI/AAAAAAAABGY/OBDadEgoHQk/s1600/302626_143342152421912_100002383839609_240948_3879154_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-ejMvsvQGo4A/TxLmdODtkFI/AAAAAAAABGY/OBDadEgoHQk/s320/302626_143342152421912_100002383839609_240948_3879154_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697869868241358930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Oh.. Aktivis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu hebat dengan segala aktivitasmu, siang maupun malam hari  seperti tanpa henti kau memikirkan ummat ini. Terkadang banyak orang  yang heran dengan sikapmu yang sangat aktif seperti itu. Membuat orang  sangat iri, ingin rasanya mereka ikut terjun bersamamu untuk melakukan  sebuah pekerjaan, walaupun mereka hanya tahu kau aktif dalam acara saja  (bukan sebagai aktivitas dakwah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh.. Aktivis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sangat memesona banyak orang. Disibukan dengan berbagai macam  kesibukan yang jarang dinikmati oleh orang-orang biasa pada umumnya.  Namun engkau tetap teguh dalam alam perjuangan yang begitu penuh  tantangan juga kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh.. Aktivis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu bersemangat ketika melakukan aktivitas dakwahmu. Hadir dalam  rapat (syuro) pada waktu yang tepat. Terkadang kau menunggu banyak wajah  orang untuk memulai rapat yang kau sudah rencanakan. Namun kau tetap  yakin dan teguh dalam menunggu orang untuk memulai rapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun.. Sayang seribu sayang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu hebat dalam aktivitasmu... Namun mengapa kau seringkali  meninggalkan mereka yang berada di dekatmu? Terkadang kau melupakan  teman dekatmu yang selalu bersamamu. Terkadang kau meninggalkan  kewajibanmu dalam ber-birrul walidain kepada orang tuamu. Terkadang kau  memakai banyak alasan untuk sebuah kepentingan yang lebih besar daripada  mengurusi mereka. Lalu, siapa yang mengurusi mereka selain dirimu yang  hebat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau sangat memesona banyak orang... Namun dengan kharismamu yang begitu  baik dan membuat orang tersanjung kepadamu, seringkali kau melupakan  niat dalam aktivitasmu. Seringkali di dalam hati ini terbesit seseorang  yang belum halal bagimu. Seseorang yang berada bersama dalam  organisasimu. Seseorang yang sering kali kau lirik dan merasa nyaman  bersama dekatnya. Seringkali di dalam hati ini. Seringkali pandangan ini  memandang yang bukan haknya. Seringkali niatmu terpeleset dipinggir  jalan dalam melaksanakan sebuah kewajiban.  Bukankah kau niatkan segala  aktivitasmu untuk mendapatkan Ridho-Nya? Lalu mengapa kau terus  mengulangi kesalahan yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau begitu bersemangat dalam aktivitas dakwahmu, rapatmu, dan acaramu...  Namun ketika Jihad Ilmi menyapamu, seringkali kau patah semangat.  Seringkali ketika ujian akademik menerpa, engkau tak bersemangat seperti  rapatmu yang terkadang bisa sampai tiga kali sehari. Seringkali ketika  Ujian Akhir Semester melanda, engkau langsung menurunkan semangatmu.  Bukankah Jihad Ilmi juga termasuk dalam dakwahmu? Lalu bagaimana kau  dapat menebar kebaikan jika qudwah yang kau contohkan membuat mereka  meremehkanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita dapat menyeimbangkan antara aktivitas, kebajiban , dan tanggung jawab kita kelak.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lembaransiaktifis.blogspot.com/2012/01/oh-aktivis-kau-begitu-hebat-berkharisma.html"&gt;http://lembaransiaktifis.blogspot.com/2012/01/oh-aktivis-kau-begitu-hebat-berkharisma.html&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-2113038707794069793?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/2113038707794069793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/01/oh-aktivis-kau-begitu-hebat-berkharisma.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2113038707794069793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2113038707794069793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/01/oh-aktivis-kau-begitu-hebat-berkharisma.html' title='Oh.. Aktivis... Kau begitu hebat, berkharisma, dan bersemangat. Namun...'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ejMvsvQGo4A/TxLmdODtkFI/AAAAAAAABGY/OBDadEgoHQk/s72-c/302626_143342152421912_100002383839609_240948_3879154_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-341653554193444578</id><published>2012-01-15T05:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-15T06:41:44.091-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><title type='text'>Akhwat Jatuh Cinta?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-pJp3kb9-PJU/TxLlAGMDbKI/AAAAAAAABGM/-5wmXzFZFyo/s1600/resize-of-jatuh.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 256px; height: 266px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-pJp3kb9-PJU/TxLlAGMDbKI/AAAAAAAABGM/-5wmXzFZFyo/s320/resize-of-jatuh.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5697868268401028258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhwat jatuh cinta?&lt;br /&gt;Tak ada yang aneh, mereka juga manusia.&lt;br /&gt;Bukankah cinta itu adalah fitrah manusia?&lt;br /&gt;Tak pantaskah mereka jatuh cinta?&lt;br /&gt;Mereka juga punya hati dan rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi taukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lekaki menyapa hati mereka?&lt;br /&gt;Tak ada senyuman bahagia yang dirasakan olehnya.&lt;br /&gt;Tak ada rona malu di wajah mereka, bahkan tak ada bundah didalam dadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya...&lt;br /&gt;Ketika mereka merasakan jatuh cinta, yang mereka rasakan adalah rasa  sakit dan penyesalan yang bersimbah didalam dirinya. Sebuah kesakitan  yang amat sangat ketika sebuah hijab yang mereka jaga sudah lama kini  kian mengikis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seseorang lelaki yang belum halal bagi mereka kini bergelayut  dalam hatinya dan fikirannya. Mereka sangat takut, karena takut menodai  cinta sucinya kepada Sang Pencinta. Ketika rasa rindu datang kembali,  yang mereka rasakan adalah rasa kesedihan yang sangat mendalam yang  membuat mereka sangat pilu. Tak ada senyuman, tak ada rona malu di dalam  diri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka sangat menyesal, yang ada adalah malam-malam yang penuh dengan  air mata dan tangisan atas pengaduannya kepada Sang Pencipta atas  cintanya yang kian ternodai. Mereka sangat gelisah karena kegelisahan  yang menodai arti cinta sucinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika akhwat jatuh cinta kepada mereka yang menodai hatinya, bukan  harapan untuk bertemu mereka sesering mungkin. Namun yang mereka  inginkan adalah menjauh sejauh-jauhnya dari mereka, agar menjaga hati  dari kikisan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada kata-kata cinta dan rayuan yang penuh kegombalan, namun yang ada  adalah rasa kekhawatiran yang amat sangat akan hati yang mulai  merindukan sesosok lelaki yang belum halal bagi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah mereka dengan  sebaik-baiknya. Sebuah kegelisahan yang terasa sangat menyesak akan  ketenangan di wajahnya yang dulu teduh dilihat. Mereka akan terus  berusaha untuk mematikan rasa itu bagaimanapun caranya. Kendatipun  mereka harus menghilang dan menjauh, akan mereka lakukan untuk menjaga  kemurnian cintanya. Sungguh sangat kasihan para akhwat yang sedang  dilanda rasa cinta yang menodai kemurnian cinta mereka kepada Sang Maha  Pencinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jagalah hati kalian untuk meneduhkan hati mereka. Mungkin jika akhwat  tersebut ditakdirkan Allah untukmu, maka yakinlah Allah akan  mempersatukan kalian di dunia dan di akhirat kelak. Jangan sampai mereka  merasakan rasa yang sangat menyakitkan dan membuat hari-hari mereka  penuh dengan rasa kegelisahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Sebaliknya juga untuk ikhwan-ikhwan yang merasakan perasaan ini&lt;br /&gt;Share dari seorang yang merasakan kegalauan hati&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-341653554193444578?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/341653554193444578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/01/akhwat-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/341653554193444578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/341653554193444578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2012/01/akhwat-jatuh-cinta.html' title='Akhwat Jatuh Cinta?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-pJp3kb9-PJU/TxLlAGMDbKI/AAAAAAAABGM/-5wmXzFZFyo/s72-c/resize-of-jatuh.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4835183935987851366</id><published>2011-11-12T18:07:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T18:08:13.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Idul Adha...?</title><content type='html'>&lt;div style="color: black;"&gt;Ahamdulillah Ahad 6 November 2011, 10  Dzhulhizah 1432 H. Kita baru saja melaksanakan Idul Adha 1432 H, dengan  suka cita dengan rasa gembira, dan tentunya semakin bertambah rasa  saling berbabagi antar saudara muslim. Begitu banyak makna atau definisi  Idul Adha dari setiap masing-masing orang. Dan memungkinkan banyaknya  pula cara memaknai Idul Adha. Begitu juga dengan sahabat rohis. Pada  liputan kali ini, sahabat rohis berksempatan mewawancarai beberapa  pelajar dalam menyikapi Idul Adha dan maknanya menurut mereka. Dan  berikut adalah jawabannya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt; &lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/382884_300693359958055_100000521811197_1121642_1444437707_n.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/382884_300693359958055_100000521811197_1121642_1444437707_n.jpg" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Suasana Dimas&amp;amp;Keluarga Berkumpul&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Dimas Pratio Siswa Kelas XI MAN 1 Jakarta&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Idul Adha Itu ? &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;"momentum untuk mengenang kembali manusia agung nabi Ibrahim as dan keluarganya nabi Ismail as dan Siti Hajar,&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Mendidik kita UNTUK senantiasa ikhlas dlm pengorbanan..Dan berbagi (hewan qurban) dgn sesama Muslim"  &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284227_172750642794960_100001800767451_365678_401973_n.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/284227_172750642794960_100001800767451_365678_401973_n.jpg" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Anita Uswatun Hasanah Siswi MAN Pandeglang&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt; &lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;"Kepedulian terhadap sesama, dan menjaga keutuhan persatuan suatu bangsa.."&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/370140_1838266043_1624137564_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/370140_1838266043_1624137564_n.jpg" width="145" border="0" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;Muhammad Irvan, Siswa SMK 1 Cimahi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;"Idul Adha itu Makna Cinta Pastinya" &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-L7g3ddjafX4/TrkRd2gxerI/AAAAAAAAAjo/aEU5oKWM-nw/s1600/smk.png" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-L7g3ddjafX4/TrkRd2gxerI/AAAAAAAAAjo/aEU5oKWM-nw/s1600/smk.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;Rismawati,  X akuntansi Siswi SMKN 17 JAKARTA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;M&lt;b&gt;&lt;i&gt;akna idul adha menurut saya :&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;1.berarti hari raya idul adha yang biasanya di lakukan dengan cara menunailkan iadah berkurban&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;2.  Kita bisa membayar iuran qurban di sekolah ataupun dengan cara kita  menjadi salah satu panitia dalam acara idul adha yang biasanya rutin  diadakan di sekolah-sekolah yang berarti kita juga turut mengorbankan  pikiran dan tenaga kita untuk terlaksananya acra idul adha dengan baik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;dan lancar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;3. Pesan buat teman-teman :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;jangan Cuma berdiam diri di rumah saat idul adha datang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;tapi laksanakan juga salat idul adha ataupun menjadi bagian dalam acara atau kegiatan acara idul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;adha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-style: normal; font-weight: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;Ya&lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt; begitulah &lt;/span&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;sahabat  rohis dalam memaknai Idul Adha, dengan berbagai versi yang mereka  katakan. Namun dari pada itu hal terpenting dalam Idul Adha ini ialah  bagaimana kita bisa&lt;/span&gt;&lt;i style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;menjadi manusia yang mampu berkorban untuk Allah SWT sebagai bentuk rasa Cinta kita kepadanya. &lt;i&gt;&lt;b&gt;Sebab pengorbanan adalah bukti cinta yang sesungguhnya.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style="color: black;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;Selamat hari raya Idul Adha 1432 H.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="font-style: normal; font-weight: normal; text-align: left;"&gt;&lt;div style="margin: 0px;"&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;sahabatrohis.web.id/fida&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="commentBody" jsid="text" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4835183935987851366?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4835183935987851366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/11/idul-adha.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4835183935987851366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4835183935987851366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/11/idul-adha.html' title='Idul Adha...?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-L7g3ddjafX4/TrkRd2gxerI/AAAAAAAAAjo/aEU5oKWM-nw/s72-c/smk.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4229675343246299820</id><published>2011-11-12T18:05:00.001-08:00</published><updated>2011-11-12T18:08:39.400-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Menunggu Cinta Dari Eropa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-AwRVJVkU6nI/Tr8mLAqUL3I/AAAAAAAABF4/QX3VuxkchvU/s1600/8829_1044397206285_1716277054_94392_7154655_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-AwRVJVkU6nI/Tr8mLAqUL3I/AAAAAAAABF4/QX3VuxkchvU/s320/8829_1044397206285_1716277054_94392_7154655_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674296026108014450" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Oleh Ila siswi Madrasah Aliyah Al Hikmah Jakarta : “Naira??..naira??...” teriak fahri dari kejauhan..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Mendengar suara fahri naira membalikan tubuhnya, “hai fahri..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hai naira,,kamu mau kemana??” Tanya fahri,menghampiri naira yg berdiri di  depan halte bus.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hmm..aku mau ke rumah nenekku ri,karna  sebentar lagikan aku akan ke eropa,papaku dinas disana selama 6  tahun..jadi aku ingin berpamitan dulu dengan nenekku”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“apaa??kamu pindah,kok mendadak sih  nai,kita kan sudah kelas dua SMp,satu tahun lagi kita lulus dan msuk  SMA,katanya kamu mau satu sekolah denganku lagi??..” Tanya fahri dengan  mimic wajah yg memelas..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“maaf ri,aku jg tidak mau pindah ke  sana tapi bagaimana lagi,papaku ada pekerjaan disana,pasti aku akan  kangen banget sama kamu,kamu kan teman ku sejak SD”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya aku juga pasti akan kangen sama celoteh kamu,nai,oya nai??”Tanya fahri dengan mnundukan kepalanya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“senen..senen..senen…”suara teriakkan kenek bus..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wah bisnya sudah datang,aku duluan ya ri,sampai jumpa disekolah”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“nai..nai..aargggg baru aku pingin bilang…huufft” ucap fahri sambil menghela nafas..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Keesokan harinya disekolah…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahriii…fahhrii…” teriak naira dari kejauhan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hai nai,kamu baru datang”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya nih ri macet banget,oya ri ini”ucap naira sambil mengambil secarik surat dari tasnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“apa ini nai?surat apa”tanyanya heran..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“dibaca saja”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“baiklah”sambil membuka perlahan surat itu..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri hari ini aku pindah,sore nanti  aku berangkat ke eropa,maafin aku ya ri kalau aku punya salah sama  kamu,aku pasti akan kangen sama kamu,jangan lupakan aku ya fahri,kamu  teman terbaikku,oya kalau kamu punya waktu bisa antarkan aku dan  keluargaku kebandara??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hmm nai..nai knapa harus lewat surat sih,kamu bilang aja langsung,ya aku akan antarkan kamu ke bandara..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“aku tidak sanggup bicara langsung sama kamu..oke pulang sekolah ku tunggu ya dirumahku”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sore harinya naira,fahri dan keluarga naira sampai dibandara soekarno hatta..terjadi percakapan diantara mereka berdua..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri”….&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira” ucap mereka bersamaan..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“kamu aja duluan yang bicara nai”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri,aku tidak mau pindah,disana  pasti tidak enak,dan pastinya aku tidak akan menemukan teman sebaik  kamu..”ucap naira yg tanpa sadar air matanya jatuh membasahi pipinya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“cup..cup..cup jangan menangiis  naira,aku tetap teman kamu kok walau kita terpisah jarak yang cukup  jauh,aku akan sering-sering kirimi kamu email”ucap fahri berusaha  menenangkan naira.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri …”..ucap naira lirih&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oya nai aku…”suara fahri terhenti.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“apa ri??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira sayng pesawatnya sudah tiba ayo..kita harus segera berangkat!”ucap papa naira ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oh iya..iya pap..sebentar”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri aku harus berangkat,jaga dirimu ya ri,jangan lupakan aku”ucap naira diiringi isak tangis yang semakin menjadi..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“kamu juga ya nai,jaga dirimu,tenang aku tidak akan melupakan kamu..”ucap fahri sambil tersenyum lebar…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Padahal dalam hati fahri,fahri sangat  sedih akan kepergian naira,karna diam-diam fahri menyimpan perasaan  kepada naira,teman baiknya itu..hati fahri hancur karna dirinya belum  sempat mengucapkan bahwa dia suka dengan naira.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“dah fahri..”ucap naira sambil berjalan menjauh dari fahri..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ selamat jalan naira”ucap fahri lirih hingga air matanya menggenang ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Fahri pun pulang,sesampainya dirumah  fahri langsung menuju kamarnya,dan menghidupkan televise kemudian  merebahkan tubuhnya diatas kasur..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“sekilas info,terjadi kecelakaan udara  yg dialami oleh pesawat boing 1337 yg diberangkatkan dari bandara  intrernasional sukarno hatta menuju eropa,dipastikan seluruh penumpang  tewas dan pilot beserta pramugari tewas ditempat kejadian,sekian sekilas  info atas perhatiannya terimakasih”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira..nairaaaa..” teriak fahri histeris..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira kenapa kamu meninggalkan aku  selamanya,naira aku suka kamu,naira tidak ada yang bisa  menggantikanmu,nairaaaa….nairaaaa kenapa kamu pergi secepat i”ucap fahri  meraung-raung hingga memecahkan keheningan sore itu…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;sebulan kemudian fahri memutuskan untuk pindah kebandung ke rumah orang tuanya,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“buat apa lagi aku disini,karna kamu  tidak akan kembali lagi untuk selamanya,aku akan mengubur kenangan kita  dalam-dalam naira,meski aku yakin tak bisa melupakan baying-bayang  wajahmu dalam&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;6 tahun sudah setelah kepergian  naira..fahri mulai bisa melupakannya dan menjalankan aktifitasnya  sebagai seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ternama di  bandung..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ah gila lo ton..masa cewe itu mau sama  gw..secara dia cewe terkenal dikampus”ucap fahri yg sedangkumpul  bersama teman  kuliahnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ah lo ri,lo tuh keren,tajir,pokoknya ga ada deh cewe yg nolak lo”ucap anton ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“jujur aja ya bro gw itu masih  kepikiran sama temen cewe gw swaktu SD dan SMP,dia temen deket gw  sekaligus cinta pertama gue,dia cantik,rambutnya panjang dan ikal..tapi  sayang dia udah meninggal sob..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“yaah si fahri orang udah meninggal  masih diinget aja ..bukan saatnya lo inget sama cewe itu,dunia berputar  sob,mau lu jomblo seumur hidup,,gw mah ogah.”ucap anton berusaha  menyadarkan fahri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya sih ton ada benernya juga ucapan lo,”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ya udah sekarang lo samperin dah tuh cewe ,terus lo kenalan kalau bisa langsung minta nomer hp..haha..”ledek anton..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira???” ucap fahri sambil melihat kearah wanita berjilbab panjang..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“woy..woy sadar sob”..hentak anton&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“sumpah ini anak,jangan mikirin naira  terus diakan udah meninggal lagi pula tuh cewe berjilbab,kan kata lo  naira rambutnya panjang”ucap anton..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“tenang ton,cewe berjilbab ini bener-bener mirip sama naira,giila”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“please deh ri banyak kali didunia ini yang mirip,contohnya gue,kata orang gue mirip rafi ahmad..haha”canda anton&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ahh ngayal lo ton udahlah,bener jg mulai skrang gue tidak boleh mikirin dia lagi”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“bagguss..sebaiknya kita ke kelas sepertinya jam pelajaran mr.rahmat akan segera dimulai,”ajak anton..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;***&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Siang itu,ada murid baru yg masuk di kelas fahri ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“selamat siang anak-anak??”sapa mr.rahmat&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“siang pak”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hari ini kita kedatangan mahasiswi baru pindahan dari universitas di eropa”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“w aaahh..waahhh” &lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ayo silahkan masuk,naira”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“aaapa,,naira??dari eropa??jangan-jangan…”ucap fahri,kaget..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika naira masuk ke kelas dan  memperkenalkan dirinya sontak semua mata tertuju padanya,wanita berparas  cantik dan anggun dengan jilbab panjang yg dikenakannya,begitu pula  dengan fahri yg sejak tadi memperhatikan wajahnya,yang mirip sekali  dengan orang yang dicintainya sewaktu SMP.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: black; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://deanru.blogdetik.com/files/2011/07/cinta_allah_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Setelah memperkenalkan dirinya naira pun disuruh duduk oleh mr,rahmat,naira duduk disebelah bangku fahri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“ussstt..ussst…naira salam kenal ya,namaku fahri”ujar fahri memulai pembicaraan..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira”dengan sedikit memberikan senyum kepada fahri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Mata kuliah pun usai ,naira segera  keluar rruangan kelas..diam-diam fahri mengikutinya dari  belakang..menyadari ada yg mengikutinya lalu naira membalikkan  tubuhnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“kenapa kau mengikutiku?”tanyanya singkat,dengan pandangan mata yg tidak melihat kearah fahri.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hmm..tidak-tidak apa-apa”jawab fahri malu-malu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oya nai dulu kamu SD dan SMP nya dimana?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“saya SDnya di SDS.kartika dan SMPnya di SMPN 1 jkrta,memang knapa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“(wah sama denganku)ucapnya dalam hati”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira,masih ingatkah kamu denganku?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hmm,biar saya ingat-ingat,fahri……hmm ya aku ingat kau,fahri teman kecilku”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wah tidak menyangka aku bisa bertemu lagi denganmu ri”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya nai aku juga tak menyangka bisa bertemu lagi denganmu,karna kukira kamu sudah meninggal..”ucap fahri merendahkan suaranya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“kenapa kamu kira aku sudah meninggal?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“karna spulangnya dari bandara,kulihat  berita kecelakaan pesawat dengan tujuan eropa,semua penumpangnya tewas  ditempat,aku piker kau juga termasuk dalam korban tewas itu..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oh yg itu,sebenarnya tidak lama aku  berpisah denganmu diluar,aku tidak langsung berangkat karna pesawatnya  mengalami masalah,tadinya aku mau menemuimu lagi tapi kupikir lagi pasti  kamu sudah pulang,jadi kuurungkan niatku”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oh ceritanya begitu..oya nai kamu qo jadi berubah drastic,skarang kamu pakai jilbab,panjang lagi??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“di eropa aku aktif sebagai salah satu  aktifis keislaman di eropa,aku mendapat hidayah dari situ,dan memutuskan  u/ hijrah dari kehidupanku yg dulu..meninggalkan ke mewahan dan hidup  nyaman dalam kesederhanaan”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wah kamu sudah beda loh,udah dewasa tidak seperti yang dulu lagi??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oya ri aku harus pulang dulu  ya,soalnya aku baru pindah jadi barang-barang belum aku rapihkan,sampai  jumpa fahri”ucap naira sambil melangkahkan kakinya meninggalkan fahri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“naira..akhirnya kamu hadir kembali,meski dengan gaya yang berbeda tapi kamu tetap naira yg dulu naira yang kusukai..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Keesokan harinya naira sedang berjalan di pinggir taman universitas,lalu fahri menghampirinya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“hay naira selamat siang”..ucap fahri sambil menepuk pundak naira..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“astagfirullah,fahri..ucapkanlah  assalamu’alaikum,dan maaf jangan menyentuhku,kita ini bukan muhrim,tak  boleh saling bersentuhan,maaf”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“oh iya maaf nai,kebiasaan abisnya..kan aku biasanya kaya gitu kalo menyapa kamu..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya fahri aku tau,tapi sekarang  berbeda dengan yang dulu,aku sudah belajar cara bergaul di dalam  islam,aku harap kamu bisa memahami hal itu”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya nai..iya aku akan pahami hal itu,oya kamu mau kemana?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“aku mau ke masjid ,sesudah itu mau rapat dengan anak-anak pengurus BEM”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“kamu sudah aktif di organisasi kampus nai??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Alhamdulillah,aku duluan ya fahri,assalamu’alaikum”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wa’alaikumsalam..” “naira kamu berubah sekali”..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Beberapa bulan kemudian fahri mulai  tertarik belajar lebih banyak tentang islam dan organisasi keislaman,  kemudian ikut menjadi bagian dari pengurus BEM.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“assalamu’alaikum ikhwahfillah  Alhamdulillah hari ini organisasi kita kedatangan pengurus baru namanya  fahri dari fakultas hokum”ucap raihan ketua BEM universitas itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri…alhamdulillah ternyata kini diapun sudah hijrah..dari kehidupannya yg dulu “ ucap naira dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Kini fahri dan naira disandingkan dalam bidang yg sama..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri … selamat datang dijalan Allah semoga Allah meridhoi dirimu ya fahri”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya Alhamdulillah nai,kini aku sudah sadar,berkat anti nai”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“jangan seperti itu ri,bukan berkat ane tapi Allah,allah yg memutar balikkan hati manusia”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya nai tapi hidayah itu datang melalui anti nai”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Hari-hari fahri kini berubah drastis  ,kegiatannya setiap pagi adalah sholat dhuha,siangnya kuliah,dan sorenya  dia menjalankan aktifitasnya sebagai seorang aktifis,kini iya agak  memberi  jarak dengan naira,karna kini dia tau batasan-batasan dalam  pergaulan islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Kini umur fahri sudah 25 tahun umur  yang cukup untuk menikah.fahri masih sangat berharap naira menjadi  pendampingnya wanita shalihah yg telah lama dikenalnya..namun fahri  sadar bahwa dirinya tak mungkin bisa mendapatkan naira,karna naira tak  pantas untuknya,naira terlalu shalihah untuk menjadi pendamping  hidupnya,dan dikalangan ikhwan para aktifis kampuspun nama naira selalu  disebutkan sebagai sosok wanita ideal,sampai-sampai ketua BEM berencana  ta’aruf dengan naira,hal itu juga yang membuat fahri mengurungkan  niatnya,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sampai akhirnya fahri memutuskan untuk  meminta bantuan murobbinya,untuk mencarikan akhwat yang sekiranya pantas  untuk bersanding dengannya,,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“menunggu cinta dari eropa,tak akan  pernah terjadi,karna cinta itu kini telah kandas..sudah saatnya aku  membuka lembaran baru dan membuka hatiku untuk orang lain”ucap fahri  tegas. Setelah itu fahri bertemu dengan murobbinya untuk menyampaikan  niatnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“assalamu’alaikum ustad”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wa’alaikumsalam ehh nak fahri ada apa?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;”begini ustad,ane berkeinginan untuk menikah ustad”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wah bagus,udah ada calonnya?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“belum ustad maka dari itu ane ketemu ustad agar ustad bisa bantu ane untuk ta’aruf dengan seorang akhwat”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“masalh itu mah gampang,antum udah siap ri??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“insya Allah ane siap ustad,”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“yasudah kalau begitu,ane carikan ane banyak kenalan murobbi-murobbi kali aja ada akhwat yang sudah siap..”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“syukron ustad ane tunggu kabarnya ya”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“sip,antum tenang aja”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Sebulan setelah pembicaraannya dengan murobbi,murobbinya mengiriminya pesan ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri,Alhamdulillah sudah ada calon  yang bersedia,insya Allah nanti saat liqo,ana kasih biodatanya,antum  pelajari saja dulu kalau cocok ya jadi”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saat liqo,sang ustad memberi  biodata itu..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Oya ustad sebelum biodata itu ane  lihat,kalau ada fotonya tolong dilepas saja,biar ane melihat biodata  dirinya tanpa melihat wajahnya,karna dari biodatanya ane sudah dapat  mengambil kesimpulan,buat apa wajah yang cantik tapi memiliki  kepribadian yang buruk,betul begitu kan ustad??”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“iya ri betul sekali,baiklah ane lepas fotonya,nama akhwat ini ira”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Setelah mendapatkan biodata itu fahri  pulang,sekitar jam 3 dini hari fahri terbangun dari tidurnya,dia  langkahkan kaki menuju kamar mandi lalu berwudhu..dan melaksanakan  shalat malam dan istikharah memohon petunjuk pada Allah untuk  mendapatkan keastian hati untuk memilih akhwat itu atau tidak..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Pagiharinya fahri menelfon sang ustad,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“assalam’mualaikum ustad?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“wa’alaikumsalam,gimana fahri,cocok?”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“Alhamdulillah cocok ustad”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“untuk proses selanjutanya biar ane yang urus”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“baik ustad syukron,jazakallah”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Dua bulan setelah proses ta’aruf fahri  melamar akhwat itu,tadinya fahri berharap saat melamar dia bisa melihat  wajah akhwat tersebut,namun harapannya pupus..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Hari pernikahan pun tiba fahri bersiap  menuju tempat akad,sesampainya disana fahri dan keluarga disambut  hangat,kemudian fahri dipersilahkan memasuki ruang akad,sebelum ijab  kabul dimulai fahri mendapat sms dar murobbinya,yg kebetulan saat itu  tidak hadir.fahri sangat terkejut saat membaca sms dari murobbinya ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“assalam’mualaikum.ri ini nama lengkap  calon antum,afwan ane baru ngasih tau sekarang,ira itu nama panggilannya  nama aslinya Naira sanjaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“apaaa naira sanjaya??apa naira  temanku,naira yg aku harap menjadi pendamping hidupku..ahh pasti  bukan,nama naira sanjaya ada banyak”&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ijab kabulpun dimulai,”saya terima  nikahnya naira sanjaya binti sanjaya dengan maskawin tersebut dibayar  tunai..” ucap fahri dengan lantang..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Benar saja ternyata akhwat yg sekarang  resmi menjadi istrinya adalah naira,naira wanita yang diimpikannya..saat  mereka disandingkan di pelaminan mereka tampak serasi..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“nai aku tak menyangka bahwa yang saat  ini bersanding di pelaminan bersamaku adalah dirimu,saat bertukaran  biodata aku tak melihat fotomu,dan nama yang tertulis di biodata itu  juga bukan namamu,jadi aku sangat tak menyangka bahwa itu adalah  kamu,istriku..”ucap fahri dengan senyuman lega di wajahnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“fahri,suamiku..saat bertukar  biodata,aku juga tak melihat wajah maupun namamu,yang kulihat adalah  kepribadianmu,karna hal itu lah yg menarik hatiku,dan aku  menerimamu..dan kini aku sama sekali tak menyesal,menjadi istrimu.aku  bahagia fahri ternyata Allah menyatukan kita berdua dengan cara yang  indah..”…&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;“menunggu cinta dari eropa,cinta itu  kini telah kumiliki,naira kita buat perahu layar yang kokoh untuk  berlayar menempuh perjalanan samudra cinta-NYA ya??” ujar fahri sambil  memegang tangan naira dan mencium keningnya..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Tamat_&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4229675343246299820?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4229675343246299820/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/11/menunggu-cinta-dari-eropa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4229675343246299820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4229675343246299820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/11/menunggu-cinta-dari-eropa.html' title='Menunggu Cinta Dari Eropa'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-AwRVJVkU6nI/Tr8mLAqUL3I/AAAAAAAABF4/QX3VuxkchvU/s72-c/8829_1044397206285_1716277054_94392_7154655_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4185827621434912611</id><published>2011-11-12T18:01:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T18:04:48.244-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Surat Rahasia dari Ayah dan Ibu Untuk Anak ku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-Yc4TBZHggNM/Tr8lneCj2OI/AAAAAAAABFs/rkzi-vNiFD8/s1600/muslimah.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 250px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-Yc4TBZHggNM/Tr8lneCj2OI/AAAAAAAABFs/rkzi-vNiFD8/s320/muslimah.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5674295415519041762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika saya menjadi tua,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap Kamu mengerti&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dan bersabarlah dengan saya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt; Dalam kasus saya memecahkan piring&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;atau menumpahkan sup di meja karena&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;saya kehilangan penglihatan saya,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap Engkau tidak memarahiku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Orang yang lebih tua sensitif.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;.. selalu memiliki kemalangan saat Anda berteriak&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt; Ketika pendengaran saya semakin memburuk&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dan saya tidak mendengar apa yang kamu katakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap kamu jangan panggil saya"Tuli!"&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;tolong ulangi apa yang kamu katakan atau setidaknya menuliskannya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt; Maaf, AnakKu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;... Aku semakin tua&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika lutut ku menjadi lebih lemah,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku harap Anda memiliki kesabaran untuk membantu aku bangun&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Seperti bagaimana Aku membantu Kamu saat engkau&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;masih kecil,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Belajar cara berjalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap betahlah dengan Saya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika saya terus mengulangi kalimat saya sendiri&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;seperti kaset rusak,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya berharap kamu hanya terus mendengarkan saya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;jangan mengejekku,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;atau&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;bosan mendengarkan ku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Apakah kamu ingat ketika Kau masih kecil&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dan kamu ingin sebuah ballon?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt; Kamu mengulang sendiri berkali-kali&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;sampai kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;..... Mohon maaf juga atas bau ku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aroma ku seperti orang tua&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Tolong jangan memaksa ku untuk mandi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Tubuh ku lemah.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Orang-orang tua mudah sakit ketika mereka sedang dingin.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap saya tidak mengotori Kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Apakah Kau ingat ketika engkau masih kecil?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku berkejar-kejaran dengan engkau berkeliling&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;karena kamu tidak ingin mandi.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ku harap kamu bisa bersabar dengan ku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika aku selalu rewel&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ini semua bagian dari menjadi tua.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Engkau akan mengerti ketika engkau sudah tua&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Dan jika Kamu memiliki waktu luang,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ku harap kita bisa bicara&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Bahkan untuk beberapa menit&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku selalu sendiri disemua waktu ku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dan tak seorang pun untuk berbicara dengan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku tahu Kamu sibuk dengan pekerjaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Bahkan Kamu tidak tertarik pada ceritaku,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Tolong punya waktu untuk ku.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Apakah Anda ingat ketika Kamu masih kecil?&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku mendengarkan cerita Anda&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;tentang Beruang teddy Anda.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Bila saatnya tiba&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dan saya menjadi sakit dan sakit,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap Kamu memiliki kesabaran untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;merawat saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;MAAF AnakKu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;jika saya sengaja mengompol&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;atau membuat berantakan&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya harap Kamu memiliki kesabaran untuk&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;merawat saya selama yang terakhir ini&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;beberapa saat dalam kehidupan saya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Saya tidak akan tinggal lebih lama.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika waktu kematian saya datang,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku  harap Kamu memegang tanganku&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dan memberikan Aku kekuatan untuk menghadapi kematian&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Dan jangan khawatir ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ketika Aku akhirnya bertemu dengan Pencipta kita ..&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Aku akan berbisik di telinganya&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;untuk MEMBERKATI Kamu&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Karena Kamu mencintai&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Ibu Dan Ayah Kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Terima kasih banyak untuk perhatian Kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;Kami mencintai Kamu.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;dengan Segenap Cinta,&lt;/div&gt;&lt;div style="color: black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;IBU dan Ayah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4185827621434912611?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4185827621434912611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/11/surat-rahasia-dari-ayah-dan-ibu-untuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4185827621434912611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4185827621434912611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/11/surat-rahasia-dari-ayah-dan-ibu-untuk.html' title='Surat Rahasia dari Ayah dan Ibu Untuk Anak ku'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-Yc4TBZHggNM/Tr8lneCj2OI/AAAAAAAABFs/rkzi-vNiFD8/s72-c/muslimah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5861457661660946585</id><published>2011-10-20T08:17:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:18:14.677-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Aku Malu Dan Belum Siap Berjilbab, Maka Aku Menunda Mengenakannya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-wwC-PYkuXkY/TqA7q4FUeZI/AAAAAAAABFc/VsAbdsEsHTQ/s1600/28708_1279776029777_1091318191_605219_4078275_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-wwC-PYkuXkY/TqA7q4FUeZI/AAAAAAAABFc/VsAbdsEsHTQ/s320/28708_1279776029777_1091318191_605219_4078275_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665593939027327378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-weight: normal;font-size:small;" &gt;Saudariku yang dirahmati Allah, &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Jilbab  dan kerudung adalah pakaian takwa yang diwajibkan Allah atas   kita, para muslimah. Perintah ini seperti tertulis di dalam Al quran,   surat Al Ahzab ayat 59, yang artinya sebagai berikut. : “Hai Nabi,   katakanlah kepada isteri-isteri engkau, anak-anak perempuan engkau dan   isteri-isteri orang mu’min, supaya mereka menutup kepala dan badan   mereka dengan jilbabnya supaya mereka dapat dikenal orang, maka tentulah   mereka tidak diganggu (disakiti) oleh laki-laki yang jahat. Allah   pengampun lagi pengasih`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga, tertulis dalam surat An nuur ayat 31, yang artinya,   “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan   pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan   perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah   mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan   perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah   suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami   mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera   saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau   wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau   pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap   wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah Allah diatas juga ditegaskan lagi oleh Nabi Muhammad S.A.W.   dalam hadist beliau yang lain, yang artinya : “Wahai Asma! Sesungguhnya   seorang perempuan apabila sudah cukup umur, tidak boleh dilihat seluruh   anggota tubuhnya, kecuali ini dan ini, sambil rasulullah menunjuk muka   dan kedua tapak tangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah mengenakan kerudung dan jilbab ini diturunkan demi  memuliakan  kita para wanita, dan bukan menjadilah penjara yang  menyempitkan dunia  kita, namun justru menjadi pembatas yang menjadikan  kita baik dan  membuat Allah ridho kepada kita. Walaupun hanya lembaran  kain, namun  dengan pakaian muslimah yang kita kenakan itu, seakan  berbicara pada  dunia bahwa kita adalah seseorang yang mempunyai jati  diri yang jelas  dan merepresentasikan lekatnya kebaikan atas diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita adalah pemenang, maka pantas untuk mendapatkan yang   terbaik. Kita adalah pemenang dari keajaiban sebuah sel telur yang   bertemu dengan satu sel sperma yang bersaingi diantara jutaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini lihatlah dirimu dicermin, saudariku. Kau telah menjelma  menjadi dirimu yang cantik. Seorang wanita dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, gemerlap dunia terkadang telah menjauhkan sebagian dari   kita, dengan sebuah pemahaman tentang damainya aturan Allah, bahkan ada   yang tidak tanggung-tanggung, malah berbalik mencelanya. Mereka   berdandan ayu, dengan busana yang aduhai dan mereka mengumbar kecantikan   dan kemolekan tubuhnya dihadapan para laki- laki jalang. Lihatlah  bahwa  mereka sangat cantik, dan terlihat Anggun. Namun sayang, Allah  sedang  murka terhadap mereka. Namun sayang, Allah tidak ridho kepada  mereka.  Dan adakah keridhoan yang lebih baik dari pada keridhoanNya  atas diri  kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kau dahulukan ridho manusia diatas keridhoan Allah?. Bukankah   kau telah bersumpah bahwa hanya kepada Dia kau menyembah?, Bukankah   hanya dia yang memberimu nafas, memberimu makan, merawatmu dan selalu   ada dikala kau sedih, dan menerimamu dalam keadaan apa adanya dirimu?.   Lalu mengapa masih kau sangkal dengan sejuta alasan demi menegakkan   kebandelanmu atas sebuah perintahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau berkata kau belum mampu, maka percayalah bahwa kau mampu.   Hanya hawa nafsumu yang belum bisa menerima. Jika kau mengatakan   kembali, `aku belum mampu`, maka lihatlah ternyata kau belum bisa   menjadikan dirimu sahabat yang baik bagi dirimu sendiri. Apalagi yang   bisa kau lakukan jika untuk sebuah kebaikan kau sudah memangkasnya,   dengan tanganmu sendiri, bahkan sebelum kau mencoba melakukannya.   Bukankah kebaikan itu adalah untuk dirimu sendiri? Dan bukankah kau akan   senang dan bangga atas dirimu yang baik?. Maka cobalah, dan   bersegeralah. Sayangilah dirimu dengan tidak menjadi sasaran obyek dari   pandangan mata laki- laki jalang yang merendahkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau berkata, `Aku harus tahu diri terhadap siapa aku ini. Maka  dari itu aku tidak pantas untuk berjilbab dan berkerudung`.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tanpa harus kau sebutkan dengan gamblang kepada makhluk yang   lain, hatimu telah lebih dari tahu bahwa mungkin kau telah berbuat   kesalahan dimasa lalu. Atau tanpa sengaja khilafmu telah menorehkan aib   yang sangat untuk dirimu sendiri. Namun, sampai kapan kau akan  menghukum  diri dan melabeli dirimu sendiri dengan sebuah kerendahan.  Akhirnya hal  itu menghindarkanmu dari melakukan sebuah kebaikan. Dan   kaupun menanggalkan pakaian takwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau merasa malu atas apapun adanya dirimu sekarang, sampai kau   menanggalkan pakaian takwamu, maka malulah atas yang telah kau perbuat   ini. Karena sesungguhnya kau telah menceburkan dirimu dalam kejelekan   yang semakin dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau berkata bahwa kau malu kepada Allah atas semua kesalahanmu,   lihatlah sekarang bukankah kau telah berbuat kesalahan lagi dan lagi   dengan meninggalkan perintahnya lagi sekarang. Tolong seriuslah dengan   pernyataan tentang rasa malumu, dan seriuslah tentang keinginanmu   mengakhiri kejelekanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang baik,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh menghakimi apapun tentang masa lalumu, tapi masa depanmu   adalah lebih berhak untuk kau nilai baik. siapa lagi yang akan menilai   baik, kalau tidak diawali dari dirimu sendiri?. Maka baikanlah dirimu   dalam batasan alarm peringatan yang dibuat oleh baju takwamu. Jilbab dan   kerudungmu. Atau jika ternyata kau tetap mengurungkan niatmu dalam   melakukan kebaikan itu, kroscek kembali tentang takwamu. Jangan- jangan   perkataanmu hanya semacam alasan saja yang sebenarnya membenarkan hawa   nafsumu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku,  sekali lagi, kau mengaku tahu tentang ukuran kebaikanmu,   sehingga kau memilih menunda menutup auratmu, karena perasaan malu. Tapi   bukankah Allah lebih tahu tentang cara membaikkan diri kita. Jangan   hiraukan perkataan manusia yang dengki yang mencelamu, saat kau mulai   mengenakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rendahnya mereka karena terlalu sibuk mengurusi aibmu sampai- sampai   mereka melupakan kekurangan mereka sendiri, yang semakin banyak,   tentunya. Tetap tersenyumlah, sebagai cermin kedamaian hatimu. Maka   mereka akan malu karenanya. Malu, karena kau telah dengan cerdas   mendidik dirimu agar menjadi baik sekarang, sedangkan mereka dengan   sepaket kata- kata kotor tetap saja menjadi level yang sama, bahkan   telah terjerumus pada kejelekan yang lebih dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang ada sebagian saudari muslimah kita di luaran sana yang tetap   melenggang lancar dengan maksiat mereka, walaupun mereka telah   menggunakan baju takwa. Namun bukan berati kita bisa mengghibah saudari   kita sendiri, dan atau malah menjadikan mereka sasaran alasan untuk   menjadikan diri kita benar dengan alasan untuk tetap menunda memakai   pakaian takwa. Apakah kita telah mendoakan mereka terlebih dahulu   sebelum kita menghujatnya?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, mereka juga dalam proses belajar, seperti halnya kita.  Mereka  adalah manusia biasa yang butuh proses dan perlu diingatkan  karena tak  luput dari kesalahan. Maka ingatkanlah akan hal itu, dan  bersabarlah  atas semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak tuntutan di luaran yang ditujukan kepada para muslimah bahwa   dengan busana takwa yang mereka kenakan, maka mereka tak boleh lagi   menjadi manusia, melainkan harus menjadi malaikat yang tidak melakukan   kekhilafan melainkan hanya patuh sepenuhnya kepada Allah. Melakukan   kesalahan memanglah bukan sebuah kebenaran, namun manusia mana yang   dapat lepas dari sebuah kesalahan? Bukankah itu sesuatu yang tidak   mungkin?. Manusia tetaplah manusia, bukan masalah seberapa besar dia   berbuat kesalahan namun lihat dan hargailah cara dia bangkit dan   memperbaiki kesalahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudariku yang dirahmati Allah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah, kau begitu cantik, kau sangat berbakat, dan siapapun  dirimu,  kau adalah anak, istri, ibu yang baik, dan hamba Allah yang  taat. Tak  inginkah kau menjadi sepeti itu?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selagi nafasmu masih ada, jangan kau berniat menundanya. Karena   saat nafasmu telah berakhir di kerongkongan, tiada lain yang akan kau   maki kecuali kebodohan dan kealfaan dirimu sediri. Maka sayangilah   dirimu sebelum kau menyayangi manusia yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang tersampaikan adalah bukan tentang tuntutan atasmu.  Lihatlah  jika ada manusia lain yang mengingatkanmu. Mereka sebenarnya  bisa saja  acuh terhadap apa yang kau perbuat, namun dia menyisakan  waktunya untuk  perduli terhadapmu. Itu semua karena dia perduli  terhadapmu. Dia  sayang kepadamu, bahkan disaat kau sedang menjauhkan  dirimu sendiri  dari kebaikan, karena  mengikuti selera nafsumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau boleh acuh dengan segala apa yang telah tersampaikan ini, namun   sayang, kau akui ataupun tidak, hatimu pastilah tidak begitu. Karena   Allah telah men setting hatimu sebagai cahaya, bahkan disaat kau lalai.   Maka, apakah kau tidak lelah? menyerahlah kepada suara hatimu sendiri,   sebelum kau semakin terpuruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka selagi nafasmu masih ada, jangan kau berniat menundanya. Karena   saat nafasmu telah berada di kerongkongan, tiada lain yang akan kau maki   kecuali kebodohan dan kealfaan dirimu sediri. Maka sayangilah dirimu   sebelum kau menyayangi manusia yang lain. Kenakanlah jilbab dan   kerudungmu karena Allah, dan mari kita bersama- sama memperbaiki diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, mengenakan pakaian takwa benar- benar tak ada hubungannya   dengan rasa malu ataupun perasaan apapun yang kau punya. Namun, ini   adalah tentang kewajiban, saat kau menyatakan sumpahmu lewat syahadat   untuk menjadi seorang muslimah. Kau berjanji dengan janji teragung,   terdalam dan tersuci untuk bersedia dengan sadar dan ikhlas hati untuk   melaksanakan semua perintah dan menjauhi semua larangan. Hal ini juga   termasuk janji setia kepada baginda rasullullah SAW. Dan janji itu   terealisasi dalam kehidupan berupa perkataan dan terwujud dalam   perbuatan. Dan sebagai seorang muslimah kita diperintahkan Allah untuk   menutup aurat dan memakai pakaian takwa. Maka jangan pernah mengadakan   tawaran atas perintah Allah, jika kau memang benar- benar mencintaiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, Bagaimana kau menyayangnya sebelum kau mengenalnya, dan  bagaimana tahu rasanya sebelum kau mencobanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Syahidah/voa-islam.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5861457661660946585?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5861457661660946585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/10/aku-malu-dan-belum-siap-berjilbab-maka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5861457661660946585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5861457661660946585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/10/aku-malu-dan-belum-siap-berjilbab-maka.html' title='Aku Malu Dan Belum Siap Berjilbab, Maka Aku Menunda Mengenakannya'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-wwC-PYkuXkY/TqA7q4FUeZI/AAAAAAAABFc/VsAbdsEsHTQ/s72-c/28708_1279776029777_1091318191_605219_4078275_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-3596252850422144212</id><published>2011-10-20T08:14:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:16:28.898-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah islamiyah'/><title type='text'>ULANG TAHUN: BERTAMBAH ATAU BERKURANG?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Y8XJ5uwyukM/TqA7QNmK_eI/AAAAAAAABFQ/9CQwPin7mUk/s1600/196072_206174776064263_100000152269099_895562_7191528_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 187px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Y8XJ5uwyukM/TqA7QNmK_eI/AAAAAAAABFQ/9CQwPin7mUk/s320/196072_206174776064263_100000152269099_895562_7191528_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5665593480945794530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pernah dilempar telur, tepung terigu dan juga air? Malahan airnya bukan  air biasa, melainkan air comberan atau selokan? Atau jika tidak pernah  merasakannya, apakah kamu pernah melihat kejadian itu? Saya pernah  melihatnya. Siang hari, di dekat pasar, ditengah orang banyak, seorang  gadis mengenakan seragam biru putih tak berdaya ‘dianiaya’ oleh  teman-temannya –yang juga mengenakan seragam yang sama. Tapi,  sebentar…sepertinya gadis itu malah menyeringai atau lebih tepatnya  tersenyum bangga. Beberapa orang temannya yang lain -yang kebetulan  lewat, namun tidak ikut melemparinya, berhenti, tertawa, kemudian  meneriakkan; ‘Ulang tahun ni yeee, selamat ya!” Oh ternyata, hari itu  merupakan hari ulang tahunnya, dan acara membubuhi beberapa jenis bahan  untuk membuat kue itu pun menjadi kesan yang mungkin tak terlupakan  baginya kelak.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang tahun bagi kebanyakan manusia adalah kesempatan untuk mendapatkan  ucapan selamat, kado, tak urung juga simpati. Pada saat itu, perasaan  senang akan bertambahnya umur biasanya akan di wujudkan dengan cara  mentraktir teman terdekat (walau dengan cara sedikit memaksa orang tua  untuk menyiapkan dananya), membuat syukuran kecil-kecilan, bahkan sampai  menyelenggarakan pesta yang mewah. Potret sebagai manusia yang sukses  pun menjadi tolok ukur besar atau tidaknya orang-orang yang diundang.  Pada cara berpakaian mereka, hingga semakin kecilnya kado yang mereka  persembahkan. Dilain pihak, kita pun tidak menutup mata, ketika masih  ada segelintir orang menyambut ulang tahunnya dengan biasa saja.  Melewati hari tanpa ada yang spesial. Mungkin pikir mereka, ‘dirayakan  atau tidak, toh, tanggal kelahiranku ini akan berlalu.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa sebenarnya hakikat ulang tahun tersebut? Jelas, setiap tahun  berganti, maka tanggal dimana kita dilahirkan akan kita lewati juga.  Otomatis usia kita beranjak satu langkah dari sebelumnya. Banyak harapan  ketika hal itu terjadi, banyak doa yang teruntai demi mengiringi  hari-hari yang bukannya bertambah ringan bagi manusia. Seperti halnya  seorang anak bayi, ketika umurnya semakin bertambah, semakin meningkat  pula kepandaian dan pengetahuannya dalam bergerak serta berpikir. Dari  hanya bergulingan, akhirnya merangkak, berjalan dan berlari. Demikianlah  hakikat sebenarnya. Semakin bertambah dalam hitungan angka, semakin  bertambah pula kepandaian kita dalam menyikapi kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, justru hal ini dianggap omong-omong saja. Hanya  sebagai pengantar doa sebelum perayaan dimulai. Hanya kalimat-kalimat  sakral, perlu di’amin’in lalu menguap bersama gelak tawa dalam pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat, setelah sehari, seminggu, sebulan, bahkan hampir  setahun lagi melewati momen ulang tahun itu, apakah kita telah berbeda,  menjadi lebih baik dari tahun kemaren? Apakah ada sesuatu yang berharga  dan bermanfaat daripada melempar sebuah telur, sekantung terigu atau  pesta? Sayangnya, perihal seperti inilah kerap kita lalaikan. Kerap kita  anggap sepele. Sepertinya cocok saja kita selalu berada pada barisan  paling depan sekelompok orang-orang yang merugi jika hanya ikut-ikutan  merayakan, tanpa mau menilik lagi kebelakang, menjadikan bahan untuk  selalu bisa mawas diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulang tahun akan selalu berulang, itu sudah pasti! Angka pada deretan  usia akan selalu bertambah satu, itu pun sudah jelas pasti. Langkah  selanjutnya justru kita harus bisa memastikan bahwa kita tidak akan mau  kalah dengan prilaku balita yang akan bertambah ‘bisa’ seiring  bertambahnya usia. Tak perlu ada pesta, atau perayaan yang menghabiskan  dana besar jika hanya sekedar membingkainya dalam kenangan, bukan?  Merenung, bahwa hidup kita semakin dikurangin jatah untuk bernafas,  menelaah segala perbuatan, bertekad tidak mengulangi yang tidak senonoh,  memperbaiki kualitas hidup, itulah sebagian yang harus kita jalani.  Siapa yang mampu menduga, ulang tahunmu kali ini, merupakan ulang tahun  yang terakhir kalinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan hal aneh, jika usia itu tetap hanyalah angka, namun secara pasti  belum bisa dijadikan sebuah acuan dewasa atau bermartabatkah kita. Masih  banyak orang-orang yang berumur ‘banyak’, tapi bermental baik dengan  ukuran ‘sedikit’. Menyedihkan bukan? Padahal ulang tahun selalu  berulang, ia menyapa kita untuk bisa kita sikapi lebih seimbang. Ulang  tahun selalu dinanti, tapi bukan sebagai kaca pembesar untuk melihat  berapa banyak kesalahan maupun kebaikan yang telah kita lakukan. Ulang  tahun sebenarnya penanda, pengingat, bahwa jalan yang kita tempuh  semakin mendekati titk akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, kamu, kita, setiap makhluk yang bernyawa akan berulang kali  melewati ulang tahun, setiap tahun hingga akhir hayat. Bertambah usia  apakah berarti bertambah matang, bertambah kebaikan atau malah  berkurang? Dan mampukah kita melewatinya dengan baik? Itu yang  sepatutnya harus kita usahakan. Semoga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimuat di bulletin FLP, edisi April 2008&lt;br /&gt;Dipersembahkan untuk siapa saja, insan yang berulang tahun di bulan ini.&lt;br /&gt;Selamat Milad utk FLP Sengata, juga met milad untuk beberapa pengurusnya.&lt;br /&gt;Dengan cinta, mari bersama, bergegas mengukir peradaban &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-3596252850422144212?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/3596252850422144212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/10/ulang-tahun-bertambah-atau-berkurang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3596252850422144212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3596252850422144212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/10/ulang-tahun-bertambah-atau-berkurang.html' title='ULANG TAHUN: BERTAMBAH ATAU BERKURANG?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Y8XJ5uwyukM/TqA7QNmK_eI/AAAAAAAABFQ/9CQwPin7mUk/s72-c/196072_206174776064263_100000152269099_895562_7191528_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-3902357761315067269</id><published>2011-10-07T02:24:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:55:17.848-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah islamiyah'/><title type='text'>10 Negara dengan Penduduk Muslim terbanyak di dunia</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;1. Indonesia : 182,570,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"   style="font-family:arial;font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Ya, inilah negara kita tercinta. Negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, dan menjadi satu dari sedikit negara yang mengakui negara Palestina.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;2. Pakistan : 134,480,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Pakistan adalah negara pecahan dari India yang terletak di Asia Selatan, dan sering bersitegang dengan India mengenai status daratan Kashmir&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;3. India : 121,000,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: 900;"&gt;India walaupun 80an% penduduknya memeluk agama Hindu, tapi penduduk Islam disana yang sebenarnya minoritas ada pada peringkat 3 Negara dengan penduduk muslim terbanyak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;4. Bangladesh : 114,080,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Bangladesh, negara yang dimasa lalu adalah bagian dari Negara India&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;5. Turki : 65,510,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;6. Iran : 62,430,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;7. Mesir : 58,630,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;8. Nigeria : 53,000,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;9. Algeria (Al-Jazair) : 30,530,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;10. Maroko : 28,780,000 orang&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-3902357761315067269?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/3902357761315067269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/10/10-negara-dengan-penduduk-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3902357761315067269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3902357761315067269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/10/10-negara-dengan-penduduk-muslim.html' title='10 Negara dengan Penduduk Muslim terbanyak di dunia'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-2553455502472046623</id><published>2011-09-17T21:50:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:56:00.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Untukmu yang tak kenal lelah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-WPeDtN_M-s8/TnV5UHPDlNI/AAAAAAAABFI/02QFhuti-Z8/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-WPeDtN_M-s8/TnV5UHPDlNI/AAAAAAAABFI/02QFhuti-Z8/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5653558293680067794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Times,&amp;quot;;font-size:small;"  &gt;&lt;b&gt;Sahabat Rohis-&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;Tulisan  ini sengaja saya buat karena banyak teman-teman yang meminta saya  menulis tentang ke istiqomahan, ataupun konsultasi teman-teman dari zine  yg saya buat baik via facebook ataupun via sms(afwan untuk kawan-kawan  yang belum dibalas pertanyaanya)semoga denga tulisan ini dapat menjawab  pertanyaan kawan-kawan dan menjadi bahan bakar untuk terus berjalan dan  memancangkan azzam untuk terus menuju garis finis. Berbicara tentang ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istiqomahan, mungkin cukup sulit bagi saya. Karena saya juga pernah  merasa ingin berhenti dari jalan(dakwah) ini, terlebih ketika keraguan  dan kejenuhan teramat sangat, saya bahkan pernah bertanya kepada senior  saya “apakah diperbolehkan kecewa dijalan dakwah ini?” dan  jawabanya...... ,eits tapi tunggu dulu, nggak seru klo kita bahas  dipembukaan. seperti makan aja lebih enak klo urut makannya. makanan  pembuka, isi dan pencuci mulut. Sepakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah mari kta bahas mengapa kita melangkah? Tidak sedikit hambatan  yang akan kita lalui dalam jalan dakwah ini. Dan tidak sedikit saudara  kita yang terjatuh ditengah jalan dan enggan untuk kembali bangkit lagi.  Mungkin juga karena terlalu focus kepada luka-lukanya, akhirnya lupa  bahwa garis finish masih jauh dan waktu sudah hampir habis. Kawan,  dakwah ini seharusnya berhenti kita genggam sampai kita digaris finish,  sepakat? Dan garis finish itu adalah cita-cita kita bersama, sepakat?  yaitu mati dengan khusnul khotimah, sepakat?(hayo klo pertanyaan ini gk  spakat juga saya nggak nanggung lho) Tapi diantara semua kesepakatan  kita yang tadi, berapa orang yang mampu menjalankannya? dan  membuktikannya?hm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat kecewa terhadap beberapa senior saya yang hengkang atau  istirahat dari pekerjaan-pekerjaan dakwah. Padahal dahulu saat saya baru  melangakh dijalan dakwah ini saya sempat haru nan kagum akan taujih  mereka dengan suara lantang, ataupun kata-kata mereka yang sampai saat  ini masih terngiang ditelinga saya &lt;i&gt;&lt;b&gt;“akhii...jika antum terjatuh  karena mengejar akhirat niscaya Allah akan mengembalikan semngat mu,  tapi jika antum terjatuh karena dunia ingatlah Allah masih mempunyai  pekerja-pekerja dakwah yang lain. Pilihan ada di Antum, dakwah bagaikan  kereta, hanya 2pilhannya apakah kita mau masuk kereta yang  ujung-ujungnya Islam pasti menang, atau gk naik kereta yang  ujung-ujungnya islam juga menang”&lt;/b&gt; .&lt;/i&gt; Tapi kini saya paham apa  maksudnya, trima kasih kaka-kaka ku, trima kasih saudara-saudara ku.  Dengan kepergian kalian, telah menyadarkan ku. Bahwa aku tidak bisa  bersantai-santai dalam mengurusi dakwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://multiply.com/mu/iqharokah/image/KMGLAxOwphwoc5rChJ0yxQ/photos/1M/1200x1200/213/Loneliness-by-zakiruthven.jpg?et=m5Epmq30DwvVz91UivEPAw&amp;amp;nmid=0" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Terima  kasih untuk mengajarkan aku bahwa kekecewaan terhadap dakwah adalah  kekecewaan tak berdasar karena dakwah bukanlah objek kekecewaan, kalian  telah menampakan kepada ku bagaimana karakteristik jalan dakwah &lt;i&gt;&lt;b&gt;“jalannya panjang, orangnya sedikit, ujiannya banyak”&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.  Trima kasih dengan kata-kata kalian “ane kan punya kehidupan lain  selain dakwah” itu sekali lagi menyadarkan ku bahwa jalan ini memang  pilihan, bukan? bahwa dakwah itu menyeru bukan memaksa apalagi menilai.  terima kasih telah memberikan untaian hikmah, bahkan disitrahatnya  kalian dari jalan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya do’a kan pekerjaan anda, pernikahan dan seluruh urusan dunia anda  sukses karena Allah, Amiin. Dan para istiqomah dalam dakwah ini terus  ditolong dan diuji oleh Allah terus, baik dengan kesulitan maupun dengan  kemudahan, Amiin. Lho...kok nggak adil sih? bukannya tulisan ini  tentang keistiqomahan ya? kok dari tadi isi bagus-bagusnya justru untuk  orang-orang yang meninggalkan dakwah. Hm...kita sepakat bukan kita ingin  bertemu Allah dalam finish line hidup kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik mereka yang istiqomah mau pun tidak, pertanyaannya dalam bentuk  apakah kita bertemu Allah? Apakah dengan pekerjaan yang menyibukan  kita?pernikahan yang melemahkan dakwah kita, Zauji au dakwati au suami   (duh bahasanya campur aduk gini, tapi artinya dakwah ku atau suami  ku/istri ku)?. Tidak salah jika hidup ini kita juga mencari dunia bahkan  Umar bin Khatab pernah menendang pemuda yang kerjanya hanya zikir  dimasjid, tidak salah jika aktivis dakwah juga menikah toh kita juga  diwajibkan membentuk keluarga yang mampu mencetak generasi-generasi  islam nan gemilang, ttapi yang perlu dagir bawahi adalah itu semua  hanyalah sarana, bukan tujuan apagi sampai jadi prioritas utama yang  dikejar-kejar “duniawi au dakwati”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari saya sedang online sambil mengerjakan zine edisi berikutnya,  seperti biasa secara otomatis YM dikomputer terbuka otomatis. Sesaat  kemudia ada seorang pemabaca zine yg juga sekarang jd sahabat  saya(akhwat)chat dengan saya. dia bertanya tentang suatu statemen yang  ia pernah dengar “menikah itu pelumas dakwah”. Dia bilang bahwa dirinya  meraguka pernyataan itu. karena sahabat baiknya yang dulu aktivis  dakwah, yang teguh menjaga kehormatannya, pakainya yang syar’i, dan  terkenal sebagai akhwat yang lurus, justru berubah total setelah dia  menikah. Teman saya bertanya “klo begini bagaimana?” tidak banyak yang  saya katakan kepadanya(terlebih karena saya belum merasakan, tuk  kawan-kawan yang konsul tentang masalah yang satu ini afwan y jawabannya  kurang meyakinkan. tapi saya berusaha bertanya dengan kk saya yg sudah  menikah terlebih dengan kk kandung saya yang sebentar lagi mau menikah.  jadi I.Allah jawaban saya dapat dipertanggung jawab dan valid. ok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Tapi initi permasalahannya adalah bukanlah dinikahnya, melainkan faktor-faktor besar dibaliknya yang menyebabkan demikian”&lt;/i&gt;jawab  saya.(tapi disini saya tidak membahas tentang itu, mungkin lain kali,  klo dah banyak yang mendesak buat nulis, he). Sama halnya dengan dunia,  klo dahulu ada sahabat Rasululloh yang saat sholat slalu pertama  pulangnya, ternyata setelah ditanya, ternyata saung yang ia gunakan  harus bergantian dengan istrinya. Sampai akhirnya ia menta dido’akan  oleh Rasululloh agar diberi harta. Beberapa tahun kemudian akhirnya do’a  Rasululloh terkabul. namun disinilah inti masalahnya, ternyata bukan  makin rajin sholatnya malah sama saja, karena ia sibuk mengurusi  hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo dulu ada salaba, sekarang banyak salaba-salaba lainnya, Semoga ita bukan termasuk didalamnya. Amiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;LALU KEMANA KITA HARUS MELANGKAH? DALAM BENTUK APA YANG KITA HARAPKAN KETIKA BERTEMU ALLAH.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Review sedikit kawan, masih ingat kata-kata ini “. Dan para istiqomah  dalam dakwah ini terus ditolong dan diuji oleh Allah terus, baik dengan  kesulitan maupun dengan kemudahan.” kenapa demikian, ya karena kita  ingin dan harus bertemu dengan Allah dalam bentuk yang sebaik-baiknya  bukan? sudahkah kita merasakan sakitnya bertarbiah, sakitnya berubah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aktivis dakwah bukanlah robot bukan pula manusia yang merobot, tiba-tiba menjadi kaku tanpa rasa, sensitivitas, humanis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi mereka menyikapinya dalam bentk yang lain. Bukan karena  keterpakasaan. Melainkan karena jalan ini yang menempa mereka tuk  seperti itu. Dengan luka-luka yang meneteskan darah, kelak akan menjadi  saksi niat ikhlas kita. Luka itu kelak akan bercerita betapa sakitanya  berapa kalinya kita jatuh tersungkur, terjatuh terhantam badai, namun  kita berusaha bangkit lagi dengan sisa tenaga kita. Mungkin kita masih  bisa bangkita kembali, atau mungkin hanya bisa merangkak, atau bahkan  merayap dengan merayap dengan kaki yang terseret-seret. Mengenaskan  kah?menyedihkan kah bagi kalian ternyata hasil dakwah kita hanya seperti  itu? tapi...besabaralah ‘pertolongan Allah itu amat dekat’ itu semua  akan menjadi cerita yanga amat indah diAkhirat, dan kita menemui-Nya  dengan bentuk yang seindah-indahnya, bahkan mungkin saling berpelukan  sambil menangis bahagia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu idealis kah saya?(he..semoga tidak...terlebih saya sering melihat orang yang idealis lah yang lebih sering bertahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“STAND STILL AND STRAGGLE WITH AND”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mu yang tak kenal lelah, yang terus berusaha dan berkata yang tak  sebatas retorika-retorika tak berimplimentasi, yang tak bungkam akan ke  oputinisan orang-orang yang memanfaatkan dan hidup didakwah ini. yang  mencoba menebar ribuan mimpi. bukan sekedar mimpi namun mimpi besar  “sebuah kebangkitan ummat, dan kemenangan dakwah”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.sahabatrohis.web.id/2011/09/untukmu-yang-tak-kenal-lelah.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-2553455502472046623?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/2553455502472046623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/09/untukmu-yang-tak-kenal-lelah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2553455502472046623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2553455502472046623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/09/untukmu-yang-tak-kenal-lelah.html' title='Untukmu yang tak kenal lelah'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-WPeDtN_M-s8/TnV5UHPDlNI/AAAAAAAABFI/02QFhuti-Z8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-2789603109458133921</id><published>2011-08-23T19:10:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T19:30:04.399-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><title type='text'>Peresmian Masjid Al-Amin SMAN 37 Jakarta (oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Selatan)</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Assalamu'alaikum...&lt;/span&gt;&lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:courier new;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-HHBhjSieifY/TlRfUE_XmHI/AAAAAAAABEw/bp3WnQaNCQs/s1600/298704_1934763174955_1418598001_31688908_2410699_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-HHBhjSieifY/TlRfUE_XmHI/AAAAAAAABEw/bp3WnQaNCQs/s320/298704_1934763174955_1418598001_31688908_2410699_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644241031543625842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt; &lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;Setelah Melalui Berbagai macam proses dan tantangan, sejak beberapa bulan silam saat&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt; dinding-dinding masjid masi&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;h berdiri rapuh belum dapat digunakan. Saat banyak warga sekolah (Guru,OB,Rohis,dll) m&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;embantu proses pengecoran lantai masjid hingga bersimbah keringat di tengah hujan. Saat waktu &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;beberapa bulan lalu, agak sulit untuk melakukan aktifitas sholat berjama'ah di masjid, melakukan program-program syiar Isl&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:courier new;font-size:130%;"  &gt;am dan sebagainya, Akhirnya pada saat ini, Masjid Al-Amin SMAN 37 Jakarta telah mencapai klimaksanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:courier new;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Alhamdulillah  MASJID AL-AMIN SMAN 37 JAKARTA akhirnya diresmikan juga hari ini 17  Agustus 2011 atau bertepatan pada tanggal 17 Romadhan 1432 oleh &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Bapak Dr.Taufik Yudi Mulyanto,M.Pd&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Selatan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terimkasih atas  dukungan moril maupun materiil dari pihak manapun yg telah menyumbangkan  sebagian hartanya demi terciptanya Masjid ini.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:courier new;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Insya Allah Masjid ini akan kami gemakan suaranya untuk berlangsungnya kegiatan spiritual di SMAN 37 Jakarta. Dan menciptakan sekolah yang madani juga membentuk siswa-siswi dan warga sekolah menjadi lebih berakhlakul karimah.&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:arial;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;br /&gt;Semoga Alloh SWT memeberikan ganjaran yg setimpal di Syurga kelak.&lt;br /&gt;Amin Ya Robbal 'Alamin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:arial;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-hzrP6PfCQA8/TlRfUWTT7WI/AAAAAAAABE4/sCd9LJx77R8/s1600/185266_1934754574740_1418598001_31688875_8111868_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-hzrP6PfCQA8/TlRfUWTT7WI/AAAAAAAABE4/sCd9LJx77R8/s320/185266_1934754574740_1418598001_31688875_8111868_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644241036190674274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt; &lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:arial;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-OkvD8FGR_6I/TlRfUtjnvEI/AAAAAAAABFA/A8Nv5YGSzD8/s1600/298487_1934756774795_1418598001_31688882_6632068_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-OkvD8FGR_6I/TlRfUtjnvEI/AAAAAAAABFA/A8Nv5YGSzD8/s320/298487_1934756774795_1418598001_31688882_6632068_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644241042433096770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;h6  style="font-weight: normal;font-family:arial;" class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-GdYpknaMfbc/TlRfThDp49I/AAAAAAAABEg/pXakvXg5LoI/s1600/300773_1934757094803_1418598001_31688883_4912687_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-GdYpknaMfbc/TlRfThDp49I/AAAAAAAABEg/pXakvXg5LoI/s320/300773_1934757094803_1418598001_31688883_4912687_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644241021897925586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-NRHFY173z4c/TlRfT2SflGI/AAAAAAAABEo/E1DPwsHJMKg/s1600/297781_1934755934774_1418598001_31688879_7400423_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-NRHFY173z4c/TlRfT2SflGI/AAAAAAAABEo/E1DPwsHJMKg/s320/297781_1934755934774_1418598001_31688879_7400423_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644241027597309026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-2789603109458133921?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/2789603109458133921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/peresmian-masjid-al-amin-sman-37.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2789603109458133921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2789603109458133921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/peresmian-masjid-al-amin-sman-37.html' title='Peresmian Masjid Al-Amin SMAN 37 Jakarta (oleh Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Selatan)'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-HHBhjSieifY/TlRfUE_XmHI/AAAAAAAABEw/bp3WnQaNCQs/s72-c/298704_1934763174955_1418598001_31688908_2410699_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-84687945600247487</id><published>2011-08-23T18:53:00.000-07:00</published><updated>2011-08-23T18:57:44.755-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Berburu Lailatul Qodr Yuk..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-C9A5ogVhOaI/TlRaWwR131I/AAAAAAAABEY/5Yr4zPvGv5g/s1600/1_234257787l.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 281px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-C9A5ogVhOaI/TlRaWwR131I/AAAAAAAABEY/5Yr4zPvGv5g/s400/1_234257787l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5644235579965431634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com – &lt;/strong&gt;Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;“Sesungguhnya  Kami telah menurunkannya pada malam Al-Qadr (lailatul qadr/malam  kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam Al-Qadar itu? Malam itu lebih  baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan ar-Ruuh pada malam itu  dengan izin Tuhan mereka untuk segala urusan. Malam itu penuh  kesejahteraan sampai terbit fajar.”&lt;/em&gt; (Q. S. Al-Qadr: 1 – 5) Dalam  tafsirnya, Ibnu Katsir rahimahuLlah mengatakan, bahwa suatu ketika  Rasulullah SAW menceritakan kepada para sahabat RA tentang seorang pria  dari Bani Israil yang menggunakan senjatanya di jalan Allah SWT selama  seribu bulan. Hal ini membuat sahabat RA terkejut. Kemudian Allah SWT  menurunkan ayat: ‘Sesungguhnya Kami telah menurunkannya pada malam  Al-Qadr. Dan tahukah kamu apakah malam Al-Qadr itu? Malam itu lebih baik  dari seribu bulan.’&lt;p&gt;Dalam surat ini Allah SWT mengabarkan bahwa  Ia SWT telah menurunkan Al-Quran pada malam Al-Qadr. Sebuah malam yang  sangat berkah yang lebih baik dari seribu bulan, yang jika kita hitung  maka nilainya sama dengan sekitar 83 tahun lebih 4 bulan. Sesungguhnya  seseorang yang beribadah pada malam itu maka sama baginya dengan  beribadah selama 83 tahun 4 bulan lamanya pada malam atau hari-hari  biasa. Sebuah keutamaan yang sangat luar biasa, yang Allah SWT  anugerahkan kepada umat Muhammad SAW yang berumur relatif lebih pendek  dibanding umat terdahulu. Tafsir ayat: ‘Turun para malaikat dan ar-Ruuh  pada malam itu dengan izin Tuhan mereka untuk segala urusan’, Ibnu  Katsir menjelaskan dalam tafsirnya, bahwa pada malam Al-Qadr, malaikat  yang turun pada malam itu semakin banyak karena banyaknya berkah dan  rahmat pada malam itu. Para malaikat itu turun bersamaan dengan rahmat  dan berkah dan mereka akan turun kepada orang-orang yang membaca  Al-Quran, dan akan mengelilingi majelis-majelis dzikir serta meletakkan  sayapnya pada orang yang menuntut ilmu sebagai penghormatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedang  yang dimaksud dengan ar-Ruuh, Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa itu adalah  Jibril as. dengan pengungkapan yang khusus, namun ada pula yang  berpendapat bahwa itu adalah sejenis malaikat seperti tersebut dalam  Surat An-Naba (Wallahu a’lam). Mengenai firman Nya: ‘untuk segala  urusan’, berkata Mujahid bahwa malam itu sejahtera dan selamat dari  segala urusan. Riwayat lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah pada  malam itu setan tidak bisa berbuat kejahatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sedang mengenai ayat  terakhir: ‘Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar’, berkata  Sa’id bin Manshur, ‘berkata kepada kami Hisyam dari Abu Ishaq bin  Asy-Syaib, tentang firman Allah: ‘Untuk segala urusan. Malam itu penuh  kesejahteraan sampai terbit fajar’, ia berkata, para malaikat  menyejahterakan malam Al-Qadr itu bagi para penghuni masjid hingga  terbit fajar.’&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keutamaan lain dari Lailatul Qadar selain dari  surat Al-Qadr, juga dapat dilihat dari hadits Rasulullah SAW:  “Barangsiapa yang beribadah pada malam Al-Qadr karena iman dan  mengharapkan keridhaan Allah, diampunilah dosa-dosanya yang terdahulu.”  (HR. Bukhari – Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu, kapankah Lailatul Qadr tersebut  datang? Mengenai hal ini Al-Hafizh Ibnu Hajar mengatakan bahwa terdapat  sekitar 40 perbedaan pendapat berkenaan dengannya. Beberapa pendapat  mengatakan bahwa ia jatuh pada malam ke-21, sedang sebagian lain  mengatakan malam ke-27 (merupakan salah satu pendapat terkuat) dan masih  banyak lagi, dengan masing-masing hujjahnya. Bahkan sebagian pendapat  mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengetahui pasti kapan  tepatnya Lailatul Qadr tersebut datang. Namun, yang jelas, bahwa  Lailatul Qadr tersebut jatuh di antara 10 malam terakhir dari Bulan  Ramadhan, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Adalah  Rasulullah SAW beri’tikaf pada sepuluh yang akhir dari bulan Ramadhan,  dan beliau bersabda: ‘Hendaklah kalian mencari lailatul qadar pada  sepuluh yang akhir dari bulan Ramadhan.’” (H. R. Bukhari – Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  ini lebih dikhususkan lagi pada malam-malam ganjil pada sepuluh malam  terakhir tersebut, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya  pernah ditampakkan kepadaku lailatul qadar, kemudian dijadikan aku lupa,  atau aku lupa kepadanya, maka hendaklah kalian mencarinya pada sepuluh  malam yang akhir; di malam-malam yang ganjil.” (H. R. Bukhari – Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal  ini lebih dikhususkan lagi pada tujuh malam terakhir, seperti dalam  hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar RA, katanya: “Bahwa ada  beberapa orang sahabat Nabi SAW bermimpi melihat malam Al-Qadr pada  tujuh yang terakhir. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: “Saya melihat  mimpi kalian, saya setuju, yaitu pada tujuh yang akhir. Siapa saja yang  hendak mencarinya, maka carilah pada tujuh yang terakhir.”” (HR. Bukhari  – Muslim). Hal inilah yang juga pernah dikatakan Ibnu ‘Umar RA dalam  salah satu perkataannya: “Hendaklah kalian mencarinya pada sepuluh malam  terakhir! Jika seorang di antara kalian lemah atau tidak mampu, maka  janganlah ia melalaikan tujuh yang tersisa.“ (Riwayat Ahmad, Muslim dan  Thayalisy)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu tandanya seperti yang disebutkan dalam  beberapa riwayat adalah matahari terbit dengan cahaya putih tidak  bersinar-sinar, atau pada riwayat lain matahari terbit dengan tidak  memiliki sinar kuat. Ada pula yang menambahkan dengan tanda-tanda lain.  Namun bagi sebagian pihak hal ini menimbulkan pertanyaan yang banyak dan  diskusi yang panjang, sehingga cukuplah bagi kita untuk giat mencarinya  di antara sepuluh hari/malam yang terakhir tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal yang  perlu diingat di sini, adalah karena penentuan tanggal hijriyah yang  (masih) tidak sama di antara kaum muslimin saat ini, maka mencarinya di  malam sepuluh terakhir secara keseluruhan adalah lebih utama bagi  sebagian pendapat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dirahasiakannya waktu jatuhnya malam Al-Qadr  ini oleh Allah SWT, menurut Yusuf Qaradhawi, mengandung banyak sekali  hikmah. Andaikata kita dapat mengetahui jatuhnya malam Al-Qadr tersebut,  niscaya akan hilang semangat beribadah pada Bulan Ramadhan dengan  mencukupkan diri dengan beribadah hanya pada malam tersebut saja. Dengan  dirahasiakannya waktu malam Al-Qadr tersebut, maka dapat mendorong kita  untuk bersemangat mencarinya terutama di malam-malam akan berakhirnya  bulan Ramadhan. Hal ini akan dapat menjadikan akhir Ramadhan semakin  semarak yang memiliki dampak positif baik untuk masing-masing individu  ataupun bagi jamaah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Saw,  dari Ubadah bin Shamit RA, katanya: “Nabi SAW keluar untuk mengkabarkan  kepada kami perihal lailatul qadar. Kemudian (di tempat kami) ternyata  ada dua sahabat yang sedang berdebat. Maka beliau bersabda kepada  mereka: ’Saya sengaja datang ke sini, untuk memberi kabar tentang  lailatul qadar. Sebab si fulan dengan si fulan bersilang pendapat lalu  diangkat (dari dalam hatiku, sehingga saya lupa ketentuan tanggalnya),  tapi mudah-mudahan itu membawa kebaikan buat kalian.’“ (H. R. Bukhari)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kata  (terjemahan) ’tapi mudah-mudahan itu membawa kebaikan bagi kalian’  diartikan oleh beberapa pendapat bahwa dengan keadaan yang demikian kaum  muslimin akan lebih bersungguh-sungguh untuk mendapatkan malam Al-Qadar  tersebut, sehingga dengan tidak diketahuinya (waktu jatuh malam  tersebut) ibadah yang dilakukan kaum muslimin akan menjadi lebih banyak  dibanding jika kaum muslimin mengetahuinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi kita, kaum  muslimin, mencari dan ’memburu’ malam Al-Qadar tersebut adalah sesuatu  yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini dicontohkan langsung oleh  Rasulullah SAW, yang beliau SAW sendiri sangat giat mencari malam  tersebut dengan semakin banyak beribadah dan mendekatkan diri kepada  Allah SWT, meramaikan malam, membangunkan keluarga dan mempererat  sarungnya (tidak mendekati istri-istri beliau SAW RA, untuk banyak  beribadah).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anjuran-anjuran beliau SAW untuk mengisi malam  Al-Qadar tersebut dengan banyak ibadah terlihat dalam hadits seperti  yang juga telah dituliskan di atas: “Barangsiapa yang beribadah pada  malam Al-Qadr karena iman dan mengharapkan keridhaan Allah, diampunilah  dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Bukhari – Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan juga  sebuah hadits lain yang diriwayatkan dari ’Aisyah RA, katanya: “Saya  bertanya: ’Yaa Rasulullah, bagaimana pendapat Anda seandainya saya tahu  malam jatuhnya lailatul Qadar itu, apakah yang harus saya ucapkan waktu  itu?’ Maka ujar Nabi SAW: ’Katakanlah: Allahumma innaka ’afuwwun  tuhibbul ’afwa fa’fu’annii (Yaa Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf  dan Suka Memaafkan, maka maafkanlah aku ini)’“ (H. R. Ahmad, Ibnu Majah,  Turmudzi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara ringkas, dapat disimpulkan beberapa amaliyah menjaring dan memburu malam Lailatul Qadr sebagai berikut:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1.  Menghidupkan malam Lailatul Qadar adalah bukti keimanan seseorang. Dari  Abu Hurairah RA, bersabda Nabi SAW: “Barangsiapa menghidupkan malam  Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT maka diampuni  dosanya yang terdahulu.” (HR Bukhari, I/61, hadits no. 34)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2.  Menggapai Lailatul Qadar hendaklah dalam keadaan berpuasa: Dari Abu  Hurairah RA Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa menghidupkan malam Lailatul  Qadar dengan iman dan mengharap ridha Allah SWT maka diampuni dosanya  yang terdahulu, dan barangsiapa berpuasa Ramadhan dalam Iman dan  mengharap ridha ALLAH SWT maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.”  (HR Bukhari, VI/468, hadits no. 1768)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Mencari Lailatul Qadar  itu pada 10 malam yang terakhir: Dari Aisyah RA berkata: “Adalah Nabi  SAW biasa mencari Lailatul Qadar pada 10 malam yang terakhir.” (HR  Bukhari, VII/147, hadits no. 1880)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Mencari Lailatul Qadar itu  pada 10 terakhir tersebut terutama pada malam-malam Witirnya: Dari  Aisyah RA: “Adalah Nabi Saw mencari Lailatul Qadar pada malam-malam  witir di 10 hari terakhir.” (HR Bukhari, VII/145, hadits no. 1878)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5.  Hadits paling seringnya tentang Lailatul Qadar adalah tgl 27 tapi  terjadi juga tanggal 23-nya: Dari Abdullah bin Unais RA, bersabda Nabi  Saw: “Aku melihat Lailatul Qadar lalu aku dibuat lupa waktunya, dan  ditampakkan padaku saat Subuhnya aku sujud di tanah yg basah, lalu kata  Abdullah: Maka turun hujan atas kami pada malam 23, maka Nabi SAW shalat  Shubuh bersama kami, lalu beliau SAW pulang dan nampak bekas air dan  tanah di dahi dan hidung beliau SAW, lalu dikatakan: Maka Abdullah bin  Unais berkata tanggal 23 itulah Lailatul Qadar.” (HR Muslim, VI/80,  hadits no. 1997)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Lailatul Qadar itu bisa didapati dalam keadaan  jaga maupun juga dalam kondisi tidur dalam bentuk mimpi yang benar.  Dari Ibnu Umar RA: “Ada beberapa orang laki-laki sahabat Nabi SAW yang  bermimpi melihat Lailatul Qadar pada 7 malam terakhir, maka sabda Nabi  SAW: Aku juga melihat apa yang kalian mimpikan itu jatuhnya pada 7 malam  terakhir, maka barangsiapa yang ingin mencarinya maka carilah pada 7  malam terakhir tersebut.” (HR Bukhari, VII/142, hadits no. 1876)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7.  Lailatul Qadar itu tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak ada  angin, tidak hujan. “Pada malam Lailatul Qadar itu tidak panas dan  tidak dingin, tidak berawan dan tidak hujan dan tidak berangin, tidak  juga terang dengan bintang-bintang, tanda di pagi harinya adalah  Matahari terbit bercahaya lembut.” (HR As-Suyuthi dalam Jami’ Shaghir,  di-shahih-kan oleh Albani dalam Shahihul Jami’, XX/175, no. 9603)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8.  Tapi kadang-kadang Lailatul Qadar itu disertai juga dengan hujan. Dari  Abu Said Al-Khudri RA, bersabda Nabi Saw: “… Aku melihat Lailatul Qadar  lalu aku dibuat lupa kapan waktunya, maka barangsiapa yang ingin  mencarinya maka carilah pada 10 hari terakhir pada malam2 witirnya dan  aku melihat diriku pada malam tersebut sujud di atas tanah yang basah…  Maka kami kembali dan kami tidak melihat ada awan di langit, maka  tiba-tiba ada awan dan turun hujan sampai airnya menembus sela-sela atap  masjid yang terbuat dari pelepah Kurma, maka aku melihat Nabi SAW sujud  di atas tanah yang basah, sampai kulihat bekas tanah yang basah itu di  dahi beliau SAW” (HR Bukhari, VII/174, hadits no. 1895)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Pagi  hari setelah Lailatul Qadar cahaya Matahari putih tapi tidak silau.  Berkata Ubay bin Ka’ab RA: “Demi ALLAH yang Tiada Tuhan kecuali DIA,  sungguh malam tersebut ada di bulan Ramadhan, aku berani bersumpah  tentang itu dan demi ALLAH aku tahu kapan malam itu, yaitu malam yang  kita diperintah Nabi SAW untuk menghidupkannya yaitu malam 27 dan  tanda-tandanya adalah Matahari bersinar di pagi harinya dengan cahaya  putih tapi tidak menyilaukan.” (HR Muslim, IV/150, hadits no. 1272)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10.  Lailatul Qadar hanya bermanfaat bagi orang yang Iman dan mengharap  ridha ALLAH SWT. Dari Abu Hurairah RA, dari Nabi SAW bersabda:  “Barangsiapa yang bangun saat Lailatul Qadar lalu pas melihatnya, lalu  sabda Nabi SAW: Dan orang tersebut beriman dan mengharap ridha ALLAH SWT  maka diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR Muslim, IV/147, hadits no.  1269)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Saat Lailatul Qadar Malaikat yang turun ke bumi lebih  banyak dari Kerikil. Bersabda Nabi Saw: “Lailatul Qadar itu pada malam  27 atau 29, sungguh malaikat yang turun pada saat itu ke bumi lebih  banyak dari jumlah batu kerikil.” (HR Thayalisi dalam Musnad-nya no.  2545; juga Ahmad II/519; dan Ibnu Khuzaimah dalam shahih-nya II/223)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;12.  Doa yang paling utama dan paling dibaca saat Lailatul Qadar. Dari  Aisyah RA: Wahai Rasulullah, menurut pendapatmu jika aku tahu bahwa  malam terjadinya Lailatul Qadar, maka doa apa yang paling baik  kuucapkan? Sabda Nabi SAW: “Ucapkanlah olehmu, Ya ALLAH sesungguhnya  ENGKAU adalah Maha Pemaaf, mencintai orang yang suka memaafkan, maka  maafkanlah aku.” (HR Ahmad, Ibnu Majah dan Tirmidzi, di-shahih-kan oleh  Albani dalam Al-Misykah, I/473 no. 2091)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah SWT Berkenan  menjadikan kita termasuk ke dalam orang-orang yang dapat memanfaatkan  Ramadhan dengan sebaik-baiknya, menjadikan kita termasuk ke dalam  kelompok yang mendapatkan Lailatul Qadr tersebut, dan menjadikan kita  termasuk golongan yang berhasil menyelesaikan Ramadhan ini dengan  sebaik-baiknya sehingga keluar daripadanya sebagai seorang yang bertaqwa  serta dapat mempertahankannya selama-lamanya. Amin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wallahu a’lam Wabillahit Taufiq wal Hidayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;(Rujukan:  Ibnu Katsir, Tafsir Juz ’Amma min Tafsir Al-Quran Al-’Azhim, Sayyid  As-Sabiq, Fiqh Sunnah, Yusuf al-Qaradhawi, Fiqh ash-Shiyam)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-84687945600247487?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/84687945600247487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/berburu-lailatul-qdr-yuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/84687945600247487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/84687945600247487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/berburu-lailatul-qdr-yuk.html' title='Berburu Lailatul Qodr Yuk..'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-C9A5ogVhOaI/TlRaWwR131I/AAAAAAAABEY/5Yr4zPvGv5g/s72-c/1_234257787l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4175458982192536296</id><published>2011-08-03T20:58:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T21:05:25.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Masih Seputar Ramadhan Cuyy... Ok Ok...!</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-1YOYdEmgOxQ/TjoaWU-61MI/AAAAAAAABEQ/efjNOic5Jdg/s1600/223929_155047871239226_132981620112518_304069_4925754_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 195px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-1YOYdEmgOxQ/TjoaWU-61MI/AAAAAAAABEQ/efjNOic5Jdg/s400/223929_155047871239226_132981620112518_304069_4925754_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636846854499652802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://risalahrasul.wordpress.com/2008/09/20/pengertian-syarat-dan-rukun-puasa/" title="Pengertian, Syarat dan Rukun Puasa"&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;SEPUTAR Puasa Cuyyy... (Chek It Dot)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Apa itu Puasa?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;color:black;"   lang="EN-GB" &gt;Puasa ialah menahan diri dari makan dan minum serta melakukan perkara-perkara yang boleh membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sehingga terbenamnya matahari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Hukum Puasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;color:black;"   lang="EN-GB" &gt;Hukum puasa terbahagi kepada tiga iaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Wajib      – Puasa pada bulan Ramadhan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Sunat      – Puasa pada hari-hari tertentu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Haram      – Puasa pada hari-hari yang dilarang berpuasa. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Syarat Wajib Puasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Beragama      Islam &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Baligh      (telah mencapai umur dewasa) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Berakal      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Berupaya      untuk mengerjakannya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Sihat      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Tidak      musafir&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Rukun Puasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Niat      mengerjakan puasa pada tiap-tiap malam di bulan Ramadhan(puasa wajib) atau      hari yang hendak berpuasa (puasa sunat). Waktu berniat adalah mulai      daripada terbenamnya matahari sehingga terbit fajar. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Meninggalkan      sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sehingga masuk matahari.      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Syarat Sah Puasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Beragama      Islam &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Berakal      &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Tidak      dalam haid, nifas dan wiladah (melahirkan anak) bagi kaum wanita &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      yang sah berpuasa. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Sunat Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Bersahur      walaupun sedikit makanan atau minuman &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Melambatkan      bersahur &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Meninggalkan      perkataan atau perbuatan keji &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Segera      berbuka setelah masuknya waktu berbuka &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Mendahulukan      berbuka daripada sembahyang Maghrib &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Berbuka      dengan buah tamar, jika tidak ada dengan air &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Membaca      doa berbuka puasa &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Perkara Makruh Ketika Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Selalu      berkumur-kumur &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Merasa      makanan dengan lidah &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Berbekam      kecuali perlu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Mengulum      sesuatu &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Hal yang membatalkan Puasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Memasukkan      sesuatu ke dalam rongga badan &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Muntah      dengan sengaja &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Bersetubuh      atau mengeluarkan mani dengan sengaja &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;kedatangan      haid atau nifas &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Melahirkan      anak atau keguguran &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Gila      walaupun sekejap &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Mabuk      ataupun pengsan sepanjang hari &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Murtad      atau keluar daripada agama Islam &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Hari yang Disunatkan Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      Senin dan Kamis &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      putih (setiap 13, 14, dan 15 hari dalam bulan Islam) &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      Arafah (9 Zulhijjah) bagi orang yang tidak mengerjakan haji &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Enam      hari dalam bulan Syawal &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;color:black;"   lang="EN-GB"&gt;Hari yang diharamkan Berpuasa&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul type="disc"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      raya Idul Fitri (1 Syawal) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      raya Idul Adha (10 Zulhijjah) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      syak (29 Syaaban) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;Hari      Tasrik (11, 12, dan 13 Zulhijjah) &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:85%;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4175458982192536296?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4175458982192536296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/masih-seputar-ramadhan-cuyy-ok-ok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4175458982192536296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4175458982192536296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/masih-seputar-ramadhan-cuyy-ok-ok.html' title='Masih Seputar Ramadhan Cuyy... Ok Ok...!'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-1YOYdEmgOxQ/TjoaWU-61MI/AAAAAAAABEQ/efjNOic5Jdg/s72-c/223929_155047871239226_132981620112518_304069_4925754_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-7930038823513706793</id><published>2011-08-03T20:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-03T20:52:57.530-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='masjid'/><title type='text'>Info Masjid Kita.. Masji Al-Amin SMAN 37 Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-LOrQzFOOwis/TjoXfDnIkUI/AAAAAAAABEI/eU684NwDIp0/s1600/Foto0027.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-LOrQzFOOwis/TjoXfDnIkUI/AAAAAAAABEI/eU684NwDIp0/s400/Foto0027.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636843705920426306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span jsid="text"&gt;Assalamu'alaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah.. Masjid  Al-Amin SMAN 37 Sudah Pada Tahap Final... Sudah Jadi Semua... Dan kabar  gembira.. Ada Alumni 84 yang mau menginfaqan hartanya untuk Sound  System buat Masjid kita... Semangat dalam Kebaikan...&lt;br /&gt;apalagi dalam Ramadhan nih... Semoga Allah membalas dengan Syurga-Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usman  bin Affan ra berkata dari Nabi Muhammad SAW berkata : "Barang siapa  yang membangun untuk Allah sebuah masjid yang di dalamnya digunakan  untuk berdzikir, maka Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di  dalam surga." (HR Ibnu Majah, Al Abani menyatakan shahih lighoirihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://rohis-sman37.blogspot.com/search/label/masjid" rel="nofollow" target="_blank"&gt;http://rohis-sman37.blogsp&lt;wbr&gt;​ot.com/search/label/masjid&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;&amp;gt; JANGAN Lupa Join Ke Grup FB Masjid SMAN 37 Jakarta :&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=280758781229" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.facebook.com/gr&lt;wbr&gt;​oup.php?gid=280758781229&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-7930038823513706793?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/7930038823513706793/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/info-masjid-kita-masji-al-amin-sman-37.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7930038823513706793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7930038823513706793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/08/info-masjid-kita-masji-al-amin-sman-37.html' title='Info Masjid Kita.. Masji Al-Amin SMAN 37 Jakarta'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LOrQzFOOwis/TjoXfDnIkUI/AAAAAAAABEI/eU684NwDIp0/s72-c/Foto0027.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4762764827423291920</id><published>2011-07-22T08:20:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:57:01.149-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Inspirasi Pelajar Indonesia.. Tak Malu Untuk Kesuksesan..</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-6CIINvWBUa4/TimVc1QkV6I/AAAAAAAABEA/F1sxEw_cqM4/s1600/sri_suryani_100515085210.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 235px; height: 170px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-6CIINvWBUa4/TimVc1QkV6I/AAAAAAAABEA/F1sxEw_cqM4/s400/sri_suryani_100515085210.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5632197131568961442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA--"Maaf, Mas, jam 4 aku  harus ngajar TPA,"  katanya membuka percakapan. Dia terlihat lelah dan  pucat. Memarkir  sepedanya di halaman kantor Dompet Dhuafa Yogyakarta,  gadis itu masih  terengah-engah. "Mau minum?" saya menawarkan. "Terima  kasih, saya  sedang puasa sunnah Senin," jawabnya cepat. Hebat, batin  saya. Perlahan  dia menaruh tas gendongnya di kursi dan mulai bicara.&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gadis   di depan saya adalah Sri Suryani. Dia baru 16 tahun dan saat ini  sedang  bersekolah di salah satu SMA favorit di Yogya. Di sekolah dia  masuk 10  besar. Yanni, berbeda dengan anak seusianya yang sebagian  besar masih  asyik bersenang-senang menikmati masa remaja. Di usia  remaja dia  terpaksa menjadi tulang punggung dan kepala keluarga sejak  2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tahun  2006 ibu saya, Wiji Lestari, meninggal  mendadak di usia 39 tahun, tanpa  sebab apa-apa. Saya masih kelas 2 SMP.  Saat itu saya sedang mengajar di  TPA sore-sore dan tahu-tahu dikabari  bahwa Ibu sudah nggak ada. Tahun  2008, bapak saya, Mujiwal (49),  terkena stroke. Pekerjaannya sehari-hari  sebagai buruh bangunan  berhenti,” tuturnya lugas, seolah semua itu  bukan masalah yang besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejak  itu, Yanni seketika merangkap  jadi kepala keluarga, membiayai dirinya  berikut ayah dan Nugroho,  adiknya yang masih SD. Untuk membiayai  sekolahnya, dia berakit-rakit  dari satu beasiswa ke beasiswa yang lain.  Salah satunya dari Dompet  Dhuafa Yogya, karena sebelumnya dia dibantu  oleh BMT Beringharjo yang  merupakan mitra DD Yogya. Beasiswa ini dia  gunakan untuk membiayai  sekolahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap hari Yanni  berangkat ke sekolah dari rumahnya  di Kampung Bangunrejo, Kelurahan  Kricak, Kecamatan Tegalrejo, Kota  Yogyakarta dengan sepeda. Selepas  sekolah, dia mengajari adiknya  menyelesaikan PR dan segera berangkat  lagi mengajar TPA dan ke tempat  privat sampai malam. Honornya relatif,  rata-rata Rp 400 ribu sebulan  kalau ditotal. Di dusun kecil itu, Yanni  hanya tinggal bertiga, keluarga  besar orang tuanya berada di Klaten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;"Saya  tidak mau merepotkan  dan menjadi beban bagi keluarga besar," katanya.  Lalu kapan belajarnya?  "Saya belajar setiap habis salat tahajud, jam 3  sampai jam 5. Setelah  itu ya resik-resik dan menyiapkan kebutuhan Ayah  dan adik," tuturnya.  Dia mengaku walaupun hanya 2 jam belajar, sudah  cukup untuk memahami  materi. Hasilnya, pada setiap ujian semester,  nilainya cukup memuaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika  ditanya bagaimana reaksi  teman-temannya dengan kondisinya, Yanni  menjawab diplomatis, "Kalau  mereka `kan kebanyakan kondisinya ideal,  jadi tinggal belajar tok! Saya  tetap berhubungan dengan baik dan  menerima ajakan mereka selama tidak  mengganggu amanah saya.” Selepas SMA  tahun depan, cita-citanya hanya  satu, masuk Fakultas Kedokteran UGM,  menjadi dokter dan berkarya di  bidang kesehatan. “Bismillah, semoga  Allah meridai. Saya ingin jadi  direktur sebuah rumah sakit gratis untuk  orang miskin berskala  internasional,” katanya berharap. Yanni mengaku  sering membaca di  koran, banyak keluarga miskin ditolak masuk rumah  sakit karena jatah  Jamkesmas habis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Itu yang salah siapa?  Pemerintah atau  siapa, saya ingin menolong mereka,” ucapnya menerawang.  Cita-citanya  untuk kuliah di Yogya bukan tanpa alasan. Ayah dan adiknya  sangat butuh  perhatiannya. Yanni sendiri sangat berharap, bisa membawa  ayahnya ke  rumah sakit mengobati stroke-nya, agar ayah nya bisa pulih  kembali  seperti sedia kala. Walaupun belum tahu bagaimana dia akan  meraih  cita-citanya, namun setidaknya Yanni sudah memiliki semangat baja  dan  mental tangguh yang jarang dimiliki bahkan oleh orang dewasa sekali   pun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Redaktur:&lt;/strong&gt; irf&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reporter:&lt;/strong&gt; akh&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sumber:&lt;/strong&gt; Dhompet Dhuafa&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4762764827423291920?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4762764827423291920/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/07/inspirasi-pelajar-indonesia-tak-malu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4762764827423291920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4762764827423291920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/07/inspirasi-pelajar-indonesia-tak-malu.html' title='Inspirasi Pelajar Indonesia.. Tak Malu Untuk Kesuksesan..'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-6CIINvWBUa4/TimVc1QkV6I/AAAAAAAABEA/F1sxEw_cqM4/s72-c/sri_suryani_100515085210.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-3661955937531769447</id><published>2011-07-10T06:21:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T06:23:14.661-07:00</updated><title type='text'>Tahun Ajaran Baru, Kelas Baru, Teman Baru, dan SEMANGAT BARU ! (Ulasan Mr.Gami)</title><content type='html'>Assalamualaikum wr.wb&lt;br /&gt;Alhamdulillah,akhirnya kita berjumpa lagi guys, sori ye kalo kemaren-kemaren gue sempat vakum dari mading (biasa orang sibuk..haha). Gak kerasa ye liburan udah berakhir,lagi-lagi ketemu buku pelajaran. Tapi diasikin aja guys,jangan terlalu dianggap beban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh iya gue juga mau ngucapin selamat datang buat para putra-putri terbaik bangsa yang baru masuk di SMA Negeri 37 Jakarta. Disini gue yakin kalian pasti bakal menemukan banyak teman baru dan juga pengalaman baru, mulai dari bisa denger musik (kereta) setiap saat, upacara 3 minggu sekali, dan masih buanyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan buat temen-temen kelas 2 dan kelas 3 gue ucapin selamat datang (lagi) ke sekolah kita tercinta ini. Walaupun dengan kelas baru, suasana baru, dan teman sekelas baru kita tetep mesti harus tingkatin prestasi belajar kita. iye gak? apalagi buat yang kelas 3, belajarnya mesti lebih rajin nih kan dikit lagi kita bakal menghadapi yang namanya UN alias Ujian Nasional (walaupun banyak yang bilang ujian neraka.. hehe)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue juga yakin pasti banyak diantara kalian yang males banget pas masuk sekolah lagi,apalagi pas hari pertama. Lagi enak-enaknya liburan,eh malah udah masuk aja. Ye kan? Yaudahlah guys diasikin aje,ini hak kita lho buat bersekolah. Masih banyak diluar sana teman-teman kita yang gak dapet haknya yang satu ini karena berbagai alasan. So, kita mesti bersyukur guys kita masih bisa sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah makanya guys, buat mencegah kemalasan kita diawal-awal masuk ini, kita mesti punya semangat baru buat menjalani pembelajaran di sekolah. Dan jadikan orang tua sebagai motivasi utama kita buat menggapai prestasi tertinggi di sekolah, iye gak? udeh ganteng,pinter,soleh lagi wedeh siape yang kaga mau? haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke guys,jadi intinya Tahun Ajaran Baru, Kelas Baru, Teman Baru semuanya mesti diimbangin dengan SEMANGAT BARU !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamualaikum Wr Wb&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-3661955937531769447?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/3661955937531769447/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/07/tahun-ajaran-baru-kelas-baru-teman-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3661955937531769447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3661955937531769447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/07/tahun-ajaran-baru-kelas-baru-teman-baru.html' title='Tahun Ajaran Baru, Kelas Baru, Teman Baru, dan SEMANGAT BARU ! (Ulasan Mr.Gami)'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-1214113178860884500</id><published>2011-07-01T01:18:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:57:45.732-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Pohon Apel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-gcy-UE9Z0WI/Tg2Dp1Ma28I/AAAAAAAABD4/dm8NNujMpwI/s1600/LovedAppleTree.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 337px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-gcy-UE9Z0WI/Tg2Dp1Ma28I/AAAAAAAABD4/dm8NNujMpwI/s400/LovedAppleTree.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5624296264332663746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku," kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu," jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata. "Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang." Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita. Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-1214113178860884500?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/1214113178860884500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/07/pohon-apel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1214113178860884500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1214113178860884500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/07/pohon-apel.html' title='Pohon Apel'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-gcy-UE9Z0WI/Tg2Dp1Ma28I/AAAAAAAABD4/dm8NNujMpwI/s72-c/LovedAppleTree.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-452845728782286917</id><published>2011-06-05T08:06:00.000-07:00</published><updated>2011-06-05T08:10:38.190-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Kajian Rohis Nih...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-SITe5fA5FF8/TeucXkWgRzI/AAAAAAAABDw/OZRd13OXPmY/s1600/30506_129929377018605_100000046310019_339428_3958085_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 178px; height: 178px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-SITe5fA5FF8/TeucXkWgRzI/AAAAAAAABDw/OZRd13OXPmY/s400/30506_129929377018605_100000046310019_339428_3958085_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614753289156446002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah kami dari Rohis37 akan mengadakan sebuah kajian mengenai Aliran Sesat. Apalagi belakangan ini banyak pihak yang tidak bertanggung jawab yang memfitnah rohis sebagai bibit-bibit aliran Sesat dan Terorisme. Maka dari itu, kami dari Rohis SMAN 37 akan mengadakan kajian mengenai itu. Meluruskan pandangan yg sebenarnya. Rohis itu Asik. Buktinya banyak yang juara kelas, nilai bagus2, rangking, anak kesayangan guru, ketua kelas, teladan, dll...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul : The Wrong Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 11 Juni 2011 (09.00 - 14.30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara : Ustadz Ismeidas&lt;br /&gt;Bedah film satanisme oleh : Ustadz Budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimeriahkan oleh : Nasyid IsVo37, Marawis37, Hadroh37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;see you guys !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-452845728782286917?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/452845728782286917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/kajian-rohis-nih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/452845728782286917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/452845728782286917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/kajian-rohis-nih.html' title='Kajian Rohis Nih...'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-SITe5fA5FF8/TeucXkWgRzI/AAAAAAAABDw/OZRd13OXPmY/s72-c/30506_129929377018605_100000046310019_339428_3958085_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-7179534387308853998</id><published>2011-06-05T08:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:01:25.146-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Selamat Tinggal Rohisku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak rohis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Selamat Tinggal Rohisku</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-wKceEcUokK8/TeubRATr2yI/AAAAAAAABDo/Wfm2n_k8uis/s1600/24379_1152286666952_1821230414_293760_5827416_n.jpg"&gt;,&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 190px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-wKceEcUokK8/TeubRATr2yI/AAAAAAAABDo/Wfm2n_k8uis/s400/24379_1152286666952_1821230414_293760_5827416_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5614752076890102562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sebuah perasaan yang amat membingungkan yang kini kita rasakan. Sebuah dilema dalam diri ini yang semakin hari, semakin membingungkan. Hanya Allah saja yang dapat menenangkan hati ini.&lt;/span&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Bismillahirrohmanirrohim.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Subhanallah, akhirnya Ana dapat menghirup nafas lega setelah kabar kelulusan itupun menghampiri. Ya benar, Ana sangat senang karena Ana dapat lulus sekolah tingkat SMA dengan hasil keringat sendiri yang telah ditempa selama tiga tahun silam. Bukan dengan cara-cara yang diharamkan oleh Allah untuk menggapai sebuah nilai “&lt;i&gt;kelulusan&lt;/i&gt;” dengan mudah, tentu saja “&lt;i&gt;bocoran&lt;/i&gt;”. Tapi Ana menghindari itu semua, karena Ana yakin bahwa “&lt;i&gt;Allah akan menolong Hamba-hambanya yang menolong Agama-Nya&lt;/i&gt;”. Sungguh sebuah perjalanan hidup yang sangat menyenangkan. Namun ada lagi sebuah perjalanan Ana yang sangat luar biasa. Perjalanan hidup yang hanya didapatkan oleh orang-orang terpilih langsung dari Sang Pencipta. Ya benar sekali, disanalah Ana menemukan Arti Sebuah Kehidupan di masa muda zaman modern seperti ini. Disaat banyak remaja yang tergiur oleh buaian duniawi yang hanya “&lt;i&gt;fana”&lt;/i&gt; semata. Dan disana Ana ditempa menjadi seorang Pemuda yang sesungguhnya. Yaitu pemuda harapan Ummat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sebuah wadah yang penuh dengan kenangan, penuh dengan pengalaman, penuh dengan cobaan, dan penuh dengan tanggung jawab. Itulah &lt;b&gt;Rohis (Rohani Islam)&lt;/b&gt;. Tempat pertama kali Ana bermuara dalam indahnya kata “Perjuangan” yang sebenarnya. Disana Ana ditempa menjadi seorang Pemuda yang sebenarnya. Tidak hanya memikirkan Akademik semata yang dilakukan oleh Pelajar umumnya, namun Ana ditempa menjadi seorang Pelajar yang berakademik baik sekaligus membentuk akhlak yang bai pula. Dan yang tidak ketinggalan lagi, disini Ana dibentuk untuk menjadi “Penyeru” dalam kebaikan, kebenaran, yaitu Penyeru dalam &lt;i&gt;“Kebaikan”&lt;/i&gt;. Itulah Dakwah Sekolah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sungguh luar biasa mereka semua. Disaat orang lain sedang sibuk-sibuknya dalam menggapai kesenangan duniawi, mengejar akademik, menjalin percintaan yang diharamkan, berfoya-foya, dan sebagainya, namun kita dibentuk untuk memperbaiki diri sendiri sekaligus memperbaiki orang lain juga. Memikirkan orang lain juga. Dan Ana yakin sekali suatu hari nanti mereka semua akan menjadi Pemimpin yang luar biasa. Menjadi orang-orang yang akan &lt;b&gt;membentuk Moral sebuah bangsa&lt;/b&gt; ini kedepannya. Minimal pemimpin untuk dirinya sendiri dan keluarganya. Karena mereka semua adalah orang-orang spesial yang pernah Ana kenal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Di awal memasuki pintu &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Gerbang Dakwah Sekolah”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; itulah Ana merasakan sesuatu yang berbeda. Menemukan banyak teman-teman dan sahabat-sahabat perjuangan yang sebenarnya. Yaitu yang selalu menegur kita saat dalam kemaksiatan, kesalahan, dan khilaf. Dan juga mengajak kita selalu dalam menempa diri menjadi Muslim Sejati. Mengajak kita untuk selalu memperbaiki diri ini yang kotor berlumur banyak dosa-dosa. Subhanallah.. Masih terbesit dalam memoriku saat mereka mengirim SMS Tausyiah yang menggelorakan jiwa untuk untuk bangkit menuju kebaikan dan berlomba-lomba menggapai Ridho-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ya. Masih sangat terbesit dan sepertinya takkan terlupakan begitu saja saat kita membuat sebuah acara di Rohis itu. Saat kita menyusun sebuah konsep acara bersama, syuro, diskusi, membentuk kepanitiaan, menyebar proposal, dan menjadi panitia saat hari “H”. Terkadang banyak ide-ide yang bentrok antar panitia. Terutama antar panitia ikhwan dengan akhwat. Masih sangat terbesit dalam memori ini saat gagasa menolak atau merubah konsep yang sangat kontradiksi antar kita. Sampai-sampai ada juga yang kecewa, menangis, sedih, dan sakit hati. Namun setelah itu, kami belajar sebuah arti kedewasaan dalam kehidupan ini. Saling memaafkan dan memahami adalah sebuah kata kunci untuk itu. Alhamdulillah Ya Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ya. Sesuai target kita, banyak anak-anak Rohis yang mendapat juara kelas, nilai yang memuaskan, ikut Olimpiade, OSN, anak kesayangan guru, teladan kelas, dan sebagainya. Itulah kita, &lt;b&gt;&lt;i&gt;pemuda-pemudi Islam yang Cerdas dan Berakhlak baik&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Tak jarang banyak diantara kita yang mendapat penghargaan baik dari sekolah kita. Subhanallah Ana menumak jalan yang benar saat masa muda Ana. Menempa diri menjadi Pemuda-Pemudi Islam sejati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Suatu ketika, kabar yang pasti kan datang tiba juga. Sebuah takdir yang telah Allah tetapkan. Bahwa &lt;i&gt;jika ada Siang, akan ada Malam yang menggantikannya&lt;/i&gt;. Jika ada hari Senin, akan datang hari Selasa. Begitu seterusnya roda kehidupan ini. Jika ada sebuah pertemuan, pastilah ada sebuah perpisahan yang kan terjadi. Itulah yang akan kita hadapi. Dan kini telah terjadi kawanku. Ana sangat sedih saat perpisahan itu datang karena harus menginggalkan sekolah tercinta yang merupakan sebuah Ladang Amal kita untuk mencari Ridho-Nya. Juga sangat sedih saat menginggalkan sebuah wadah yang dahulu Ana diajarkan tentang menemui arti sebuah kehidupan di masa belia ini. Akhirnya perpisahan itu memaksa kita untuk berpisah terhadap teman-teman dan sahabat-sahabat perjuangan kita di Rohis selama ini. Yang penuh dengan senyuman, canda, tawa, keseriusan, kadang pula ada duka yang menghampiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Inilah sebuah dilema dalam diri Ana yang masih terbesit hingga sekarang. Antara senang dan sedih. Senang karena akan terjun baru dalam dunia Dakwah Kampus, yang mempunyai tantangan luar biasa dan akan bertemu juga dengan orang-orang yang luar biasa. Namun disisi lain sedih. Sedih karena harus meninggalkan Rohis. Bukannya Ana sedih karena hal duniawi kawanku. Namun karena Ana sedih, bagaimana dengan Kaderisasi dan Pembinaan akan Rohis kedepannya? Disaat banyak Alumni yang sudah semakin goyang dalam kancahnya untuk menjadi Aktifis Dakwah Sekolah ini karena kesibukan mereka diluar sana. Terlebih lagi saat kita mendapat Pendidikan Kuliah di luar daerah sana yang jauh. Sedih karena khawatir tidak dapat mengontrol adik-adik perjuangan kita di Rohis. Sedih karena ada sebuah pertanyaan besar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i&gt;“Bagaimana Rohis ke-Depannya?”&lt;/i&gt; Sedih karena takut, Ana futur dipertengahan Jalan ini. Memang saat awal-awalnya mempunyai semangat yang membara dan menggebu-gebu, namun saat dipertengahan bahkan akhirnya bagaimana?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ya. Memang benar masih ada teman perjuangan kita yang masih ada disana. Namun apakah itu dapat bertahan lama jika dia seorang diri untuk mengurusi sebuah amanah yang sangat luar biasa? Jika dia futur, siapa yang menggantikan? Sementara kita hanya melihat dan asyik dalam dunia kampus saja. Hanya sebuah sokongan yang dapat Ana berikan, yaitu Do’a Rabithoh untuk menguatkan hati-hati kita dalam perjuangan ini. Dan semoga kita semua menjadi Agent of Leader yang membentok Moral Bangsa ini kedepannya. Walaupun melalui sebuah wadah bernama Rohis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Sedih hati ini saat mengatakan “Selamat Tinggal Rohisku, Selamat Tinggal Sahabatku”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-7179534387308853998?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/7179534387308853998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/selamat-tinggal-rohisku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7179534387308853998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7179534387308853998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/selamat-tinggal-rohisku.html' title='Selamat Tinggal Rohisku'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-wKceEcUokK8/TeubRATr2yI/AAAAAAAABDo/Wfm2n_k8uis/s72-c/24379_1152286666952_1821230414_293760_5827416_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5788573861979008508</id><published>2011-06-02T15:59:00.001-07:00</published><updated>2011-06-02T16:00:26.642-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tarbiyah Ruhiyah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-sRh9wNBV5YE/TegV-cbKsjI/AAAAAAAABDc/-DSmR08xJzQ/s1600/196072_206174776064263_100000152269099_895562_7191528_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 187px; height: 139px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-sRh9wNBV5YE/TegV-cbKsjI/AAAAAAAABDc/-DSmR08xJzQ/s400/196072_206174776064263_100000152269099_895562_7191528_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613761098043535922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Dalam Q.S. Al Anfaal:29&lt;br /&gt;“Hai orang2 yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia   akan memberikan kepadamu ´´furqaan´´ dan menghapuskan segala   kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai   karunia yang besar“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Q.S. Al Hadid:28&lt;br /&gt;“Hai orang2 ynag beriman, bertaqwallah kpd Allah dan beriman kepada   Rasul-Nya niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan   menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu bisa berjalan dan   dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang“&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita renungkan ayat tersebut diatas, maka dengan TAQWA kpd Allah, Allah akan:&lt;br /&gt;1. Memberikan furqaan kepada orang mu´min, yang dgnnya kita dapat membedakan antara yang haq dan yang bathil&lt;br /&gt;2. Mengahapuskan segala kesalahan2 kita&lt;br /&gt;3. Mengampuni dosa2 kita&lt;br /&gt;4. Memberikan cahaya yang akan menerangi kehidupan kita, sehingga kt   akan selalu mendapatkan jalan keluar yang baik dr setiap permasalahan   yang dihadapi&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hakikat Taqwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Taqwa lahir dari konsekuensi logis dari keimanan yyang kokoh, keimanan   yang selalu dipupuk dgn Muroqobatullah, mersa takut terhadap murka dan   adzab-Nya, dan selalu berharap limpahan karunia dan maghfirah-Nya. Atau   seperti yang didefinisikan para ulama: Taqwa adalah hendaklah Allah   tidak melihat kamu berada dalam larangan-larangan-Nya dan tidak   kehilangan kamu dalam perintah-perintah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan untuk mencapai Taqwa&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Muáhadah (Mengingat perjanjian)&lt;br /&gt;“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji….“ (Q.S.An Nahl:91)&lt;br /&gt;Yaitu perjanjian seperti yang terdapat didlm Q.S. Al A´raf:172 dan Al Fatihah:5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Muroqobah (Merasakan kesertaan Allah)&lt;br /&gt;“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (u/ shalat) dan melihat pula   perubahan gerak badanmu diantara orang2 yang sujud“ (Q.S. Asy   Syura:218-219)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Hadist ttg Ihsan:&lt;br /&gt;“Hendaklah kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihat-Nya dan   jika memang kamu tidak melihatNya, maka sesungguhnya Allah melihat  kamu“&lt;br /&gt;Ibadah yang bagaimana yang bisa membuat Allah suka/cinta terhadap   ibadah kita tsbt. Perbanyak Dzikir (mengingat Allah). Imam Hasan Al   Bashri berkata, “Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada seorang   hamba yang selalu mempertimbangkan niatnya. Bila semata-mata karena   Allah maka dilaksanakannya tetapi jika sebaliknya maka ditinggalkannya“.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Macam-macam Muraqobah:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Muroqobah dalam melaksanakan ketaatan kepada-Nya, yaitu dengan Ikhlas&lt;br /&gt;- Muroqobah dalam kemaksiatan adalah dgn taubat, penyesalan dan meninggalkannya secara total&lt;br /&gt;- Muroqobah dalam hal2 yang mubah adalah dgn menjaga adab2 terhadap Allah dan bersyukur atas segala nikmat-Nya&lt;br /&gt;- Muroqobah dalam musibah adalah dengan ridha terhadap ketentuan-Nya serta memohon pertolongan-Nya dgn penuh kesabaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Muhasabah (Interospeksi diri)&lt;br /&gt;“Hai orang2 yang beriman , bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap   diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya u/ hari esok (akhirat)   dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa   yang telah kamu kerjakan“&lt;br /&gt;(Q.S. Al  Hasyr:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Umar al Faruq r.a. berkata, “Hisablah diri kalian sebelum  kalian  dihisab, timbanglah diri kalian sebelum kalian ditm yang agung  (hari  kiamat). Di hari itu kamu dihadapkan kepada pemeriksaan, tiada  yang  tersembunyi dari amal kalian barang satu pun´´&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin bisa memperbaiki diri jika tidak ada muhasabah, tanpa muhasabah maka tidaka akan ada perubahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Muáqobah (Pemberian sanksi)&lt;br /&gt;“Dan dalam qishah itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, wahai   orang2 yang berakal, supaya kamu bertaqwa´´ (Q.S. Al Baqarah:178)&lt;br /&gt;Apabila seorang mu´min menemukan kesalahan maka tidak pantas baginya   untuk membiarkannya. Sebab membiarkan diri dalam kesalahan akan   mempermudah terlanggarnya kesalahan2 yang lain dan akan semakin sulit   untuk meninggalkannya.  Sanksi itu harus dgn sesuatu yang mubah, tidak   boleh dgn sanksi yang haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;. Mujahadah (Optimalisasi)&lt;br /&gt;Mujahadah sebagaimana dl Q.S. Al ankabuut:69&lt;br /&gt;“Dan orang2 yang berjihad u/ (mencari keridhaan) Kami, benar2 akan Kami   tunjukkan kepada mereka jalan2 Kami. Dan sesungguhNya Allah benar2   beserta orang2 yang berbuat baik´´&lt;br /&gt;berarti apabila seorang mu´min terseret dalam kemalasan, santai, cinta   dunia dan tidak lagi melaksanakan amal2 sunnah serta ketaatan lainnya   tepat pada waktunya mala ia harus memaksa dirinya melakukan amal2 sunnah   lebih banyak dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beramal hendaknya jangan seadanya. Bersungguh2lah dalam keadaan  apapun  dan dalam melakukan amalan apa saja. Dalam sebuah Hadist Qudsi:&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah bahwa beliau berkata, Rasulullah   bersabda:“Sesungguhnya Allah berfirman: Tidaklah seorang hamba-Ku   mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai selain dari   amalan2 wajib dan seorang hambaKu senantiasa mendekat kepada-Ku dengan   melakukan amalan2 sunnat, sehingga Aku mencintgainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Aku telah  mencintai-Nya, maka Akulah yang menjadi  pendengarannya dan sebagai  tangan yang digunakannya untuk memeganagn  dan kaki yang dia pakai u/  berjalan dan apabila ia memohon kepada-Ku  pasti Kukabulkan, dan jika  berlindung kepada-Ku pasti Ku lindungi.’’&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5788573861979008508?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5788573861979008508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/tarbiyah-ruhiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5788573861979008508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5788573861979008508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/tarbiyah-ruhiyah.html' title='Tarbiyah Ruhiyah'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-sRh9wNBV5YE/TegV-cbKsjI/AAAAAAAABDc/-DSmR08xJzQ/s72-c/196072_206174776064263_100000152269099_895562_7191528_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4058571032319524314</id><published>2011-06-02T15:49:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:06:51.520-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='curhat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>(Masih) Tentang Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DpL7xD3yQVo/TegVWOh2SeI/AAAAAAAABDU/eQHHF2AAFpc/s1600/183476_205123839502690_100000152269099_887374_7776543_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 249px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DpL7xD3yQVo/TegVWOh2SeI/AAAAAAAABDU/eQHHF2AAFpc/s400/183476_205123839502690_100000152269099_887374_7776543_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5613760407118694882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sudah berapa banyak  mungkin ratusan ribuan, bahkan jutaan hingga   milyaran. Kata cinta  terlontar dari bibir manusia yang rapuh. Dari  mulai  presiden hingga  pengamen, kaum agamis bahkan atheis pun semua  berkata  cinta, cinta dan  cinta. Akan tetapi tentu berbeda konteks,  arti dan  makna dari tiap2  person tersebut dalam berbicara mengenai  cinta.  Seolah-olah dunia ini  menjadi bising karena bunyi dari kata  cinta  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu  juga demikian halnya dengan banyaknya karya seni yang   “mengeksploitasi  cinta” sebut saja mulai dari film, lagu, buku,  lukisan,  cerita rakyat,  dan lain-lainya yang memang sudah terlalu  banyak untuk  dituliskan  dalam media yang terbatas ini. Seakan cinta  menjadi sebuah  tema besar  kehidupan (termasuk tema besar status  facebook). Hidup tanpa  cinta  bagai taman tak berbunga ini menurut Bang  H. Rhoma Irama. Lain  lagi  dengan Agnes Monica yang bilang bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta ini kadang tak  ada  logika (bingung). Menurut Afghan bahwa Cinta  ku bukan cinta biasa  (emang  beda biasa sama yang gak biasa, apa  Ghan?). Bahkan d’Masiv  berbicara  bahwa Cinta ini membunuhku (luar  biasa!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta  sudah menjadi industri sekarang ini dan tak dapat dipungkiri   bahwa  cinta menjadi ladang komersil yang sangat menggiurkan bagi para   kaum  kapitalis. Diciptakanlah momen-momen yang berkenaan dengan cinta,   lalu  kemudian dibuat produk-produk cinta tentang cinta tersebut. Para   kaum  kapitalistik melakukan hal ini juga mengatasnamakan “cinta”. Akan    tetapi cinta terhadap kepentingan dan uang yang akan mereka raih atas    “pengindustrisasian cinta”. Mereka menjual cinta seperti menjual  kacang   goreng dikegelapan malam ditengah ramainya acara pesta rakyat  17   Agustusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah makna cinta itu? Apakah arti cinta  menurut anda?. Setiap orang   tentu mempunyai definisi dan tafsiran yang  berbeda mengenai cinta. Saya   jadi teringat sewaktu masih duduk di  bangku kelas 2 SMP. Guru Bahasa   Indonesia saya pernah mengatakan bahwa  Cinta itu kepanjangan dari  Cerita  Ini Nanti Takkan Ada. Aneh memang,  tapi ada benarnya juga  beliau  berkata seperti itu. Kenapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon  pada suatu hari sebuah riset dilakukan oleh seorang ilmuwan. Ia    meriset mengenai cinta tentang bagaimana perilaku orang yang terkena    cinta dan perlakuan orang-orang terhadap cintanya. Kesimpulan dari    Ilmuwan tersebut menyebutkan bahwa pada masa pacaran (zaman keemasan    orang berbicara cinta) kebanyakan kaum pria yang berbicara dibandingkan    kaum perempuan (merayu dll). Lain lagi ketika pada masa pernikahan    ketika mempunyai anak satu atau dua. Giliran kaum perempuan yang lebih    banyak berbicara ketimbang kaum laki-lakinya (menuntut hak sebagai  istri   dan anak-anaknya).  Pada fase ketiga (fase klimaks) ketika  mempunyai   anak lebih dari dua dan seterusnya. Maka kaum laki-laki dan  kaum   perempuan sama-sama saling berbicara sekuat tenaganya dan  berusaha untuk   saling mengalahkan satu sama lain. Lalu timbul  pertanyaan, siapa yang   akan mendengarkan?. Yang akan mendengarkan  adalah para tetangga dan   anak-anaknya. [^_^]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara cinta saya juga teringat  dengan ungkapan salah satu tetangga   saya. Beliau bilang bahwa cinta itu  seperti (maaf) buang angin. Ketika   ingin dikeluarkan malu, akan tetapi  kalau tidak dikeluarkan juga  dapat  menimbulkan penyakit!!. Dari dua  contoh yang saya sebutkan,  didalam  benak saya, entah kenapa mereka bisa  berkata seperti itu?.  Mungkin  karena pengalaman, guyonan belaka,  ataukah memang seperti itu  perspektif  dan persepsi kebanyakan manusia  tentang cinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa manusia sering sakit terhadap cinta?  Karena ditinjau dari   istilahnya saja, seseorang yang merasakan  hebatnya, dahsyatnya,   indahnya, manisnya cinta dikatakan bahwa ia  sedang “jatuh cinta”. Jika   seseorang jatuh baik sengaja maupun tidak  sengaja. Maka ia akan   merasakan sakit, dan itu pasti tidak bisa tidak  untuk menghindarkan  kata  jatuh dengan kata sakit atau kata yang  bermakna sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan alasan yang kedua adalah karena  kita picik dalam memandang   cinta. Kebanyakan cara pandang dari manusia  picik terhadap cinta itu   sendiri. Kenapa kita bisa berkata bahwa Romeo  itu orang yang ganteng,   tampan plus rupawan. Begitu juga dengan Juliet  kenapa kita bisa yakin   bahwa ia sosok wanita yang cantik, menarik, yang  dapat membuat Romeo   melirik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan  tokoh-tokoh fiktif mengenai kisah romansa cinta   lainnya, seperti  Fachry, Maria, dan Aisyah di film ayat-ayat cinta.  Atau  Isabella Swan  dan Edward Cullen di dalam cerita Twilight (heran,  setan  koq  bisa-bisanya ganteng ya??). Di kisah-kisah lama pun seperti  tak mau   ketinggalan seperti Rahma dan Shinta, Sleeping Beauty, Snow  Whites dan   lain-lain kesemua tokoh-tokoh utamanya (entah kita yang  membayangkan   atau narasi ceritanya memang berkata seperti itu)  pastilah orang-orang   yang mempunyai wajah yang rupawan dan cantik nun  jelita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah   orang-orang yang menjadi musuhnya bisa dibilang memiliki wajah  yang  agak  kurang dibanding tokoh-tokoh utama tersebut. Seakan-akan  tidak ada   cinta untuk orang-orang yang tidak tampan atau cantik  (walaupun ada  yang  bilang bahwa rupawan atau tidaknya itu relative,  tapi realisasinya  yang  jelek itu mutlak hukumnya. Hhehe maaf lho kalau  yang ini mah  bercanda  doang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalaupun ada cerita yang tokoh utamanya  tidak rupawan. Itu hanya   sekedar untuk awalan saja. Toh akhirnya  tokoh-tokoh itu akan menjelma   berubah menjadi sosok pangeran yang  cakep, putri yang cantik dsb,dsb.   Seperti Beauty and the Beast, Princes  Frog, atau kalau di Indonesia  -nya  Lutung Kasarung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan  ketiga menurut saya adalah bahwa manusia sekali lagi    picik/parsial/juz’iyah dalam mengartikan cinta. Karenanya manusia sering    menyandingkan cinta dengan istilah yang menurut saya, aneh. Cinta    pertama salah satu contohya. Kebanyakan ketika seseorang ditanya sejak    kapan ia mulai merasakan cinta pertama. Kebanyakan mereka selalu    menjawab ketika berumur belasan tahun mungkin sekitar 14-18 tahun.    Alangkah malang sekali hidup orang-orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah  semenjak umur  mereka 0 hari sampai dengan usia tersebut, mereka  sama  sekali belum  pernah merasakan cinta?. Padahal semenjak usia 0  hari  mereka itu berada  dalam organ manusia didalam perut yang bernama  RAHIM  (salah satu sifat  Allah yang berarti maha penyayang). Apakah  benar ia  tidak merasakan  cinta Tuhannya pada saat itu?. Atau ketika  orang  tersebut terlahir  kedunia, ia pun disambut dengan air mata cinta  ibunda  dan ayahandanya!!.  Sekali lagi, apakah orang itu tidak  merasakan cinta  kedua orang tuanya  ketika peristiwa itu terjadi?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta  monyet. Apakah cinta monyet itu? Manusia berpikir bahwa cinta   monyet  adalah cinta pada lawan jenis ketika masa kanak-kanak (atau   semacamnya  –lah). Padahal (lagi-lagi menurut saya) monyet itu adalah   binatang  (setuju kan)!!. Apakah kita mau menyamakan ketika diri kita   kanak-kanak  dengan seekor binatang. Cinta binatang justru hanya untuk   memuaskan  naluri kebinatangannya saja. Jarang saya mendengar bahwa ada   pasangan  monyet mempunyai komitmen membina sebuah keluarga, punya anak   keturunan  sampai cucu bahkan cicit dan seterusnya sampai ajal  menjemput  salah  satu dari pasangan monyet tersebut. Pernahkah anda  mendengarnya?.  Cinta  monyet (binatang) ini tak mengenal usia.  Mereka-mereka yang  terlibat  dalam cinta ini, bisa jadi orang yang  sudah dewasa dan juga  remaja.  Banyak juga orang yang menikah secara  tak sengaja (by accident)  karena  cinta monyet (binatang) ini. Cinta  monyet  sama dengan kumpul  kebo  kalau menurut saya. Toh mereka itu  sama-sama binatang -kan?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan  alasan yang keempat adalah manusia sekali lagi   picik/parsial/juz’iyah  dalam hal mencintai. Manusia makhluk yang tak   sempurna akan tetapi juga  terlalu menjadi sempurna (berlebihan) untuk   mencintai sesuatu yang  tidak sempurna. Dalam Al Qur’an Allah telah   berfirman yang artinya  “Dijadikan indah pandangan manusia cinta  terhadap  apa yang diinginkan,  berupa perempuan-perempuan, anak-anak,  harta benda  yang tertumpuk dalam  bentuk emas dan perak, kuda pilihan,  hewan ternak,  dan sawah ladang.  Itulah kesenangan dunia, dan di sisi  Allah –lah  tempat kembali” (QS 3 :  14).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan manusia menjadi indah ketika melihat  hal-hal seperti itu.   Dan ini hanya pandangan bahkan terkadang malah  hanya menjadi  fatamorgana  belaka. Salah seorang teman pernah berkata  bahwa cinta  adalah sebuah  penipuan. Karena didalam cinta (masih menurut  teman  saya) terjadi proses  keberpura-puraan untuk menjadi sosok yang   terlihat sempurna dihadapan  hal-hal yang ia cintai. Manusia menipu   dirinya karena cintanya. Padahal  Allah –lah tempat kembali. Ini   menunjukkan bahwa semua yang sudah  disebutkan akan hilang karena   ketidak sempurnaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencintai hal yang tak sempurna  berarti sudah harus siap resiko   menerima sakit, kecewa perih, atau kata  lain yang bermakna sejenis.   Sangat wajar, karena memang apa yang dapat  kita harapkan dari hal-hal   yang tak sempurna?. Toh semua akan kembali  ke Yang Maha Sempurna Allah   SWT. Sangatlah aneh jika makhluk yang tak  sempurna mengharapkan   kesempurnaan dari hal-hal yang sama seperti  manusia, yaitu   ketidaksempurnaan. Manusia bukan suatu hal yang  sempurna, karena   secantik-cantiknya atau setampan-tampannya perempuan  atau pria. Tetap   saja jika ia buang angin (maaf sekali lagi maaf),  baunya tetap saja   tidak enak!!.&lt;br /&gt;Wa Allahu A'lam Bi Showab&lt;br /&gt;dinarzulakbar_mail@yahoo.com&lt;br /&gt;mukminsehat.multiply.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4058571032319524314?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4058571032319524314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/masih-tentang-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4058571032319524314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4058571032319524314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/06/masih-tentang-cinta.html' title='(Masih) Tentang Cinta'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DpL7xD3yQVo/TegVWOh2SeI/AAAAAAAABDU/eQHHF2AAFpc/s72-c/183476_205123839502690_100000152269099_887374_7776543_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-2374908140212405034</id><published>2011-05-25T16:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-25T16:09:30.177-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Reuni Alumni Rohis 37</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-FXqD0G9Hbcw/Td2L8cQVbgI/AAAAAAAABDM/GnFyBkQHjrk/s1600/pin-Ilmi-2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 153px; height: 153px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-FXqD0G9Hbcw/Td2L8cQVbgI/AAAAAAAABDM/GnFyBkQHjrk/s400/pin-Ilmi-2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610794581266624002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Assalamu'alaikum..&lt;br /&gt;InsyaAllah setelah sekian lama belum diadakannya Reuni Alumni Rohis SMAN 37 Jakarta, kini kami dari ILMI (Ikatan Alumni Rohis) 37 akan mengadakan acara tersebut. Semoga dengan ini kita dapat merajut kembali ukhuwah yang telah lama kita simpul. "Bersama Merajut Ukhuwah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 29 Mei 2011&lt;br /&gt;09.00 - 15.00&lt;br /&gt;Aula SMAN 37 Jakarta&lt;br /&gt;Infaq : 15 rb / Orang (Free Launch, Snack, Souvenir, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acaranya : Temu Kangen, Curhatan Angkatan, Tausyiah, Nostalgia Rohis 37, dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Let's Join....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-dQ4VB_wrY5M/Td2L8K1WLgI/AAAAAAAABDE/5zyMmG0Fi6k/s1600/Reuni%2BILMI%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-dQ4VB_wrY5M/Td2L8K1WLgI/AAAAAAAABDE/5zyMmG0Fi6k/s400/Reuni%2BILMI%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5610794576590024194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-2374908140212405034?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/2374908140212405034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/reuni-alumni-rohis-37.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2374908140212405034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2374908140212405034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/reuni-alumni-rohis-37.html' title='Reuni Alumni Rohis 37'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-FXqD0G9Hbcw/Td2L8cQVbgI/AAAAAAAABDM/GnFyBkQHjrk/s72-c/pin-Ilmi-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-3968510502737435185</id><published>2011-05-18T21:28:00.000-07:00</published><updated>2011-05-18T21:32:22.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Lomba Menulis "Rohis Mengawal Moral Bangsa"</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-2tP-fW89J8Y/TdSdR8oFpqI/AAAAAAAABC8/83pV-riONr8/s1600/abc.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-2tP-fW89J8Y/TdSdR8oFpqI/AAAAAAAABC8/83pV-riONr8/s400/abc.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608280367640716962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yuk ikuti Lomba Menulis Islamedia : Rohis Mengawal Moral Bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belakangan  ini isu-isu miring menerpa Rohis Sekolah dan Rohis Kampus  dengan  pernyataan-pernyataan yang tidak mendasar. Padahal telah banyak   kebaikan-kebaikan yang dihasilkan dari rohis-rohis di sekolah-sekolah   dan kampus-kampus yang telah eksis saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-isu tersebut  akhirnya mebuat cemas beberapa orang tua ketika  anaknya belajar islam di  rohis-rohis sekolah dan kampus yang ada.  Padahal rohis adalah lembaga  yang mendapatkan dukungan penuh dari pihak  sekolah dan kampus karena  efek pengembangan diri positif yang  dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, hayuk  kita menulis tentang rohis di sekolahmu dan juga di  kampus-kampus tempat  kamu menimba pendidikan saat ini, bagaimana efek  positif dan negatifnya  yang kamu rasakan, dan benarkah Rohis sejalan  dengan isu-isu negative  yang ada saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Peserta dibuka untuk tingkat Siswa, Mahasiswa, dan Umum&lt;br /&gt;2. Karya tak akan digunakan panitia tanpa izin pengirim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Karya yang dikirim tidak akan dikembalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jumlah karya yang dikirimkan tak dibatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Karya yang dikirim orisinal, bukan karya orang lain, bukan jiplakan, bukan hasil copy-paste karya orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tema&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua karya harus bertema: “Rohis Mengawal Moral Bangsa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Panjang tulisan minimal 1 halaman A4 dengan margin 2 cm (atas  bawah  kanan kiri), huruf Times new roman ukuran 12 (No spacing)&lt;br /&gt;2. Gaya penulisan menekankan pada topic UMUM DAN SEKITAR KEHIDUPAN PESERTA BERINTERAKSI DENGAN ROHIS.&lt;br /&gt;3. Karya yang dikirmkan harap mencantumkan peserta tingkat.&lt;br /&gt;4. Cantumkan : Nama asli, Alamat email, alamat rumah, sekolah (bagi   tingkat siswa)/kampus (bagi mahasiswa)/pekerjaan (bagi umum), dan nomor   yang bisa dihubungi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengiriman Karya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya dikirimkan ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Email : redaksi_islamedia@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadiah Tiap Kompetisi&lt;br /&gt;Tulisan terbaik untuk tingkat Siswa, Mahasiswa, dan Umum akan mendapatkan hadiah menarik dari Islamedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Penilai Tulisan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Akmal Sjafril, penulis buku "Islam Liberal 101"&lt;br /&gt;2. Eko Novianto, penulis buku "Sudahkah Kita Tarbiyah"&lt;br /&gt;3. Salim A Fillah, penulis buku "Dalam Dekapan Ukhuwah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayuk, ditunggu apalagi, Islamedia menantikan karya-karyamu.&lt;br /&gt;Mari kita tunjukkan Rohis adalah pengawal moralitas bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya diterima paling lambat 15 Juni 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-3968510502737435185?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/3968510502737435185/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/lomba-menulis-rohis-mengawal-moral.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3968510502737435185'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3968510502737435185'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/lomba-menulis-rohis-mengawal-moral.html' title='Lomba Menulis &quot;Rohis Mengawal Moral Bangsa&quot;'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-2tP-fW89J8Y/TdSdR8oFpqI/AAAAAAAABC8/83pV-riONr8/s72-c/abc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8882155350128000696</id><published>2011-05-10T22:42:00.000-07:00</published><updated>2011-05-10T22:44:55.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>"Rohis Competition"</title><content type='html'>Assalamu'alaikum...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirilah...&lt;br /&gt;"Rohis Competition"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semarak kompetisi dalam kebaikan "Fastabiqul Khoirot"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah ada Lomba :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;Ikhwan Only&lt;br /&gt;FUTSAL Cup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;gt;Akhwat Only&lt;br /&gt;Masak-Masak "Sop jadi CAPCAY...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buktikan Jika Kita Pemuda/i Islam yang Kreatif dan Jago dalam Olahraga...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan...? Selasa, 17 Mei 2011 (Tanggal Merah)&lt;br /&gt;08.00 - zuhur (insyaAllah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gratis...&lt;br /&gt;(Just FOR Rohis Kelas 2 dan 1 Aja Loh...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan DAPET HADIAH juga loh yang TERBAIK...&lt;br /&gt;Mau...? Hanya di Rohis37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.rohis-sman37.blogspot.com/" rel="nofollow" target="_blank"&gt;&lt;span&gt;www.rohis-sman37.blogspot.&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;cp : 085692136652&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Created by : ILMI-Rohis 37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-YxenJT7Glik/TcoiLI5nw3I/AAAAAAAABC0/MZIU90RcsiU/s1600/Rohis%2BCompetition%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 380px; height: 569px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-YxenJT7Glik/TcoiLI5nw3I/AAAAAAAABC0/MZIU90RcsiU/s400/Rohis%2BCompetition%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605330260979073906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8882155350128000696?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8882155350128000696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/rohis-competition.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8882155350128000696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8882155350128000696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/rohis-competition.html' title='&quot;Rohis Competition&quot;'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-YxenJT7Glik/TcoiLI5nw3I/AAAAAAAABC0/MZIU90RcsiU/s72-c/Rohis%2BCompetition%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-7153220263176630788</id><published>2011-05-07T16:31:00.000-07:00</published><updated>2011-05-07T16:35:21.930-07:00</updated><title type='text'>MANA YANG HARUS DIUTAMAKAN, TILAWAH ATAU TAHFIDZ ?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: arial;" href="http://3.bp.blogspot.com/-UPiXxVAIoUM/TcXXAuNdVpI/AAAAAAAABCs/2fEW2Ww48DQ/s1600/quran3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 360px; height: 288px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-UPiXxVAIoUM/TcXXAuNdVpI/AAAAAAAABCs/2fEW2Ww48DQ/s400/quran3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604121718736901778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val=""&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Body Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Body Text Indent"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Normal (Web)"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt; &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-priority:99;  mso-style-qformat:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:11.0pt;  font-family:"Calibri","sans-serif";  mso-ascii-font-family:Calibri;  mso-ascii-theme-font:minor-latin;  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-theme-font:minor-fareast;  mso-hansi-font-family:Calibri;  mso-hansi-theme-font:minor-latin;  mso-bidi-font-family:Arial;  mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-size:10pt;" lang="EN-US" &gt;Pertanyaan di atas adalah pertanyaan yang sering tersirat dalam fikiran setiap muslim yang telah memiliki kesadaran untuk berinteraksi dengan Al Qur'an secara intensif. Jadi di satu sisi kondisi ini sudah menunjukkan suatu hal yang positif, namun walaupun demikian, kesadaran ini masih sangat perlu  terus ditingkatkan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;Pertanyaan ini tersirat karena adanya kesadaran akan pentingnya tilawah dan tahfidz  untuk dilaksanakan dengan baik, namun ia merasakan beratnya mengatur waktu dan disiplin yang tinggi, sehingga bingung, yang terkadang dirasuki was-was syetan untuk meninggalkan salah satu atau semuanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;Tilawah dan Tahfidz sesungguhnya merupakan bentuk interaksi dengan Al Qur'an yang memiliki bentuk kesamaan, keduanya mengandalkan kegiatan membaca. Rosulullah saw. memerintahkan keduanya untuk dilaksanakan, tidak ada perbedaan dari salah satunya, bagi yang rajin tilawah dituntut tahfidz walaupun tidak harus 30 juz, begitu juga, bagi yang rajin tahfidz dituntut untuk tilawah. Ingatlah pesan Rosulullah saw. agar umatnya memiliki hafalan Al Qur'an: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;“Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak ada hafalan Al Qur'an, bagaikan rumah yang rusak” . ( HR. Turmudzi. Hasan shohih ) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;Perbedaannya adalah dalam interaksi tahfidz, yang dituntut adalah peningkatan kuantitas membaca, oleh karena itu hakikat tahfidz ( menghafal ) adalah upaya membaca Al Qur'an sebanyak-banyaknya. Secepat apapun kemampuan seseorang dalam menghafal Al Qur'an, kalau setelah itu tidak ada upaya untuk muroja’ah yakni mengulang-ngulang hafalannya, maka tidak akan menjadi suatu hafalan yang lengket dalam fikiran. Betapa banyak orang-orang tua di sekeliling kita yang hafal surat Yaasiin, hanya karena jumlah pembacaannya sudah mencapai ratusan bahkan ribuan kali. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;Umat Islam yang ada di Asia tengah seperti Tajikistan, di antara metode menghafalnya adalah, satu halaman yang akan dihafal di ulang sebanyak tiga ratus lima puluh sampai empat ratus lima puluh kali. Interaksi seperti di atas tidak akan dimiliki oleh orang yang hanya bertilawah saja. Kita berlindung kepada Allah dari ungkapan sebagian tokoh yang mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;”Menghafal Al Qur'an adalah upaya membuang-buang waktu, karena mushaf dan sarana lain untuk membaca Al Qur'an sudah sangat banyak.” Apalah artinya, mushaf, kaset  yang banyak kalau manusianya tidak memiliki kedekatan dengan Al Qur'an, yang dituntut dapat menyimpan Al Qur'an tidak hanya kertas dan kaset, namun hati kitapun sesungguhnya dituntut untuk dapat merekam ayat-ayat Allah. Seorang pakar Ilmu Al Qur'an Dr. Sholaah Abdul Fattah Al Kholidi dalam kitabnya  Mafaatih Lit ta’amul Ma’al Qur’an. ( Kunci berinteraksi dengan Al Qur'an ) mengatakan :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;" class="MsoBodyTextIndent"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;” Seharusnya setiap muslim memiliki tiga waktu dalam setiap harinya untuk Al Qur'an, ada waktu untuk tilawah, ada waktu untuk tadabbur dan ada waktu untuk menghafal.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;Permasalahannya sekarang adalah bagaimana mengkiati waktu kita agar dapat termanfaatkan untuk semua interaksi di atas: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;      1.    Anda harus yakin bahwa pada prinsipnya setiap orang beriman dituntut membaca dan menghafal, keduanya memiliki keutamaan dan peran yang sangat besar dalam pembinaan umat. Untuk itu tanyakan pada diri anda, Untuk apa saya tilawah dan untuk apa saya tahfizh?&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;      2.    Tentukan target yang ingin anda capai dalam tilawah secara bertahap, misalnya dua halaman, lima, sepuluh dan seterusnya sampai mencapai target ideal yang minimalnya satu juz.Begitu juga target tahfidz yang ingin anda capai, misalnya dalam tahun ini saya harus hafal satu juz, dua, tiga dan seterusnya. Sangat dianjurkan menentukan target yang paling terjangkau bagi diri kita, agar dalam pelaksanaannya, kita tidak terbebani oleh perasaan yang dapat membuat kita terbebani sbelum melakukan.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;      3.    Tentukan waktu dan masa yang anda inginkan, misalnya untuk tilawah 15 menit, waktunya setiap maghrib, sedangkan tahfidz 15 menit, waktunya setiap subuh. Usahakanlah disiplin dengan ketentuan yang sudah anda sepakati, niscaya Allah akan memberi kemudahan dan kenikmatan Al Qur'an yang besar.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0cm 4.35pt 0.0001pt 21.3pt; text-align: justify; text-indent: -21.3pt; font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;      4.    Lakukanlah upaya mengqodlok setiap kali anda menyalahi waktu yang telah ditetapkan. Misalnya, jika hari ini anda tidak melakukan, maka besoknya ada rapel tilawah atau tahfidz. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;Hakikat mengkiati waktu adalah upaya untuk mencapai tujuan yang didamba-dambakan, masalahnya sekarang, Benarkah tilawah dan tahfidz sudah menjadi dambaan hidup anda? Mereka yang sudah berhasil melaksanakan program ini dengan baik, pada hakikatnya bukan karena mereka memiliki waktu yang lebih banyak, namun rahasianya hanyalah di balik kemauan dan kedisiplinan. Maka manfaatkanlah hidup ini dengan Al Qur'an. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-size:9pt;" lang="EN-US" &gt;(Ust. Abdul Aziz Abdur Rouf. Lc.) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:lsdexception&gt;&lt;/w:latentstyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-7153220263176630788?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/7153220263176630788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/mana-yang-harus-diutamakan-tilawah-atau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7153220263176630788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7153220263176630788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/mana-yang-harus-diutamakan-tilawah-atau.html' title='MANA YANG HARUS DIUTAMAKAN, TILAWAH ATAU TAHFIDZ ?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-UPiXxVAIoUM/TcXXAuNdVpI/AAAAAAAABCs/2fEW2Ww48DQ/s72-c/quran3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-3587230160304778683</id><published>2011-05-06T18:27:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T07:59:18.682-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah islamiyah'/><title type='text'>Isu Radikalisme dan Efek Buruknya pada Rohis Sekolah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-dR94NQWEUQ4/TcSgzgR7mII/AAAAAAAABCk/Lqz5Z4k82lM/s1600/elam.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 286px; height: 184px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-dR94NQWEUQ4/TcSgzgR7mII/AAAAAAAABCk/Lqz5Z4k82lM/s400/elam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603780643054655618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Berbagai tindakan kelompok radikal terus menyerang Indonesia. Seperti  serangan bom yang menyerang Indonesia secara intensitas begitu banyak  akhir-akhir ini. Dari mulai bom buku yang berskala kecil dan hanya  menimbulkan efek ketakutan, hingga bom bunuh diri yang berskala besar  seperti yang terjadi di Masjid Malporesta Cirebon saat sholat jumat  (15/04).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu  kasus yang kedua adalah pengkaderisasian Negara Islam Indonesia  (NII) KW 9  dengan cara melakukan pencucian otak. Puluhan orang yang  telah menjadi korbannya mengaku didoktrin untuk taat kepada pemimpin  mereka dan mematuhi apa saja yang diperintahkan kepada mereka. Para  korban NII KW 9 kerap menjadi sapi perah bagi gerakan  mereka (NII). Tak  urung setiap mereka yang telah bergabung dengan NII diwajibkan  menyetorkan sejumlah uang sebagai bukti ketaatan pada amir. NII pun  menghalalkan segala cara untuk memperoleh dana, termasuk melalui  indoktrinasi lewat hipnotis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua kasus di atas akhirnya banyak menimbulkan Pro dan Kontra di  kalangan orang awam maupun para ahli. Berbagai statement dikeluarkan,  dari mulai yang hanya bersifat dugaan hingga yang ilmiah. Media-media  pun memfasilitasi ajang pro kontra tersebut. Hampir semua media cetak  maupun elektronik tidak ada yang absen membahas tentang ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rohis tempat subur radikalisasi???&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tapi di balik kasus pro kontra tersebut, yang perlu dicermati adalah  masalah pembentukan opini publik yang menyebutkan bahwa gerakan  keislaman radikal ini digerakkan oleh banyak kaum muda. Atau juga kasus  terungkapnya kader NII yang kebanyakan pelajar dan mahasiswa ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sorotan publik pun berarah ke kegiatan keislaman di lingkungan  sekolah seperti ekstrakulikuler Kerohanian Islam (Rohis).  Ekstrakulikuler yang bergerak dalam bidang pembinaan keislaman pelajar  ini ditengarai menjadi sarana perekrutan kelompok radikal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini pun didukung oleh pernyataan beberapa pakar, seperti  pernyataan Azyumardi Azra, guru besar UIN Syarif Hidayatullah yang  memperingatkan pengelola pendidikan untuk mewaspadai kegiatan ekstra  kurikuler keagamaan yang dikelola siswa serta kegiatan di masjid-masjid  sekolah. Kedua kegiatan tersebut ditengarai sebagai salah satu pintu  masuk paham pendukung kekerasan yang disusupkan pada anak-anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Atau pernyataan Sidney Jones, pakar terorisme internasional yang  mengatakan kegiatan di lembaga Rohis bisa menjadi pintu masuk virus  terorisme karena itu pemerintah harus mengawasi jaringan terorisme masuk  ke wilayah SMP atau SMA melalui kegiatan di lembaga tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sidney juga menyebut kini gerakkan teroris sudah bisa dikatakan  gerakan yang sangat kuat, gerakkan teroris juga bisa tumbuh lewat  studi-studi kajian islam di kalangan pemuda,seperti rohis di sekolah  menengah atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketakutan ini juga berujung dari beberapa pernyataan pihak  pemerintah. Sebagai contoh pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali  yang dimintai Wakil Presiden Budiono untuk meningkatkan kulitas program  keagamaan sekolah untuk menangkal gerakan radikal. (26/04)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Teror Sesungguhnya Terhadap Rohis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena ketakutan berlebih yang disebabkan dugaan sementara dan  pengambilan opini secara parsial mengenai Rohis banyak pihak yang  akhirnya mulai antipati dengan Rohis, termasuk masyarakat. Masyarakat  kini sebagian besar bisa dikatakan termakan opini tadi. Sehingga  terkadang masyarakat juga ikut ketakutan dan melarang anaknya untuk  mengikuti rohis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jelas ini sangat memprihatinkan. Karena bagaimana pun, Rohis jika  dilihat dari konsep pembentukannya, justru salah satunya bertujuan untuk  membendung gerakan radikal ini. Rohis menanamkan perbaikan moral para  pelajar dengan pemberian pemahaman keagamaan yang benar. Lalu,  pembentukan karakter kepribadian pelajar juga dibentuk di Rohis dengan  pemberian alternatif kegiatan keorganisasian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti yang dikutip dari salah satu alumnus Pondok Pesantren Modern  Gontor yang juga anggota komisi I DPR RI, Hidayat Nur Wahid, bahwa  sesungguhnya pernyataan dan opini tersebut adalah teror bagi Rohis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita pun juga harusnya sepakat dengan apa yang dikatakan Mentri  Pendidikan Nasional saat ini, M Nuh yang menjelaskan bahwa sampai  sekarang Rohis masih mengajarkan siswa-siswi di sekolah menengah atas  (SMA) kepada sikap toleransi dan pluralitas Karena itu, ia meminta para  pakar harus hati-hati menyimpulkan jika rohis menjadi pintu masuk dari  akar kekerasan berlatarbelakang agama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perbaikan Citra Rohis&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Harus ada kejelasan sikap di sini, di mana jangan sampai kebanyakan  masyarakat tergeser opininya, yang dulunya menganggap Rohis adalah  tempat para pelajar baik-baik yang mempelajari agama menjadi tempat para  pelajar yang dibina untuk radikalisasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pakar dan pemerintah harusnya yang mampu meluruskan opini ini  dan mengembalikan citra Rohis di mata masyarakat. Jangan sampai  memberikan pernyataan-pernyataan yang bertentangan dengan kondisi  lapangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rohis yang merupakan satu-satunya ekstrakulikuler yang mengajarkan  agama islam haruslah ditanggapi positif oleh berbagai pihak. Jangan  malah Rohis dianggap macam-macam sehingga nantinya Rohis tidak mampu  berkembang dan memiliki kinerja yang baik dalam memperbaiki moral dan  keilmuan pelajar di bidang keagamaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rohis juga harusnya malah menjadi ‘alat’ untuk mampu membendung  radikalisme itu sendiri. Tapi, tidak dengan cara pengaturan yang  berlebih, melainkan dengan pengawasan yang berimbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;----------- &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Seputar Penulis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Elam Sanurihim Ayatuna&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Penulis   adalah Ketua Divisi Operasional Forum Silaturahim Rohis (FORTRIS)   Jakarta dan sekitarnya. Masih aktif bersekolah di SMA N 112 kelas XII.   Pernah menjadi Ketua Kesatuan Aksi Pelajar Muslim Indonesia (KAPMI)   Daerah Jakarta Barat dan Ketua Rohis SMA N 112.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/elam-sanurihim-ayatuna-pelajar-sma-n-112-jakarta-isu-radikalisme-dan-efek-buruknya-pada-rohis-sekolah.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/elam-sanurihim-ayatuna-pelajar-sma-n-112-jakarta-isu-radikalisme-dan-efek-buruknya-pada-rohis-sekolah.htm&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-3587230160304778683?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/3587230160304778683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/isu-radikalisme-dan-efek-buruknya-pada.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3587230160304778683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/3587230160304778683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/isu-radikalisme-dan-efek-buruknya-pada.html' title='Isu Radikalisme dan Efek Buruknya pada Rohis Sekolah'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-dR94NQWEUQ4/TcSgzgR7mII/AAAAAAAABCk/Lqz5Z4k82lM/s72-c/elam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8030765705762549192</id><published>2011-05-05T03:14:00.001-07:00</published><updated>2011-05-05T03:15:56.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>UKHTI CANTIK , ENGKAU ADALAH AURAT...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-4WsBrcPRxb8/TcJ42FSYvMI/AAAAAAAABCc/5mSxMxLhLmk/s1600/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 250px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-4WsBrcPRxb8/TcJ42FSYvMI/AAAAAAAABCc/5mSxMxLhLmk/s400/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5603173756929883330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;BISMILLAHIRROHMANIRROHIM..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikatakan  dalam hadits Rasulullah saw, bahwa wanita adalah aurat. Maka aurat itu  wajib ditutupi. Semua tidak akan terealisasi jika penampilannya selalu  memamerkan aurat, yang senantiasa menebar pesona keindahannya. Keindahan  bentuk tubuh yang memikat, yang telah dianugerahkan oleh Allah SWT  kepadamu, misalnya paras cantik menawan dan memikat hati bagi siapapun  yang melihatmu sampai mengundang decak kagum. Ingatlah! Semua itu akan  ditelan usia. Wajah cantik akan keriput dimakan usia, kemudian mati dan  jadi santapan cacing-cacing tanah dalam kuburnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kecantikan fisik bukanlah menjadi jaminan keimananmu seseorang, lebih-lebih kecantikan itu bisa direkayasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari  dalam hati akan muncul kecantikan yang hakiki. Dari dalam hati pula  munculnya keimanan. Karena baik buruknya seseorang tergantung dari  hatimu. “sesungguhnya, didalam tubuh terdapat segumpal daging, yang  apabila ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak,  maka rusak pulalah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, itulah hati.” (HR.  Bukhari Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agamamu dapat tampak dari luar, tapi  imanmu hanya ada dalam hatimu. Mohonlah kepada Allah SWT untuk  melunakkan hatimu dan membimbingmu ke Shirathal Mustaqim, bukan maqdlubi  alaihim wallad dlaallin&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika mutiara memberi pesona pada wajah yang cantik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan meninggikan kecantikannya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka engkaulah wajah cantik&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang memberi pesona pada mutiara&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tak menghiasimu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tapi ia dihiasi oleh kecantikanmu...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;shared by. RENUNGAN N KISAH INSPIRATIF&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8030765705762549192?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8030765705762549192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/ukhti-cantik-engkau-adalah-aurat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8030765705762549192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8030765705762549192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/ukhti-cantik-engkau-adalah-aurat.html' title='UKHTI CANTIK , ENGKAU ADALAH AURAT...'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-4WsBrcPRxb8/TcJ42FSYvMI/AAAAAAAABCc/5mSxMxLhLmk/s72-c/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-1646300317055267442</id><published>2011-05-04T08:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:01:52.016-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak rohis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Renungkan Kembali Antum Sebagai Kader Rohis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Bx_hEnzYG7A/TcFtCZ8YTxI/AAAAAAAABCU/uBAh9RhIuXY/s1600/DSC02787.JPG"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Bx_hEnzYG7A/TcFtCZ8YTxI/AAAAAAAABCU/uBAh9RhIuXY/s400/DSC02787.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602879299516911378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Renungkanlah ikhwafillah...&lt;p&gt;Antum sebenarnya di Rohis ini mau ngapain? Eksistensi? Cari Jodoh? Cari Pengalaman Saja? Cari Uang? Atau Cari Waktu Kosong Saja?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Renungkanlah  kembali mengapa harus kita yang berada disini. Mengurusi urusan orang  lain untuk menuju kehidupan lebih baik dan menegakan Islam. Juga  menunjukan Islam itu tidak hanya mengaji dan mengaji saja. Namun banyak  yang tertaut dalam Indahnya Islam, Indahnya Menjadi Muslim Sejati,  Indahnya Hidup dalam Naungan Islamiyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun apakah kita  sudah merenungkan kembali mengapa kita berada dalam "Jalan" ini? Jalan  yang panjang, Jalan yang Berliku-Liku, Jalan yang penuh dengan Godaan  dan Tantangan. Bukan jalan yang enak dan melenakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Coba  antum bayangkan, disaat orang lain sedang sibuk dengan pelajaran dan hal  duniawi saja, tapi antum berusaha untuk mengerjakan pekerjaan yang  lebih, yaitu membenahi diri mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan juga  antum membuat program-program yang bermanfaat untuk antum sendiri dan  orang lain? Betapa Istimewanya kita... Bukan lagi memikirkan diri  sendiri saja, namun memikirkan orang lain juga. Belum lagi PR yang  menumpuk, Belum lagi ada Pejerjaan di Rumah, Belum lagi ada Les/Kursus,  dll. Mengapa antum tidak merenungkan kembali mengapa kita berda disini?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya.. Memang ane mengakui kehebatan antum untuk membuat sebuah acara besar dan sedang..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya.. Memang ane mengakui kalau antum lebih hebat dari ane..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ya.. Memang antum lah yang lebih hebat..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun yang harus antum ketahui, Seberapa Dekatnya antum kepada Allah..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah antum menjalankan semua kewajibannya dan juga menjalankan yang di Sunnahkan Rasulullah..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah antum memberi tauladan yang baik kepada teman-teman antum..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah antum menegur teman2 antum yang melakukan maksia..?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudahkah antum mengerjakan "Amar Ma'ruf Nahi Munkar"?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang  Jelas, SEMAKIN antum mengeluarkan program banyak dan besar, ANTUM harus  mempunyai Chargeran IMAN yang lebih.. Karena jika tidak dibarengi  dengan KEIMANAN, antum akan mudah GOYAH dan Tujuan antum Bukan lagi  berorientasi kepada Ridho Allah. Namun mengejar PUJIAN Manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bayangkan Akhi wa Ukhti...&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dalm  hadits Qudsi, Seorang Mujahid Ketika bertemu dengan Allah, dia tidak  masuk syurga, karena yang dia inginkan hanyalah Kegagahan..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang  Penghafal Qur'an dan menjadi Imam ketika bertemu dengan Allah, dia  tidak jadi masuk syurga, karena yang dia niatkan hanyalah pujian Manusia  dengan suaranya yang merdu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang Dermawan ketika bertemu dengan Allah, dia tidak jadi masuk ke Syurga, karena dia berniat karena Ria/Sombong..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika  mendengar kisah ini, seorang SAHABAT Rasulullah langsung menangis dan  pingsan.. Ketika bangun dan mendengarnya kembali, ia kembali pingsan...  Padahal SAHABAT Rasulullah itu adalah orang yang rajin beribadah..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lantas bagaimanakah dengan kita yg sudah ditinggalkan jauh dari Zaman Rasulullah...?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bayangkan Akhi wa Ukhti... Sudahkan antum merenungkan kembali...?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai antum kalah dengan KEBATHILAN...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk  program Dakwah, jangan hanya membuat acara yang Inklusif saja (untuk  internal saja). Namun antum juga harus membuat acara untuk Eksternal  Juga. Rangkul semua.. Jangan hanya di kalangan sendiri saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memang  benar utamakan yang internal dulu, NAMUN Tanggung Jawab Antum Sebagai  Pengurus Rohis dan Seorang Da'i mana terhadap Orang Lain yang sangat  membutuhkan???&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apalagi sekarang sedang beredar kasus NII dan Terorisme..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Antum sudah tau belum dampak buruknya terhadap ROHIS...?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rohis di "blacklist" sebagai salah satu sumber Radikalisasi. (Pernyataan Sydne Jones beberapa waktu lalu)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Juga sebagai celah masuknya NII.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bayangkan  sampai acara rohis, mentoring saja dipantau terus. Dan juga banyak  rohis2 sekolah lain disana yang sudah gulung tikar dan menutup rapat  terhadap Rohis.. Banyak Orang Tua juga meng-Cover anak-anaknya untuk  ikuti program Rohis.. Juga Pandangan Sinis banyak orang terhadap  Rohis...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal Rohis itu adalah Mengajarkan Kita Untuk Mejadi Muslim Sejari (Allah,Rasulullah,Al-Qur'an,Hadits)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sudah  banyak prestasi yang dibawa KADER Rohis. Dari Juara Kelas, Juara  Olimpiade, Juara lomba, rangking 1, Murid terbaik, Murid Tersopan,  Sering mengerjakan PR, Anak Kesayangan Guru, dll. Banyak yang sudah  diukir oleh Rohis. Karena Rohis itu mengajarkan kita untuk menjadi lebih  baik. Muslim yang Cerdas dan Berakhlak Baik..&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dasar "mereka" saja yang tidak senang dengan rohis yang mengaitkan masalah NII dan Radikalisme dengan Rohis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah  Antum Rela Kondisi ini terus memuncak dan semakin para? Media Masa  sudah gencar mem-posting masalah ini. Apakah Antum Diam Saja Akhi wa  Ukhti...?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah antum menunggu sampai penyesalan itu datang dan antum hanya Menangis Saja?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penuhi Tarbiyah Antum.. Penuhi Hari Antum dengan Iman.. Penuhi Diri Antum dengan Ilmu..&lt;/p&gt;&lt;p&gt;lalu Buatlah Program2 yang berguna untuk itu Semua...&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan malah sibuk dengan program, namun tarbiyah dan Iman antum di nomer duakan.. Salah besar.. Harus dibarengi..&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-1646300317055267442?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/1646300317055267442/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/renungkan-kembali-antum-sebagai-kader.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1646300317055267442'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1646300317055267442'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/renungkan-kembali-antum-sebagai-kader.html' title='Renungkan Kembali Antum Sebagai Kader Rohis'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Bx_hEnzYG7A/TcFtCZ8YTxI/AAAAAAAABCU/uBAh9RhIuXY/s72-c/DSC02787.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8720968090070219648</id><published>2011-05-04T08:03:00.000-07:00</published><updated>2011-05-04T08:05:43.681-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Training Kreativitas</title><content type='html'>Assalamu'alaikum... InsyaAllah dalam mengembangkan kreativitas pengurus  dan anggota Rohis kelas XI dan X, kita akan buat program&lt;br /&gt;"Belajar Basic Design Komputer"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatnya  banyak loh.. : Pamflet, Poster, Blog, Film Juga, Spanduk, Kartu Nama,  dll... juga bisa edit artikel di mading rohis loh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaatnya buanyak banget... n GRATIS pula...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga ngikut RUGI lah... Biasanya Mahal kan Beginian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 5 Mei 2011 (14.00 / setelah pulang sekolah)&lt;br /&gt;Jum'at, 6 Mei 2011 (13.00 / setelah sholat jum'at)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, ikutin 2duanya.. karena saling berkesinambungan dan supaya mahir...&lt;br /&gt;Untuk rohis kelas 2 dan 1 WAJIB ikut ya biar jadi Pemuda/i Islam yang Tinggi IPTEK dan IMTAQ nya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Cerdas Berakhlaq....&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-y8OaZ6jVlro/TcFrJWwcceI/AAAAAAAABCM/iyoJu-0qhoI/s1600/training%2Bkreativitas%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 628px; height: 470px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-y8OaZ6jVlro/TcFrJWwcceI/AAAAAAAABCM/iyoJu-0qhoI/s400/training%2Bkreativitas%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5602877219897373154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8720968090070219648?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8720968090070219648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/training-kreativitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8720968090070219648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8720968090070219648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/05/training-kreativitas.html' title='Training Kreativitas'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-y8OaZ6jVlro/TcFrJWwcceI/AAAAAAAABCM/iyoJu-0qhoI/s72-c/training%2Bkreativitas%2Bcopy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5450311326945641272</id><published>2011-04-25T06:06:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:00:01.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kuda Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Hr7_m8NueNY/TbVyPLV1ovI/AAAAAAAABCE/0wXj8VsTs7s/s1600/Horse_03_White.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 302px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Hr7_m8NueNY/TbVyPLV1ovI/AAAAAAAABCE/0wXj8VsTs7s/s400/Horse_03_White.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599507316773069554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yg sangat cantik dan gagah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu  hari, seorg saudagar kaya ingin membeli kuda itu &amp;amp; menawarkan harga  yg sangat tinggi. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.  Teman-temannya menyayangkan &amp;amp; mengejek dia karna tdk menjual kudanya  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan hari nya, kuda itu hilang dr kandangnya. Maka  teman-teman nya berkata : sungguh jelek nasibmu, padahal klo kemarin di  jual kamu kaya, skrg kudamu sdh hilang. Si petani miskin hanya diam  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali bersama 5  ekor kuda lainnya. Lalu teman-teman nya berkata : wah beruntung sekali  nasibmu, ternyata kudamu membawa keberuntungan. Si petani hanya diam  saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, anak si petani yg sedang melatih  kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah. teman-teman nya  berkata : rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat skrg anakmu kakinya  patah. Si petani tetap diam tanpa komentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu kemudian  terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa utk  berperang, kecuali si anak petani karna tdk bisa berjalan. teman-teman  nya mendatangi si petani sambil menangis : beruntung sekali nasibmu  karna anakmu tdk ikut berperang, kami hrs kehilangan anak-anak kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si  petani kemudian berkomentar : Janganlah terlalu cepat membuat  kesimpulan dgn mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu  rangkaian proses. Syukuri &amp;amp; terima keadaan yg terjadi saat ini, apa  yg kelihatan baik hari ini belum tentu baik utk hari esok. Apa yg buruk  hari ini belum tentu buruk utk hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi yg PASTI : Tuhan  paling tahu yg terbaik buat kita.. Bagian kita adalah : "Mengucap  syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam  hidup kita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5450311326945641272?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5450311326945641272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/kuda-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5450311326945641272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5450311326945641272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/kuda-putih.html' title='Kuda Putih'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Hr7_m8NueNY/TbVyPLV1ovI/AAAAAAAABCE/0wXj8VsTs7s/s72-c/Horse_03_White.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8266573621577897243</id><published>2011-04-24T07:46:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T07:57:00.615-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gallery'/><title type='text'>Rihlah.. Go to Satria Mandala</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-hK5X2a09c0Q/TbQ4elrT_UI/AAAAAAAABB8/ascVqvqjz7Y/s1600/23042011_018.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-hK5X2a09c0Q/TbQ4elrT_UI/AAAAAAAABB8/ascVqvqjz7Y/s400/23042011_018.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599162334889377090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-VQ9tiQ9wzJs/TbQ4ealJYwI/AAAAAAAABB0/2JvRXXwHtQg/s1600/23042011_011.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-VQ9tiQ9wzJs/TbQ4ealJYwI/AAAAAAAABB0/2JvRXXwHtQg/s400/23042011_011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599162331910726402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-18sc5yvxpR0/TbQ4eIMzcgI/AAAAAAAABBs/S6bajmgm7Ng/s1600/23042011_007.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-18sc5yvxpR0/TbQ4eIMzcgI/AAAAAAAABBs/S6bajmgm7Ng/s400/23042011_007.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599162326976786946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-CM81vdVrb-I/TbQ4d_UN4FI/AAAAAAAABBk/uaDM9t9ssiY/s1600/23042011.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-CM81vdVrb-I/TbQ4d_UN4FI/AAAAAAAABBk/uaDM9t9ssiY/s400/23042011.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599162324591960146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-VUjrrOqWpbc/TbQ4d1xx-EI/AAAAAAAABBc/Xq5aaC8_OCs/s1600/23042011_016.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-VUjrrOqWpbc/TbQ4d1xx-EI/AAAAAAAABBc/Xq5aaC8_OCs/s400/23042011_016.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5599162322031605826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah.. Pada Sabtu,23 April 2011, Ikhwan Rohis Kelas X Rihlah ke Museum Satria Mandala yang lumayan Jauh dari 37. Walaupun begitu, namun rasa lelah hilang seketika sesampainya kami disana. Karena dapat refreshing dan berfoto ria. (narsisdikit.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hikmah yang dapat kita ambil dari rihlah kali ini :&lt;br /&gt;1. Butuhnya Perjuangan Keras untuk Menggapai Cita-Cita&lt;br /&gt;(layaknya Bangsa Indonesia, berjuang keras untuk menghentikan penjajahan dan menegakan kemerdekaan)&lt;br /&gt;2. Tidak Instan&lt;br /&gt;(Ingin Sukses, Tak ada yang INSTAN. Semua butuh proses. Layaknya pelajar untuk menjadi Rangking 1, harus Belajar)&lt;br /&gt;3. Rubah Sikap&lt;br /&gt;("Allah tak Akan merubah suatu kaum, hingga mereka berusaha untuk merubahnya")&lt;br /&gt;4. Syukuri Nikmat dan Rasa Peduli&lt;br /&gt;(Selayaknya, kita patut untuk mensyukuri nikmat KEMERDEKAAN yang telah Allah berikan. Jangan sampai ini disia-siakan. Coba lihat, bagaimana kondisi negara yg dijajah? Menyedihkan, Menyakitkan, Memprihatinkan. Bayangkan PALESTIN sampai sekaran terjajah. Mereka menangis menyerumu. Kapankan umat Islam kan bersatu?)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8266573621577897243?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8266573621577897243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/rihlah-go-to-satria-mandala.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8266573621577897243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8266573621577897243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/rihlah-go-to-satria-mandala.html' title='Rihlah.. Go to Satria Mandala'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-hK5X2a09c0Q/TbQ4elrT_UI/AAAAAAAABB8/ascVqvqjz7Y/s72-c/23042011_018.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-561391164631226498</id><published>2011-04-24T07:42:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:00:47.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak rohis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>ROHIS : Tetap Eksis Walau Badai Akademis Melanda</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Nampaknya  para pengelola dakwah sekolah sangat perlu mencermati masalah yang satu  ini. Penulis teringat ketika, beberapa tahun silam pernah terlibat  dalam sebuah kegiatan dakwah sekolah bertajuk&lt;strong&gt;“Dahulukan Dakwah, Utamakan Sekolah!”, &lt;/strong&gt;sebuah  tema yang sangat familiar dikalangan ADS karena terlalu seringnya kita  dawamkan kepada para ADS agar senantiasa menjaga keseimbangan antara  aktivitas dakwah dengan tanggungjawab akademis mereka di sekolah.&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Memang,  fenomena klasik berbenturannya aktifitas dakwah dengan tuntutan  akademik sudah sejak lama dialami oleh para ADS, bahkan bukan hanya  terjadi dalam lingkup dakwah sekolah saja melainkan juga lazim terjadi  dalam lingkup dakwah kampus. Ibarat sedang mengarungi lautan, kita  anggap saja fenomena ini sebagai sebuah badai yang mau tidak mau harus  kita hadapi sebagai sebuah resiko kita dalam mengarungi lautan bernama  dakwah sekolah.&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-U2tXXtCm9cA/TbAoCItyq9I/AAAAAAAAASc/aByAEM25XEs/s1600/181743_1595232924265_1339205761_31345731_8372740_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-U2tXXtCm9cA/TbAoCItyq9I/AAAAAAAAASc/aByAEM25XEs/s320/181743_1595232924265_1339205761_31345731_8372740_n.jpg" border="0" width="320" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Biasanya, fenomena ini akan muncul setiap kali mendekati masa ujian semester, kenaikan kelas &lt;strong&gt;dan semakin menjadi dilema bagi ADS tingkat 3 [Kelas XII] &lt;/strong&gt;yang  akan segera berhadapan dengan ujian nasional. Layaknya badai, dampaknya  pun begitu nyata terlihat dengan berkurangnya intensitas keaktifan para  ADS dari kancah kegiatan dakwah sekolah [Rohis]. Perlahan tapi pasti,  berangsur mereka beralih konsentrasi dari mengurusi Rohis ke urusan  akademik, karena mereka akan berhadapan dengan ujian akademis dimana  harapan besar orangtua agar anaknya meraih prestasi terbaik yang menjadi  taruhannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Layaknya  badai pula, biasanya fenomena ini pun akan segera berlalu seiring  dengan berakhirnya momentum ujian-ujian tersebut. Para ADS akan  bergairah kembali menghidupkan agenda Rohis hingga kemudian aktifitas  dakwah pun perlahan akan kembali membaik seperti sediakala. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Namun, &lt;strong&gt;beberapa  tahun belakangan nampaknya badai akademis yang menerpa para ADS terlalu  besar, hingga begitu sulit menata kembali semangat untuk bangkit  menggiatkan agenda-agenda dakwah kembali. Bahkan, Rohis dibeberapa  sekolah kini telah benar-benar hilang tersapu badai akademis&lt;/strong&gt; menyusul  para ADS-nya yang telah lebih dulu tenggelam ditelan badai yang sama.  Mari kita cermati betapa besar pengaruhnya badai akademis tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Badai akademis ini dimulai sekitar enam tahun silam ketika pemerintah [Depdiknas, saat itu] memperkenalkan sebuah &lt;strong&gt;sistem Ujian Nasional&lt;/strong&gt; dengan  disertai standar nilai tertentu sebagai penentu kelulusan seorang  siswa. Terlepas dari segala nilai positif yang coba diwujudkan oleh  pemerintah melalui sistem ini, ke&lt;strong&gt;nyataannya sistem ini menuai  banyak reaksi kontra dikalangan masyarakat. Mulai dari banyaknya  penyelewengan dalam pelaksanaannya hingga masalah penerapan sistem yang  sulit dilakukan secara merata di seluruh wilayah Indonesia&lt;/strong&gt;.  Alih-alih meningkatkan kualitas pendidikan di negeri ini, justru semakin  memperkeruh sistem yang ada. Hingga akhirnya muncullah wacana peniadaan  UN yang sempat memanas beberapa waktu lalu, kekisruhan ini untuk  sementara berakhir dengan keluarnya peraturan terbaru Kementerian  Pendidikan Nasional Nomor 45 tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan  Peserta Didik Pada tingkat SLTP dan SLTA Tahun Pelajaran 2010/2011 yang  menyatakan bahwa UN bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Bagaimanapun  akhir dari kekisruhan sistem pendidikan tersebut, yang jelas kekisruhan  selama lima tahun belakangan ini berdampak sangat signifikan terhadap  keberlangsungan dakwah di sekolah. Dengan berlarut-larutnya masalah  tersebut telah cukup membuat Dakwah Sekolah kita kalang kabut.&lt;strong&gt;Disadari  atau tidak, bertambahnya beban akademis yang diberikan kepada pelajar  menjadi salahsatu menurunnya performa dakwah sekolah kita beberapa tahun  belakangan ini.&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-36tzNMtoxHk/TbAoFV2rl0I/AAAAAAAAASg/fL6mtXx4jxE/s1600/169072_1595236644358_1339205761_31345746_119674_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-36tzNMtoxHk/TbAoFV2rl0I/AAAAAAAAASg/fL6mtXx4jxE/s320/169072_1595236644358_1339205761_31345746_119674_n.jpg" border="0" width="320" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Dengan  dalih mengejar standar nasional tersebut, mulailah beberapa sekolah  menambahkan beban akademis bagi siswanya dengan beragam program yang  tentunya membutuhkan waktu dan perhatian yang lebih dari para siswa.  Bahkan, di banyak sekolah kini jam sekolah diperketat pengawasannya.  Pernah seorang rekan mengalami tindakan “pengusiran” saat melaksnakan  mentoring rutin selepas jam pulang sekolah, padahal sebelumnya kegiatan  mentoring merupakan kegiatan yang telah sangat lumrah dilakukan di  sekolah tersebut, dengan alasan sterilisasi lingkungan sekolah agar para  siswa cepat pulang ke rumah dan punya waktu lebih banyak untuk belajar.  Kejadian ini ternyata juga dialami oleh beberapa rekan pengelola dakwah  di sekolah yang lain, kadang hari Sabtu yang memang di beberapa sekolah  telah disepakati sebagai hari kegiatan ekstrakurikuler pun siswa masih  dijejali dengan bergam kegiatan akademis tambahan. Kalaupun berjalan,  kegiatan ekstrakurikuler biasanya dibatasi hanya sampai pukul 12.00  siang, lagi-lagi dengan alasan peningkatan waktu belajar.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Selain kebijakan pihak sekolah yang semakin &lt;em&gt;over protective&lt;/em&gt;,  ternyata badai ini juga menyebabkan pola pikir dari para siswa [objek  dakwah sekolah] itu sendiri kini berubah menjadi semakin &lt;em&gt;study oriented, &lt;/em&gt;termasuk para ADS juga tak luput terkena imbasnya. Objek dakwah yang terlalu &lt;em&gt;study oriented&lt;/em&gt; akan  menyulitkan kita dalam melakukan rekrutmen-rekrutmen dakwah, karena  rasa-rasanya produk dakwah yang kita tawarkan tak mampu mengalihkan  perhatian mereka dari beban akademis yang mereka hadapi. Sedangkan, ADS  yang terlalu &lt;em&gt;study oriented, &lt;/em&gt;akan membuat agenda-agenda dakwah  terbengkalai. Namun, kurang bijak pula jika kita memaksa para ADS untuk  berkonsentrasi penuh mengurusi dakwah sekolah sementara tanggungjawab  akademis hari demi hari semakin berat dibebankan kepada mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;Hingga  kini, badai akademis terus melanda kita, dan nampaknya belum juga akan  mereda. Saudaraku, bagaimanakah kiat terbaik agar Rohis tetap eksis  ditengah badai akademis??&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(51, 51, 51); font-family: 'lucida grande',tahoma,verdana,arial,sans-serif; font-size: 11px; line-height: 1.5em; margin: 0px; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;Islam&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;edia&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;-&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-561391164631226498?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/561391164631226498/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/rohis-tetap-eksis-walau-badai-akademis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/561391164631226498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/561391164631226498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/rohis-tetap-eksis-walau-badai-akademis.html' title='ROHIS : Tetap Eksis Walau Badai Akademis Melanda'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-U2tXXtCm9cA/TbAoCItyq9I/AAAAAAAAASc/aByAEM25XEs/s72-c/181743_1595232924265_1339205761_31345731_8372740_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-1346766800370236524</id><published>2011-04-18T19:04:00.000-07:00</published><updated>2011-10-20T08:02:51.172-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Seberapa kaya Umar bin Khattab</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-vav7bntshAE/TaztXixUQKI/AAAAAAAABBU/g-p2PsXfQL8/s1600/unta%2Bdi%2Bpadang%2Bpasir.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 132px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-vav7bntshAE/TaztXixUQKI/AAAAAAAABBU/g-p2PsXfQL8/s400/unta%2Bdi%2Bpadang%2Bpasir.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5597109425641111714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama ini, kita hanya mengetahui bahwa hanya ada dua sahabat Rasul yang benar-benar sangat kaya, yaitu Abdurrahman bin Auf dan Ustman bin Affan. Namun sebenarnya, sejarah juga sedikit banyak seperti “mengabaikan” kekayaan yang dipunyai oleh sahabat-sahabat yang lain.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat perkataan Umar bin Khattab bahwa ia tak pernah bisa mengalahkan amal sholeh Abu Bakar? Itu artinya, siapapun tak bisa menandingi jumlah sedekah dan infaqnya Abu Bakar As-Shiddiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, bagaimana dengan kekayaan Umar bin Khattab sendiri? Khalifah setelah Abu Bakar itu dikenal sangat sederhana. Tidur siangnya beralaskan tikar dan batu bata di bawah pohon kurma, dan ia hampir tak pernah makan kenyang, menjaga perasaan rakyatnya. Padahal, Umar adalah seorang yang juga sangat kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wafat, Umar bin Khattab meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta—perkiraan konversi ke dalam rupiah. Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar ra memiliki 70.000 properti. Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk dikonsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitulah Umar. Ia tetap saja sangat berhati-hati. Harta kekayaannya pun ia pergunakan untuk kepentingan dakwah dan umat. Tak sedikit pun Umar menyombongkan diri dan mempergunakannya untuk sesuatu yang mewah dan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir kepemimpinan Umar, Ustman bin Affan pernah mengatakan, “Sesungguhnya, sikapmu telah sangat memberatkan siapapun khalifah penggantimu kelak.” Subhanallah! Semoga kita bisa meneladani Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-1346766800370236524?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/1346766800370236524/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/seberapa-kaya-umar-bin-khattab.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1346766800370236524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1346766800370236524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/04/seberapa-kaya-umar-bin-khattab.html' title='Seberapa kaya Umar bin Khattab'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-vav7bntshAE/TaztXixUQKI/AAAAAAAABBU/g-p2PsXfQL8/s72-c/unta%2Bdi%2Bpadang%2Bpasir.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-848064272140363234</id><published>2011-03-31T05:17:00.000-07:00</published><updated>2011-03-31T05:31:54.843-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jaket Baru Semangat Baru Kawand...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-TyddYfm-PTY/TZRywM0j_FI/AAAAAAAABAs/UeLJRbbozb4/s1600/Foto013.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 310px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-TyddYfm-PTY/TZRywM0j_FI/AAAAAAAABAs/UeLJRbbozb4/s200/Foto013.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590219209874603090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Alhamdulillah... Setelah terkonsep lama, kini akhirnya JAKET/Almamater ROHIS SMAN 37 Jakarta sudah selesai...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini dengan tampilan baru...&lt;br /&gt;Tampilan Two Faces (Bolak-Balik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, Face 1 dengan warna Hijau + Abu-abu.. Dengan Tulisan belakang Kalighrafi Rohani Islam dan www.rohis-sman37.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Face 2, dengan warna biru dongker, dengan tulisan belakang :&lt;br /&gt;- "Muslim Brotherhood", (sebagai kata lain dari persaudaraan Islam, atau Ukhuwah Islamiyah..&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan ini ukhuwah kita kan terjaga)&lt;br /&gt;- "Proud to be a Muslim", (sebagai identitas dan simbol kalau kita bangga dengan Islam dan menjadi seorang Muslim, karena banyak yang tidak bangga dengan ke-Islamannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat Kawand-Kawand... Jangan Jaket saja yang baru, namun SEMANGAT j&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-f67fYsRozmU/TZRzfJ73nSI/AAAAAAAABA0/8C6xttEaNI4/s1600/new%2Bjaket%2B%2528side%2B2%2529%2B-%2B2%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;uga perlu BARU...&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-YyHHu_gzNfc/TZRyvTyHL2I/AAAAAAAABAk/3G8BYb3MDKY/s1600/Foto017.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 270px; height: 203px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-YyHHu_gzNfc/TZRyvTyHL2I/AAAAAAAABAk/3G8BYb3MDKY/s200/Foto017.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590219194563506018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;"Kami Bangga Menjadi Seorang Muslim"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Belajar Menuju Kedewasaan dan Ridho Allah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R_37&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-6OJtY-ew6hU/TZR0CFlnGWI/AAAAAAAABBE/K0n4ctlH-5s/s1600/new%2BJaket%2BFace%2B1%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 280px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-6OJtY-ew6hU/TZR0CFlnGWI/AAAAAAAABBE/K0n4ctlH-5s/s400/new%2BJaket%2BFace%2B1%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590220616682117474" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-o156sGYlCug/TZR0CyeIN0I/AAAAAAAABBM/4V2kBX63Ro8/s1600/new%2Bjaket%2B%2528side%2B2%2529%2B-%2B2%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 242px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-o156sGYlCug/TZR0CyeIN0I/AAAAAAAABBM/4V2kBX63Ro8/s400/new%2Bjaket%2B%2528side%2B2%2529%2B-%2B2%2Bcopy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5590220628730328898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-f67fYsRozmU/TZRzfJ73nSI/AAAAAAAABA0/8C6xttEaNI4/s1600/new%2Bjaket%2B%2528side%2B2%2529%2B-%2B2%2Bcopy.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-848064272140363234?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/848064272140363234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/jaket-baru-semangat-baru-kawand.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/848064272140363234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/848064272140363234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/jaket-baru-semangat-baru-kawand.html' title='Jaket Baru Semangat Baru Kawand...'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TyddYfm-PTY/TZRywM0j_FI/AAAAAAAABAs/UeLJRbbozb4/s72-c/Foto013.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5175343854051341551</id><published>2011-03-27T04:53:00.000-07:00</published><updated>2011-03-27T05:00:43.647-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='isvo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sejarah IsVo (Islamic Voice)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-URZUoxo0VKk/TY8mJFl9J6I/AAAAAAAABAc/2vpLzlNI9u4/s1600/167336_190330130994162_100000515288093_676853_670455_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 244px; height: 183px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-URZUoxo0VKk/TY8mJFl9J6I/AAAAAAAABAc/2vpLzlNI9u4/s200/167336_190330130994162_100000515288093_676853_670455_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588727600152127394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Sejarah IsVo (Islamic Voice)&lt;/strong&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;IsVo adalah sebuah nasyid yang berasal dari SMAN 37 Jakarta, yang diwadahi oleh Rohis37. Awal mula terbentuk &lt;strong&gt;&lt;em&gt;nasyid yaitu sebagai hiburan ala Islami. Hiburan lewat musik namun isinya sarat dengan makna dan nasihat.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  IsVo beraliran Acapella (suara dari mulut tanpa alat musik). Sementara  banyak Tim Nasyid lain yang menggunakan alat-alat, seperti Raihan,  Opick, dll. Namun ada juga yang menggunakan alat yang seadanya seperti  mulut yang diberikan oleh Allah SWT. Awal pembentukan nasyid 37 yaitu  ketika tahun 2009, ketika itu akan dilaksanakan acara buka puasa bersama  pada tahun 2009 silam. Waktu itu pembentukan dadakan tim nasyid 37.  Terbentuk secara tidak sengaja beberapa jam sebelum acara. Dan baru  latihan setengah jam sebelum acara. Pada waktu itu kami bingung memberi  nama Tim Nasyid kami, ada beberapa pilihan, yaitu SENDAL (Senandung  Nasyid Al-Amin), SENAPAN (Senandung Nasyid Pas-Pas-a), atau SENADA  (Senandung Nasyid Dadakan). Dan akhirnya kami beri nama &lt;strong&gt;“SENDAL” Senandung Nasyid Al-Amin&lt;/strong&gt;. Alhamdulillah sangat menghibur penonton. Memang terkesan kocak namun asyik. :)&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-Mar6H4rdino/TY8mIzmgTPI/AAAAAAAABAU/EZRVD2KpCCM/s1600/62232_1422505726193_1339205761_31010915_6052277_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 372px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-Mar6H4rdino/TY8mIzmgTPI/AAAAAAAABAU/EZRVD2KpCCM/s200/62232_1422505726193_1339205761_31010915_6052277_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588727595322592498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada  acara selanjutnya, kami mengisi di acara demo Ekskul Juli 2009 untuk  menarik peserta didik baru masuk ke dalam Rohis. Dan selanjutnya tampil  pada acara Do’a bersama Kelas 3 pada bulan April 2010. Pada waktu itu  personilnya adalah &lt;strong&gt;Taufiq, Ridha, Azzam, Moslem (Alumni 2010), Abu, dan Fadly&lt;/strong&gt;. Sangat antusias penonton bersorak sorai gembira. Saat membawakan nasyid &lt;em&gt;“Sholatuwassalam”&lt;/em&gt;, lagu Michael Jackson &lt;em&gt;“You are not alone”&lt;/em&gt; dengan editan menjadi nasyid.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  ketika menjelang acara kajian Bulanan Rohis yang pertama kali pada  angkatannya Abu (Rohis 2009-2010), kami tampil disana dengan formasi  baru. Angga, Abu, Fadly, Dennis, dan Zubair. Namun itu hanya berlangsung  sementara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini semenjak Demo Ekskul Juli 2010, kami menetapkan personil tetap, yang terdiri dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Noval (Lead Vocal), Dani (Bariton), Achyar (Tenor), Fadly (Tenor/Treble), Dennis (Bass), dan Abu (Perkusi/BitBox).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semenjak itu kami memberi nama &lt;em&gt;“IsVo, Islamic Voice&lt;/em&gt;” yang berarti &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Suara Islami&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Kami tampil pertama kali pada saat demo ekskul 2010. Dan selanjutnya kami tampil pada acara &lt;em&gt;OPERA “Open House Rohis”&lt;/em&gt; 2010. Next, kami tampil pula pada acara Buka Bersama Di SMA 37. Dengan membawakan lagu “Sholatuwassalam&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat acara penyambutan bulan suci Ramadhan, IsVo tampil pula dengan membawakan nasyid berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;T4(Tasbih, Tahmid, Tahlil, Takbir)-Tashiru, Senandung Rindu-Justice Voice, dan lagu andalan Sholatuwassalam.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu  ketika kami dihubungi dari sebuah kantor di daerah Kuningan, dekat  dengan 21 Kuningan. Alhamdulillah kami berkesampatan mengisi di acara  tersebut dengan rencana membawakan lagu &lt;em&gt;Sholatuwassalam, dan Demi Masa (acapella)&lt;/em&gt;. Alhamdulillah perform kami sangat menghibur para karyawan dan para atasan perusahaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya kami diminta untuk tampil pada acara Halal Bi Halal Guru dan Karyawan SMAN 37 Jakarta. Disini kami membawakan lagi &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kasih Putih, Demi Masa, dan Sholatuwassalam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Alhamdulillah lancar pula. Sebelumnya, pada Ramadhan 2010 kami sempat mengikuti lomba yang diadakan dari &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“PocariSweet”&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Dan Alhamdulillah kami memperoleh juara harapan satu dan mendapat uang tunai sebesar &lt;strong&gt;&lt;em&gt;1,5jt&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Setelah itu kami berniat untuk membeli sebuah seragam untuk Tim. Dan kami pakai pada acara Halal Bi Halal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat acara PENSI 37 yang diadakan OSIS, kami juga turut berpartisipasi menyumbang dua buah lagu yang berjudul &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kasih Putih (namun versi BitBox), dan You Are Not Alone&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;  dengan beberapa bahasa, yaitu Inggris, Jepang, Indonesia, dll. Dan  subhanallah penonton pun antusias mendengarkan suara kami yang sumbang  ini. Karena suaranya memang sumbangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan pada penampilan berikutnya yaitu ketika acara &lt;em&gt;Maulid Nabi Muhammad SAW 2011&lt;/em&gt;. Disini kami membawakan lagu baru berjudul Neo Sholawat dengan beberapa bahasa pula. Yaitu&lt;strong&gt;&lt;em&gt; Arab, Inggris, Indonesia, Cina, Sunda, Jawa, dan Minang&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.  Namun sayang sekali terdapat beberapa gangguan teknis dari segi Sound  system. Pada ssat pertengahan lagu, seketika Sound Systemnya mati total.  Tapi tidak mengapa, yang penting kami dapat menghibur penonton dengan  lantunan lirik Islami. Karena tujuan kami adalah berdakwah melalui lirik  yang sarat dengan makna dan nasihat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selanjutnya akan dibentuk Isvo Generasi Dua. Siapa Selanjutnya...?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5175343854051341551?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5175343854051341551/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/sejarah-isvo-islamic-voice.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5175343854051341551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5175343854051341551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/sejarah-isvo-islamic-voice.html' title='Sejarah IsVo (Islamic Voice)'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-URZUoxo0VKk/TY8mJFl9J6I/AAAAAAAABAc/2vpLzlNI9u4/s72-c/167336_190330130994162_100000515288093_676853_670455_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5419693034806132038</id><published>2011-03-25T16:08:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T16:14:12.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><title type='text'>~::*ETIKA DAN BATAS PERGAULAN ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN DALAM ISLAM*::~</title><content type='html'>&lt;p&gt; oleh Muslimah Sholehah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;...السلام عليكم ورحمة الله و بركاته&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;1. MENUNDUKKAN PANDANGAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH memerintahkan kaum lelaki untuk menundukkan pandangannya, sebagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;firman-NYA;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.(An-Nuur: 30)&lt;br /&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-ebmkgz2P1to/TY0YqkY-NXI/AAAAAAAAASM/4JKfBhqByoY/s1600/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://lh6.googleusercontent.com/-ebmkgz2P1to/TY0YqkY-NXI/AAAAAAAAASM/4JKfBhqByoY/s400/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg" width="400" border="0" height="248" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana hal ini juga diperintahkan kepada kaum wanita beriman, ALLAH berfirman;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.(An-Nuur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MENUTUP AURAT:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ALLAH berfirman dan jangan lah mereka mennampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak daripadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaklah mereka melabuhkan kain tudung ke dadanya.(An-Nuur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga Firman-NYA;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan  isteri-isteri orang mukmin: Hendaklah mereka melabuhkan jilbabnya ke  seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah  dikenali, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha  Pengampun lagi Maha Penyayang.(an-Nuur: 59).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah menutup aurat juga berlaku bagi semua jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Daud Said al-Khudri r.a. berkata:&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: Janganlah seseorang lelaki memandang aurat  lelaki, begitu juga dengan wanita jangan melihat aurat wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. ADANYA PEMBATAS ANTARA LELAKI DENGAN WANITA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada sebuah keperluan terhadap kaum yang berbeza jenis, harus  disampaikan dari balik tabir pembatas. Sebagaimana firman-NYA;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila kalian meminta sesuatu kepada mereka (para wanita) maka mintalah dari balik hijab. (Al-Ahzaab: 53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. TIDAK BERDUA-DUAAN DI ANTARA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LELAKI DAN WANITA:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas r.a. berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah seorang lelaki berdua-duaan (khalwat) dengan wanita kecuali bersama mahramnya.(Hadis Riwayat Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Samurah berkata; Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah salah seorang dari kalian berdua-duan dengan seorang wanita,  kerana syaitan akan menjadi ketiganya.(Hadis Riwayat Ahmad &amp;amp;  Tirmidzi dengan sanad yang sahih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. TIDAK MELUNAKKAN UCAPAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Percakapan): Seorang wanita dilarang melunakkan ucapannya ketika berbicara selain kepada suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman ALLAH SWT;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain,  jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara  (berkata-kata yang menggoda) sehingga berkeinginan orang yang ada  penyakit di dalam hatinya tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang  baik. (Al-Ahzaab: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam Ibnu Kathir;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah beberapa etika yang diperintahkan oleh ALLAH kepada para  isteri Rasulullah SAW serta kepada para wanita mukminah lainnya, iaitu  hendaklah dia kalau berbicara dengan orang lain tanpa suara merdu, dalam  pengertian janganlah seorang wanita berbicara dengan orang lain  sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.(Tafsir Ibnu Kathir 3/350)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. TIDAK MENYENTUH KAUM BERLAWANAN JENIS:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih  baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginya.(Hadis  Hasan Riwayat Thabrani dalam Mujam Kabir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aishah berkata;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi ALLAH, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat.(Hadis Riwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebahagian etika pergaulan lelaki dan wanita selain mahram, yang  mana apabila seseorang melanggar semuanya atau sebahagiannya saja akan  menjadi dosa zina baginya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW; Dari Abu  Hurairah .a. dari Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ALLAH menetapkan untuk anak adam bahagiannya dari zina,  yang pasti akan mengenainya. Zina mata dengan memandang, zina lisan  dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan-angan, lalu  farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya.(Hadis Riwayat  Bukhari, Muslim &amp;amp; Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal ALLAH SWT telah melarang perbuatan zina dan segala sesuatu yang  boleh mendekati kepada perbuatan zina. Sebagaimana Firman-NYA;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-ebmkgz2P1to/TY0YqkY-NXI/AAAAAAAAASM/4JKfBhqByoY/s1600/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk. (Al-Isra: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat...&lt;br /&gt;Oleh:Admin-Muslimah sholehah..http://www.facebook.com/profile.php?id=100002037549254&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5419693034806132038?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5419693034806132038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/dan-batas-pergaulan-antara-lelaki-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5419693034806132038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5419693034806132038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/dan-batas-pergaulan-antara-lelaki-dan.html' title='~::*ETIKA DAN BATAS PERGAULAN ANTARA LELAKI DAN PEREMPUAN DALAM ISLAM*::~'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-ebmkgz2P1to/TY0YqkY-NXI/AAAAAAAAASM/4JKfBhqByoY/s72-c/31224_1253481988194_1563892837_30537186_3818957_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4892738490716371390</id><published>2011-03-25T16:07:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T16:08:07.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Jadi Ikhwan jangan cengeng Napah...?</title><content type='html'>Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dikasih amanah pura-pura batuk..&lt;br /&gt;Nyebutin satu persatu kerjaan biar dikira sibuk..&lt;br /&gt;Afwan ane sakit.. Afwan PR ane numpuk..&lt;br /&gt;Afwan ane banyak kerjaan, kalo nggak selesai bisa dituntut..&lt;br /&gt;Afwan ane ngurus anu ngurus itu jadinya suntuk..&lt;br /&gt;Terus dakwah gimana? digebuk?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dikit-dikit dengerin lagunya melankolis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-PKTW4aqxgLY/TYXh7L7Vj9I/AAAAAAAAASA/8wcQaou4jbw/s1600/hijrah.gif" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="https://lh3.googleusercontent.com/-PKTW4aqxgLY/TYXh7L7Vj9I/AAAAAAAAASA/8wcQaou4jbw/s1600/hijrah.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ke-GR-an tuh kalo ente melilit..&lt;br /&gt;Kesehariannya malah jadi genit..&lt;br /&gt;Jauh dari kaca jadi hal yang sulit..&lt;br /&gt;Hati-hati kalo ditolak, bisa sakiiiittt…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Dikit-dikit SMSan sama akhwat pake Paketan SMS biar murah..&lt;br /&gt;Rencana awal cuma kirim Tausyiah..&lt;br /&gt;Lama-lama nanya kabar ruhiyah.. sampe kabar orang rumah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terselip mikir rencana walimah?&lt;br /&gt;Tapi nggak berani karena terlalu wah!&lt;br /&gt;Akhirnya hubungan tanpa status aja dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Abis nonton film palestina semangat membara..&lt;br /&gt;Eh pas disuruh jadi mentor pergi entah kemana..&lt;br /&gt;Semangat jadi penontonnya luar biasa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nggak siap jadi pemainnya.. yang diartikan sama dengan hidup sengsara..&lt;br /&gt;Enak ya bisa milih-milih yang enaknya aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ngumpet-ngumpet buat pacaran..&lt;br /&gt;Ketemuan di mol yang banyak taman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang sih nggak pegangan tangan..&lt;br /&gt;Cuma lirik-lirikkan dan makan bakso berduaan..&lt;br /&gt;Oh romantisnya, dunia pun heran..&lt;br /&gt;Kalo ketemu Murabbi atau binaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau taruh di mana tuh muka yang jerawatan?&lt;br /&gt;Oh malunya sama Murabbi atau binaan?&lt;br /&gt;Sama Allah? Nggak kepikiran..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting nyes nyes romantis semriwing asoy-asoy-yaannn. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Disuruh infaq cengar-cengir. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat beli tabloid bola nggak pake mikir..&lt;br /&gt;Dibilang kikir marah-marah dah tuh bibir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suruh tenang dan berdzikir..&lt;br /&gt;Malah tangan yang ketar-ketir. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Leher saudaranya mau dipelintir!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Semangat dakwah ternyata bukan untuk amanah..&lt;br /&gt;Malah nyari Aminah..&lt;br /&gt;Aminah dapet, terus Walimah..&lt;br /&gt;Dakwah pun hilang di hutan antah berantah..&lt;br /&gt;Dakwah yang dulu kemanakah?&lt;br /&gt;Dakwah kawin lari.. lari sama Aminah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh duh… Amanah Aminah..&lt;br /&gt;Dakwah.. dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalah sama Aminah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Buka facebook liatin foto akhwat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dicari yang mengkilat..&lt;br /&gt;Kalo udah dapet ya tinggal sikat..&lt;br /&gt;Jurus maut Ikhwan padahal gak jago silat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalammu’alaykum Ukhti, salam ukhuwah.. udah kuliah? Suka coklat?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disambut baik sama ukhti, mulai berpikir untuk traktir Es Krim Coklat ..&lt;br /&gt;Akhwatnya terpikat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau juga ditraktir secara cepat..&lt;br /&gt;Asik, akhirnya bisa jg ikhtilat…&lt;br /&gt;yaudah.. langsung TEMBAK CEPAT!&lt;br /&gt;Akhwatnya mau-mau tapi malu bikin penat..&lt;br /&gt;badan goyang-goyang kayak ulat..&lt;br /&gt;Ikhwannya nyamperin dengan kata-kata yang memikat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasusnya sih kebanyakan yang ‘gulat’..&lt;br /&gt;Zina pun menjadi hal yang nikmat..&lt;br /&gt;Udah pasti dapet laknat..&lt;br /&gt;Duh.. maksiat.. maksiat…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ilmu nggak seberapa hebat..&lt;br /&gt;Udah mengatai Ustadz..&lt;br /&gt;Nyadar diri woi lu tuh lulusan pesantren kilat..&lt;br /&gt;Baca qur’an tajwid masih perlu banyak ralat..&lt;br /&gt;Lho kok udah berani nuduh ustadz..&lt;br /&gt;Semoga tuh otaknya dikasih sehat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Status facebook tiap menit ganti..&lt;br /&gt;Isinya tentang isi hati..&lt;br /&gt;Buka-bukaan ngincer si wati..&lt;br /&gt;Nunjukkin diri kalau lagi patah hati..&lt;br /&gt;Minta komen buat dikuatin biar gak mati bunuh diri..&lt;br /&gt;Duh duh.. status kok bikin ruhiyah mati..&lt;br /&gt;Dikemanakan materi yang ustadz sampaikan tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ngeliat ikhwan-ikhwan yang lain deket banget sama akhwat mau ikutan..&lt;br /&gt;Hidup jadi kayak sendirian di tengah hutan rambutan..&lt;br /&gt;Mau ikutan tapi udah tau kayak gitu nggak boleh.. tau dari pengajian..&lt;br /&gt;Kepala cenat-cenut kebingungan. .&lt;br /&gt;Oh kasihan.. Mendingan cacingan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;Ngeliat pendakwah akhlaknya kayak preman..&lt;br /&gt;Makin bingung nyari teladan..&lt;br /&gt;Teladannya bukan lagi idaman..&lt;br /&gt;Hidup jadi abu-abu kayak mendungnya awan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau jadi putih nggak kuat nahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah biarlah kutumpahkan semua dengan cacian makian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya aku ikut-ikutan jadi preman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teladan pun sekarang ini susah ditemukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diajakain dauroh alasannya segudang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semangat cuma pas diajak ke warung padang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau maen game bola sampe begadang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata tidur pas ada lantunan tilawah yang mengundang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi mata kebuka lebar waktu nyicipin lauk rendang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duh.. berdendang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangga disebut ikhwan.. hati jadi wah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jarang banget yang namanya tilawah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ada sering baca komik naruto di depan sawah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup sekarang jadinya agak mewah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mewah emang sah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi.. kesederhanaan yang dulu berakhir sudah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulunya di dakwah banyak amanah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang katanya berhenti sejenak untuk menyiapkan langkah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi entah kenapa berdiamnya jadi hilang arah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya timbul perasaan sudah pernah berdakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa lebih senior dan lebih mengerti tentang dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak baru dipandang dengan mata sebelah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diam dalam singgasana kenangan dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari situ bilang.. Dadaaahhh.. Saya dulu lebih berat dalam dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutin perjuangan saya yah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak punya duit jadinya nggak dateng Liqo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak ada motor yaa halaqoh boro-boro..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murabbi ikhlas dibikin melongo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Binaan nggak ada satupun yang ngasih info..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngeliat binaan malah pada nonton tv liat presenter homo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapula yang tidur sambil meluk bantal guling bentuk si komo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh noo…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi Ikhwan jangan cengeng…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi… banyak sekali sebenarnya masalah Ikhwan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun harokahnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. Di saat engkau tak mengambil bagian dari dakwah ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka akan makin banyak Ikhwan lain yang selalu menangis di saat mereka  mengendarai motor.. Ia berani menangis karena wajahnya tertutup helm… Ia  menangis karena tak kuat menahan beban amanah dakwah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. Di saat engkau kecewa oleh orang yang dulunya engkau percaya..  Ikhwan-ikhwan lain sebenarnya lebih kecewa dari mu.. mereka menahan dua  kekecewaan.. kecewa karena orang yang mereka percaya.. dan kecewa karena  tidak diperhatikan lagi olehmu.. tapi mereka tetap bertahan.. menahan  dua kekecewaan… karena mereka sadar.. kekecewaan adalah hal yang  manusiawi.. tapi dakwah harus selalu terukir dalam hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. disaat engkau menjauh dari amanah.. dengan berbagai alasan..  sebenarnya, banyak ikhwan di luar sana yang alasannya lebih kuat dan  masuk akal berkali-kali lipat dari mu.. tapi mereka sadar akan tujuan  hidup.. mereka memang punya alasan.. tapi mereka tidak beralasan dalam  jalan dakwah.. untuk Allah.. demi Allah.. mereka.. di saat lelah yang  sangat.. masih menyempatkan diri untuk bangun dari tidurnya untuk  tahajjud.. bukan untuk meminta sesuatu.. tapi mereka menangis.. curhat  ke Allah.. berharap Allah meringankan amanah mereka.. mengisi perut  mereka yang sering kosong karena uang habis untuk membiayai dakwah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. Sungguh.. dakwah ini jalan yang berat.. jalan yang terjal.. Rasul  berdakwah hingga giginya patah.. dilempari batu.. dilempari kotoran..  diteror.. ancaman pembunuhan….. dakwah ini berat akhi.. dakwah ini bukan  sebatas teori.. tapi pengalaman dan pengamalan… tak ada kata-kata  ‘Jadilah..!’ maka hal itu akan terjadi.. yang ada ‘jadilah!’ lalu kau  bergerak untuk menjadikannya. . maka hal itu akan terjadi.. itulah  dakwah… ilmu yang kau jadikan ia menjadi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi.. jika saudaramu selalu menangis tiap hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bolehkah mereka meminta sedikit bantuanmu..? meminjam bahumu..? berkumpul dan berjuang bersama-sama…?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar mereka dapat menyimpan beberapa butir tangisnya.. untuk berterima kasih padamu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga untuk tangis haru saat mereka bermunajat kepada Allah dalam sepertiga malamnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah.. Terimakasih sudah memberi saudara seperjuangan kepadaku..  demi tegaknya Perintah dan laranganMu… Kuatkanlah ikatan kami…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam  cinta kepada-Mu, bertemu dalam taat kepada-Mu, bersatu dalam da’wah  kepada-Mu, berpadu dalam membela syariat-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaa Allah, kokohkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukillah  jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan cahaya-Mu yang tidak  pernah pudar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan  keindahan bertawakal kepada-Mu. Hidupkanlah hati kami dengan ma’rifat  kepada-Mu. Matikanlah kami dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Engkaulah Sebaik-baik Pelindung dan Sebaik-baik Penolong.  Yaa Allah, kabulkanlah. Yaa Allah, dan sampaikanlah salam sejahtera  kepada junjungan kami, Muhammad SAW, kepada para keluarganya, dan kepada  para sahabatnya, limpahkanlah keselamatan untuk mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aamiin Allahumma aamiin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip dari tausiyah seorang sahabat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islamedia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4892738490716371390?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4892738490716371390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/jadi-ikhwan-jangan-cengeng-napah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4892738490716371390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4892738490716371390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/jadi-ikhwan-jangan-cengeng-napah.html' title='Jadi Ikhwan jangan cengeng Napah...?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-PKTW4aqxgLY/TYXh7L7Vj9I/AAAAAAAAASA/8wcQaou4jbw/s72-c/hijrah.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-7927821613325238963</id><published>2011-03-25T16:04:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T16:06:53.326-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>dari beberapa Dosa Besar yang sering dilakukan Manusia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-f7UosMGKVtk/TY0f7D7AffI/AAAAAAAABAM/smQlTLZIKOE/s1600/dosa%252Bjangn.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 346px; height: 421px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-f7UosMGKVtk/TY0f7D7AffI/AAAAAAAABAM/smQlTLZIKOE/s200/dosa%252Bjangn.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5588157812162199026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1.  berbuat durhaka kepada kedua orang tua. Karena Allah SWT  mensipati  orang  yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai  orang  yang  jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'. Tentang hal  ini  Allah  SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. berbuat zina. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Barangsiapa   yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat  (pembalasan) dosa   (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya  pada hari kiamat dan   dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan:  68-69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. meminum khamar [minuman keras]. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Sesungguhnya   (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,  mengundi nasib   dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan  syaitan. Maka   jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat  keberuntungan". (Al   Maaidah: 90).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. meninggalkan shalat. Tentang hal ini Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;"Apakah   yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?" Mereka  menjawab: "Kami   dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan  shalat". (Al   Muddats-tsir: 42-43 )&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-7927821613325238963?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/7927821613325238963/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/dari-beberapa-dosa-besar-yang-sering.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7927821613325238963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7927821613325238963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/dari-beberapa-dosa-besar-yang-sering.html' title='dari beberapa Dosa Besar yang sering dilakukan Manusia'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-f7UosMGKVtk/TY0f7D7AffI/AAAAAAAABAM/smQlTLZIKOE/s72-c/dosa%252Bjangn.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-2773275297062254112</id><published>2011-03-21T18:40:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T19:13:17.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Delapan Tanda Orang Ikhlas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-iX4TWBWTnXA/TYgFskx1LiI/AAAAAAAABAE/2xI1DsOU_Z8/s1600/qs-al-ikhlash_web.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 144px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-iX4TWBWTnXA/TYgFskx1LiI/AAAAAAAABAE/2xI1DsOU_Z8/s200/qs-al-ikhlash_web.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5586721601098165794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dua Syarat Amal&lt;br /&gt;dakwatuna.com – Amal yang kita lakukan akan diterima Allah jika memenuhi dua rukun. Pertama, amal itu harus didasari oleh keikhlasan dan niat yang murni: hanya mengharap keridhaan Allah swt. Kedua, amal perbuatan yang kita lakukan itu harus sesuai dengan sunnah Nabi saw.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Syarat pertama menyangkut masalah batin. Niat ikhlas artinya saat melakukan amal perbuatan, batin kita harus benar-benar bersih. Rasulullah saw. bersabda, “Innamal a’maalu bin-niyyaat, sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya.” (Bukhari dan Muslim). Berdasarkan hadits itu, maka diterima atau tidaknya suatu amal perbuatan yang kita lakukan oleh Allah swt. sangat bergantung pada niat kita.&lt;br /&gt;Sedangkan syarat yang kedua, harus sesuai dengan syariat Islam. Syarat ini menyangkut segi lahiriah. Nabi saw. berkata, “Man ‘amala ‘amalan laisa ‘alaihi amrunaa fahuwa raddun, barangsiapa yang mengerjakan suatu perbuatan yang tidak pernah kami diperintahkan, maka perbuatan itu ditolak.” (Muslim).&lt;br /&gt;Tentang dua syarat tersebut, Allah swt. menerangkannya di sejumlah ayat dalam Alquran. Di antaranya dua ayat ini. “Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh….” (Luqman: 22). “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan….” (An-Nisa: 125)&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan “menyerahkan diri kepada Allah” di dua ayat di atas adalah mengikhlaskan niat dan amal perbuatan hanya karena Allah semata. Sedangkan yang yang dimaksud dengan “mengerjakan kebaikan” di dalam ayat itu ialah mengerjakan kebaikan dengan serius dan sesuai dengan sunnah Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh pernah memberi komentar tentang ayat 2 surat Al-Mulk, “Liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amala, supaya Allah menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Menurutnya, maksud “yang lebih baik amalnya” adalah amal yang didasari keikhlasan dan sesuai dengan sunnah Nabi saw.&lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepadanya, “Apa yang dimaksud dengan amal yang ikhlas dan benar itu?” Fudhail menjawab, “Sesungguhnya amal yang dilandasi keikhlasan tetapi tidak benar, tidak diterima oleh Allah swt. Sebaliknya, amal yang benar tetapi tidak dilandasi keikhlasan juga tidak diterima oleh Allah swt. Amal perbuatan itu baru bisa diterima Allah jika didasari keikhlasan dan dilaksanakan dengan benar. Yang dimaksud ‘ikhlas’ adalah amal perbuatan yang dikerjakan semata-mata karena Allah, dan yang dimaksud ‘benar’ adalah amal perbuatan itu sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.” Setelah itu Fudhail bin Iyad membacakan surat Al-Kahfi ayat 110, “Barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaknya ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”&lt;br /&gt;Jadi, niat yang ikhlas saja belum menjamin amal kita diterima oleh Allah swt., jika dilakukan tidak sesuai dengan apa yang digariskan syariat. Begitu juga dengan perbuatan mulia, tidak diterima jika dilakukan dengan tujuan tidak mencari keridhaan Allah swt.&lt;br /&gt;Delapan Tanda Keikhlasan&lt;br /&gt;Ada delapan tanda-tanda keikhlasan yang bisa kita gunakan untuk mengecek apakah rasa ikhlas telah mengisi relung-relung hati kita. Kedelapan tanda itu adalah:&lt;br /&gt;1. Keikhlasan hadir bila Anda takut akan popularitas&lt;br /&gt;Imam Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sedikit sekali kita melihat orang yang tidak menyukai kedudukan dan jabatan. Seseorang bisa menahan diri dari makanan, minuman, dan harta, namun ia tidak sanggup menahan diri dari iming-iming kedudukan. Bahkan, ia tidak segan-segan merebutnya meskipun harus menjegal kawan atau lawan.” Karena itu tak heran jika para ulama salaf banyak menulis buku tentang larangan mencintai popularitas, jabatan, dan riya.&lt;br /&gt;Fudhail bin Iyadh berkata, “Jika Anda mampu untuk tidak dikenal oleh orang lain, maka laksanakanlah. Anda tidak merugi sekiranya Anda tidak terkenal. Anda juga tidak merugi sekiranya Anda tidak disanjung ornag lain. Demikian pula, janganlah gusar jika Anda menjadi orang yang tercela di mata manusia, tetapi menjadi manusia terpuji dan terhormat di sisi Allah.”&lt;br /&gt;Meski demikian, ucapan para ulama tersebut bukan menyeru agar kita mengasingkan diri dari khalayak ramai (uzlah). Ucapan itu adalah peringatan agar dalam mengarungi kehidupan kita tidak terjebak pada jerat hawa nafsu ingin mendapat pujian manusia. Apalagi, para nabi dan orang-orang saleh adalah orang-orang yang popular. Yang dilarang adalah meminta nama kita dipopulerkan, meminta jabatan, dan sikap rakus pada kedudukan. Jika tanpa ambisi dan tanpa meminta kita menjadi dikenal orang, itu tidak mengapa. Meskipun itu bisa menjadi malapetaka bagi orang yang lemah dan tidak siap menghadapinya.&lt;br /&gt;2. Ikhlah ada saat Anda mengakui bahwa diri Anda punya banyak kekurangan&lt;br /&gt;Orang yang ikhlas selalu merasa dirinya memiliki banyak kekurangan. Ia  merasa belum maksimal dalam menjalankan segala kewajiban yang dibebankan Allah swt. Karena itu ia tidak pernah merasa ujub dengan setiap kebaikan yang dikerjakannya. Sebaliknya, ia cemasi apa-apa yang dilakukannya tidak diterima Allah swt. karena itu ia kerap menangis.&lt;br /&gt;Aisyah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah saw. tentang maksud firman Allah: “Dan orang-ornag yang mengeluarkan rezeki yang dikaruniai kepada mereka, sedang hati mereka takut bahwa mereka akan kembali kepada Tuhan mereka.” Apakah mereka itu orang-orang yang mencuri, orang-orang yang berzina, dan para peminum minuman keras, sedang mereka takut akan siksa dan murka Allah ‘Azza wa jalla? Rasulullah saw. menjawab, “Bukan, wahai Putri Abu Bakar. Mereka itu adalah orang-orang yang rajin shalat, berpuasa, dan sering bersedekah, sementera mereka khawatir amal mereka tidak diterima. Mereka bergegas dalam menjalankan kebaikan dan mereka orang-orang yang berlomba.” (Ahmad).&lt;br /&gt;3. Keikhlasan hadir ketika Anda lebih cenderung untuk menyembunyikan amal kebajikan&lt;br /&gt;Orang yang tulus adalah orang yang tidak ingin amal perbuatannya diketahui orang lain. Ibarat pohon, mereka lebih senang menjadi akar yang tertutup tanah tapi menghidupi keseluruhan pohon. Ibarat rumah, mereka pondasi yang berkalang tanah namun menopang keseluruhan bangunan.&lt;br /&gt;Suatu hari Umar bin Khaththab pergi ke Masjid Nabawi. Ia mendapati Mu’adz sedang menangis di dekat makam Rasulullah saw. Umar menegurnya, “Mengapa kau menangis?” Mu’adz menjawab, “Aku telah mendengar hadits dari Rasulullah saw. bahwa beliau bersabda, ‘Riya sekalipun hanya sedikit, ia termasuk syirik. Dan barang siapa memusuhi kekasih-kekasih Allah maka ia telah menyatakan perang terhadap Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang baik, takwa, serta tidak dikenal. Sekalipun mereka tidak ada, mereka tidak hilang dan sekalipun mereka ada, mereka tidak dikenal. Hati mereka bagaikan pelita yang menerangi petunjuk. Mereka keluar dari segala tempat yang gelap gulita.” (Ibnu Majah dan Baihaqi)&lt;br /&gt;4. Ikhlas ada saat Anda tak masalah ditempatkan sebagai pemimpin atau prajurit&lt;br /&gt;Rasulullah saw. melukiskan tipe orang seperti ini dengan berkataan, “Beruntunglah seorang hamba yang memegang tali kendali kudanya di jalan Allah sementara kepala dan tumitnya berdebu. Apabila ia bertugas menjaga benteng pertahanan, ia benar-benar menjaganya. Dan jika ia bertugas sebagai pemberi minuman, ia benar-benar melaksanakannya.”&lt;br /&gt;Itulah yang terjadi pada diri Khalid bin Walid saat Khalifah Umar bin Khaththab memberhentikannya dari jabatan panglima perang. Khalid tidak kecewa apalagi sakit hati. Sebab, ia berjuang bukan untuk Umar, bukan pula untuk komandan barunya Abu Ubaidah. Khalid berjuang untuk mendapat ridha Allah swt.&lt;br /&gt;5. Keikhalasan ada ketika Anda mengutamakan keridhaan Allah daripada keridhaan manusia&lt;br /&gt;Tidak sedikit manusia hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Bila orang itu menuntun pada keridhaan Allah, sungguh kita sangat beruntung. Tapi tak jarang orang itu memakai kekuasaannya untuk memaksa kita bermaksiat kepada Allah swt. Di sinilah keikhlasan kita diuji. Memilih keridhaan Allah swt. atau keridhaan manusia yang mendominasi diri kita? Pilihan kita seharusnya seperti pilihan Masyithoh si tukang sisir anak Fir’aun. Ia lebih memilih keridhaan Allah daripada harus menyembah Fir’aun.&lt;br /&gt;6. Ikhlas ada saat Anda cinta dan marah karena Allah&lt;br /&gt;Adalah ikhlas saat Anda menyatakan cinta dan benci, memberi atau menolak, ridha dan marah kepada seseorang atau sesuatu karena kecintaan Anda kepada Allah dan keinginan membela agamaNya, bukan untuk kepentingan pribadi Anda. Sebaliknya, Allah swt. mencela orang yang berbuat kebalikan dari itu. “Dan di antara mereka ada orang yang mencela tentang (pembagian) zakat. Jika mereka diberi sebagian daripadanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebagian daripadanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.” (At-Taubah: 58)&lt;br /&gt;7. Keikhalasan hadir saat Anda sabar terhadap panjangnya jalan&lt;br /&gt;Keikhlasan Anda akan diuji oleh waktu. Sepanjang hidup Anda adalah ujian. Ketegaran Anda untuk menegakkan kalimatNya di muka bumi meski tahu jalannya sangat jauh, sementara hasilnya belum pasti dan kesulitan sudah di depan mata, amat sangat diuji. Hanya orang-orang yang mengharap keridhaan Allah yang bisa tegar menempuh jalan panjang itu. Seperti Nabi Nuh a.s. yang giat tanpa lelah selama 950 tahun berdakwah. Seperti Umar bin Khaththab yang berkata, “Jika ada seribu mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada seratus mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada sepuluh mujahid berjuang di medan juang, aku satu di antaranya. Jika ada satu mujahid berjuang di medan juang, itulah aku!”&lt;br /&gt;8. Ikhlas ada saat Anda merasa gembira jika kawan Anda memiliki kelebihan&lt;br /&gt;Yang paling sulit adalah menerima orang lain memiliki kelebihan yang tidak kita miliki. Apalagi orang itu junior kita. Hasad. Itulah sifat yang menutup keikhlasan hadir di relung hati kita. Hanya orang yang ada sifat ikhlas dalam dirinya yang mau memberi kesempatan kepada orang yang mempunyai kemampuan yang memadai untuk mengambil bagian dari tanggung jawab yang dipikulnya. Tanpa beban ia mempersilakan orang yang lebih baik dari dirinya untuk tampil menggantikan dirinya. Tak ada rasa iri. Tak ada rasa dendam. Jika seorang leader, orang seperti ini tidak segan-segan membagi tugas kepada siapapun yang dianggap punya kemampuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-2773275297062254112?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/2773275297062254112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/delapan-tanda-orang-ikhlas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2773275297062254112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2773275297062254112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/delapan-tanda-orang-ikhlas.html' title='Delapan Tanda Orang Ikhlas'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-iX4TWBWTnXA/TYgFskx1LiI/AAAAAAAABAE/2xI1DsOU_Z8/s72-c/qs-al-ikhlash_web.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-7009054448601453685</id><published>2011-03-12T04:17:00.000-08:00</published><updated>2011-03-12T04:23:40.341-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Hidup Bukan Menunda Kaekalahan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-2SI6pKvhIHI/TXtlfFFKnPI/AAAAAAAAA_8/LkDCy90OZYM/s1600/pohon%2Bcemara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 158px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-2SI6pKvhIHI/TXtlfFFKnPI/AAAAAAAAA_8/LkDCy90OZYM/s200/pohon%2Bcemara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5583167747670056178" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hidup itu bukan perjalanan yang datar. Atau bergerak linear. Ada lika-likunya. Ada suka dan duka. Ada keberhasilan di satu waktu, kadang kegagalan di waktu lainnya. Bahkan iman, "yazidu wa yanqus" suatu saat naik, suatu ketika turun.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mempertahankan azam dan cita-cita adalah energi jiwa yang membuat manusia mampu bertahan dalam kebermaknaan hidup. Memiliki harapan yang akan digapai adalah bahan bakar yang membuat nyali kehidupan kita tetap menyala. Kalaupun cita-cita itu telah tercapai, buatlah cita yang lebih tinggi. Kalaupun harapanmu telah kau gapai, buatlah harapan yang lebih besar hendak kau gapai. Seperti jiwa perindu Umar bin Abdul Aziz. Memancangkan cita memperoleh istri shalihah, lalu berharap menjadi amir. Kemudian khalifah. Semuanya tercapai. Ketika menjadi khalifah, ia mengerahkan segenap potensinya untuk meraih cita terakhirnya: masuk surga. Jadilah ia pemimpin yang adil dan menyejahterakan: sampai para amil kesulitan menemukan para mustahik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kini kita temukan orang-orang yang kehilangan daya hidup sebelum kehidupan meninggalkannya? Atau orang-orang yang diam menanti kematian datang, seraya menggumamkan dalam hatinya bait puisi Chairil Anwar: "Hidup hanya menunda-nunda kekalahan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia bisa menjadi seperti itu ketika ia tak lagi memiliki harapan, cita-cita. Dan itu bermula dari kesalahan memandang kehidupan. Bahwa hidup sekedar materi, untuk materi. Dari sana mencuatlah "godaan" yang lain: jika kau tak tahan menderita, akhiri saja hidupmu sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa harapan, cita-cita, bisa saja manusia tetap bertahan hidup. Namun tak ada lagi gairah dan semangat. Tak ada lagi letup-letup jiwa yang menggerakkannya untuk hidup lebih berarti, lebih bermanfaat. Ia menyerah. Ia kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi manusia yang pada awalnya memiliki cita-cita. Ia puas ketika cita-cita itu tercapai, lalu berdiam diri. Pada mulanya puas. Lama-lama menjadi tak berarti. Sebab tak ada lagi azam untuk mencapai yang lebih tinggi. "Di antara sekian jenis kemiskinan", kata KH. Rahmat Abdullah, "yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau seseorang yang telah menorehkan prestasinya dalam pertengahan hidup. Lalu berputus asa karena ia hanya mampu mengenangnya tanpa membuat prestasi lain yang lebih besar di masa-masa akhir hidupnya. Di sini godaan iman menggoyahkannya. Ia justru kehilangan keikhlasan lalu tercebur dalam kesalahan. Memanggil topan untuk memporakporandakan kapal prestasinya. Maka kapal itupun tenggelam sebelum ditulis sejarah. Tenggelam dalam lautan kesalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalid bin Walid mengajari kita. Menorehkan prestasi terbesar bukan di akhir hidupnya. Namanya telah mengharum sebagai pedang Allah, panglima perang yang selalu membawa pasukannya pada kemenangan. Dan puncaknya adalah Perang Yarmuk. Ketika ia berhasil membuat militer Romawi kalang kabut, ambruk. Lalu paska karya monumental itu, ia dipecat Umar. Tak pernah lagi memimipin perang. Namun ia berhasil memenangkan keikhlasan. Berhasil pula mempertahankan azam. Untuk syahid fi sabilillah. Maka seperti hadits Nabi, Khalid pun mendapatkan ini: "Siapa yang berazam mendapatkan mati syahid, ia akan dicatat sebagai syahid meskipun matinya di atas peraduan." Dan sampai kini, namanya dikenang sebagai panglima besar Islam, hingga Agha Ibrahim Akram membutuhkan lebih dari 600 halaman untuk mencatat biografinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum terlambat bagi kita untuk memancangkan cita. Menegakkannya meninggi, berkibar di angkasa. Menguatkan akarnya hingga tak pernah tercabut dari bumi jiwa. Mengokohkan tiangnya hingga tak pernah patah oleh sekencang apapun angin godaan yang menghempas menerpa. Jika cita demi cita menjadi nyata, ucapkan puji dan panjatkan syukur pada-Nya. Namun satu lagi yang kita semua belum mampu memastikannya: Menggapai ridha-Nya dan beroleh surga. Bukankah itu setinggi cita-cita dan akan terus menyalakan semangat kita? Jika demikian halnya, percayalah: hidup bukan menunda kekalahan. [Muchlisin] &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-7009054448601453685?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/7009054448601453685/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/hidup-bukan-menunda-kaekalahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7009054448601453685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/7009054448601453685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/hidup-bukan-menunda-kaekalahan.html' title='Hidup Bukan Menunda Kaekalahan'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-2SI6pKvhIHI/TXtlfFFKnPI/AAAAAAAAA_8/LkDCy90OZYM/s72-c/pohon%2Bcemara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5910126299475310125</id><published>2011-03-05T14:12:00.000-08:00</published><updated>2011-03-05T14:18:56.506-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>22 TANDA IMAN ANDA SEDANG LEMAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-49U8Pn4LHvQ/TXK2Xmr_ccI/AAAAAAAAA_0/bZenWrljM3c/s1600/renung.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 149px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-49U8Pn4LHvQ/TXK2Xmr_ccI/AAAAAAAAA_0/bZenWrljM3c/s200/renung.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5580723404903772610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tanda-tanda yang menunjukkan iman sedang lemah. Setidaknya ada 22 tanda yang dijabarkan dalam artikel ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda-tanda tersebut adalah:&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Ketika Anda sedang melakukan kedurhakaan atau dosa. Hati-hatilah! Sebab, perbuatan dosa jika dilakukan berkali-kali akan menjadi kebiasaan. Jika sudah menjadi kebiasaan, maka segala keburukan dosa akan hilang dari penglihatan Anda. Akibatnya, Anda akan berani melakukan perbuatan durhaka dan dosa secara terang-terangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Rasululllah SAW. pernah berkata, "Setiap umatku mendapatkan perlindungan afiat kecuali orang-orang yang terang-terangan. Dan, sesungguhnya termasuk perbuatan terang-¬terangan jika seseorang melakukan suatu perbuatan pada malam hari, kemudian dia berada pada pagi hari padahal Allah telah menutupinya, namun dia berkata, 'Hai fulan, tadi malam aku telah herbuat begini dan begini,' padahal sebelum itu Rabb-nya telah menutupi, namun kemudian dia menyibak sendiri apa yang telah ditutupi Allah dari dirinya." (Bukhari, 10/486)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, "Tidak ada pezina yang di saat berzina dalam keadaan beriman. Tidak ada pencuri yang si saat mencuri dalam keadaan beriman. Begitu pula tidak ada peminum arak di saat meminum dalam keadaan beriman." (Bukhari, hadits nomor 2295 dan Muslim, hadits nomor 86)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Ketika hati Anda terasa begitu keras dan kaku. Sampai-sampai menyaksikan orang mati terkujur kaku pun tidak bisa menasihati dan memperlunak hati Anda. Bahkan, ketika ikut mengangkat si mayit dan menguruknya dengan tanah. Hati-hatilah! Jangan sampai Anda masuk ke dalam ayat ini, "Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi." (Al-Bagarah:74)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Ketika Anda tidak tekun dalam beribadah. Tidak khusyuk dalam shalat. Tidak menyimak dalam membaca Al-Qur'an. Melamun dalam doa. Semua dilakukan sebagai rutinitas dan refleksi halal karena kebiasaan saja. Tidak berkonsentrasi sama sekali. Beribadah tanpa ruh. Ketahuilah! Rasulullah saw. berkata, "Tidak akan diterima doa dari hati yang lalai dan main-main." (Tirmidzi, hadits nomor 3479)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Ketika Anda terasa malas untuk melakukan ketaatan dan ibadah. Bahkan, meremehkannya. Tidak memperhatikan shalat di awal waktu. Mengerjakan shalat ketika injury time, waktu shalat sudah mau habis. Menunda-nunda pergi haji padahal kesehatan, waktu, dan biaya ada. Menunda-¬nunda pergi shalat Jum'at dan lebih suka barisan shalat yang paling belakang. Waspadalah jika Anda berprinsip, datang paling belakangan, pulang paling duluan. Ketahuilah, Rasulullah saw. bersabda, "Masih ada saja segolongan orang yang menunda-nunda mengikuti shaff pertama, sehingga Allah pun menunda keberadaan mereka di dalam neraka." (Abu Daud, hadits nomor 679)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT, menyebut sifat malas seperti itu sebagai sifat orang-orang munafik. "Dan, apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, hati-hatilah jika Anda merasa malas melakukan ibadah-ihadah rawatib, tidak antusias melakukan shalat malam, tidak bersegera ke masjid ketika mendengar panggilan azan, enggan mengerjakan shalat dhuha dan shalat nafilah lainnya, atau mengentar-entarkan utang puasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Ketika hati Anda tidak merasa lapang. Dada terasa sesak, perangai berubah, merasa sumpek dengan tingkah laku orang di sekitar Anda. Suka memperkarakan hal-hal kecil lagi remeh-temeh. Ketahuilah, Rasulullah saw. berkata, "Iman itu adalah kesabaran dan kelapangan hati." (As¬-Silsilah Ash-Shahihah, nomor 554)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Ketika Anda tidak tersentuh oleh kandungan ayat-ayat Al-Qur'an. Tidak bergembira ayat-ayat yang berisi janji-janji Allah. Tidak takut dengan ayat-ayat ancaman. Tidak sigap kala mendengar ayat-ayat perintah. Biasa saja saat membaca ayat-ayat pensifatan kiamat dan neraka. Hati-hatilah, jika Anda merasa bosan dan malas untuk mendengarkan atau membaca Al-Qur'an. Jangan sampai Anda membuka mushhaf, tapi di saat yang sama melalaikan isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Allah SWT, berfirman, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal." (Al¬ Anfal : 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Ketika Anda melalaikan Allah dalam hal berdzikir dan berdoa kepada-Nya. Sehingga Anda merasa berdzikir adalah pekerjaan yang paling berat. Jika mengangkat tangan untuk berdoa, secepat itu pula Anda menangkupkan tangan dan menyudahinya. Hati-hatilah ! Jika hal ini telah menjadi karakter Anda. Sebab, Allah telah mensifati orang-orang munafik dengan firman-Nya, "Dan, mereka tidak menyebut Allah kecuali hanya sedikit sekali." (An-Nisa 142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Ketika Anda tidak merasa marah ketika menyaksikan dengan mata kepala sendiri pelanggaran terhadap hal-hal yang diharamkan Allah. Ghirah Anda padam. Anggota tubuh Anda tidak tergerak untuk melakukan nahi munkar. Bahkan, raut muka Anda pun tidak berubah sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, Rasulullah SAW, bersabda, "Apabila dosa dikerjakan di bumi, maka orang yang menyaksikannya dan dia membencinya dan kadang beliau mengucapkan: mengingkarinya, maka dia seperti orang yang tidak menyaksikannya. Dan, siapa yang tidak menyaksikannya dan dia ridha terhadap dosa itu dan dia pun ridha kepadanya, maka dia seperti orang yang menyaksikannya." (Abu Daud, hadits nomor 4345).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, pesan Rasulullah saw. ini, "Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Kalau tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan ini adalah selemah-lemahnya iman." (Bukhari, hadits nomor 903 dan Muslim, hadits nomor 70)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Ketika Anda gila hormat dan suka publikasi. Gila kedudukan, ngebet tampil sebagai pemimpin tanpa diharengi kemampuan dan tanggung jawab. Suka menyuruh orang lain berdiri ketika dia datang, hanya untuk mengenyangkan jiwa yang sakit karena begitu gandrung diagung-agungkan orang. Narsis banget !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (Luqman:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW, pernah mendengar ada seseorang yang berlebihan dalam memuji orang lain. Beliau pun lalu bersabda kepada si pemuji, "Sungguh engkau telah membinasakan dia atau memenggal punggungnya." (Bukhari, hadits nomor 2469, dan Muslim hadits nomor 5321)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati-hatilah. Ingat pesan Rasulullah ini, "Sesungguhnya kamu sekalian akan berhasrat mendapatkan kepemimpinan, dan hal itu akan menjadikan penyesalan pada hari kiamat. Maka alangkah baiknya yang pertama dan alangkah buruknya yang terakhir." (Bukhari, nomor 6729)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu sekalian menghendaki, akan kukabarkan kepadamu tentang kepemimpinan dan apa kepemimpinan itu. Pada awalnya ia adalah cela, keduanya ia adalah penyesalan, dan ketiganya        ia adalah azab hati kiamat, kecuali orang yang adil." (Shahihul Jami, 1420).&lt;br /&gt;Untuk orang yang tidak tahu malu seperti ini, perlu diingatkan sabda Rasulullah saw. yang berbunyi, "Iman mempunyai tujuh puluh lebih, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah ucapan 'laa ilaaha illallah', dan yang paling rendah adalah menghilangkan sesuatu yang mengganggu dari jalanan. Dan malu adalah salah satu cabang dan keimanan." (Bukhari, hadits nomor 8, dan Muslim, hadits nomor 50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maukah kalian kuberitahu siapa penghuni neraka?" tanya Rasulullah saw. Para sahabat menjawab,"Ya." Rasulullah saw. bersabda, "Yaitu setiap orang yang kasar, angkuh, dan sombong." (Bukhari, hadits 4537, dan Muslim, hadits nomor 5092)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Ketika Anda bakhil dan kikir. Ingatlah perkataan Rasulullah saw. ini, "Sifat kikir dan iman tidak akan bersatu dalam hati seorang hamba selama-lamanya." (Shahihul Jami', 2678)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Ketika Anda mengatakan sesuatu yang tidak Anda perbuat. Ingat, Allah SWT, benci dengan perbuatan seperti itu. "Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tiada kamu perbuat." (Ash-Shaff:2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Anda lupa dengan definisi iman? lman itu adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. Jadi, harus konsisten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Ketika Anda merasa gembira dan senang jika ada saudara sesama muslim mengalami kesusahan. Anda merasa sedih jika ada orang yang lebih unggul dari Anda dalam beberapa hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah! Kata Rasulullah saw, "Tidak ada … yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harga, ia menghabiskannya dalam kebaikan; dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain." (Bukhari, hadits nomor 71 dan Muslim, hadits nomor 1352)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., "Orang Islam yang manakah yang paling baik?" Rasulullah saw. menjawab, "Orang yang muslimin lain selamat dari lisan dan tangannya." (Bukhari, hadits nomor 9 dan Muslim, hadits nomor 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13) Ketika Anda menilai sesuatu dari dosa apa tidak, dan tidak mau melihat dari sisi makruh apa tidak. Akibatnya, Anda akan enteng melakukan hal-hal yang syubhat dan dimakruhkan agama. Hati-hatilah! Sebab, Rasulullah saw. pernah bersabda, "Barangsiapa yang berada dalam syubhat, berarti dia berada dalam yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tanaman yang dilindungi yang dapat begitu mudah untuk merumput di dalamnya." (Muslim, hadits nomor 1599)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Anda pasti dalam keadaan lemah, jika Anda mengatakan, "Gak apa. Ini kan cuma dosa kecil. Gak seperti dia yang melakukan dosa besar. Istighfar tiga kali juga hapus tuh dosa!" Jika sudah seperti ini, suatu ketika Anda pasti tidak akan ragu untuk benar-benar melakukan kemungkaran yang besar. Sebab, rem imannya sudah tidak pakem lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14) Ketika Anda mencela hal yang makruf dan punya perhatian dengan kebaikan-kebaikan kecil. Ini pesan Rasulullah SAW, "Jangan sekali-kali kamu mencela yang makruf sedikitpun, meski engkau menuangkan air di embermu ke dalam bejana seseorang yang hendak menimba air, dan meski engkau berbicara dengan saudarmu sedangkan wajahmu tampak berseri-seri kepadanya." (Silsilah Shahihah, nomor 1352)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, surga bisa Anda dapat dengan amal yang kelihatan sepele! Rasulullah saw. bersabda, "Barang siapa yang menyingkirkan gangguan dari jalan orang-orang muslim, maka ditetapkan satu kebaikan baginya, dan barang siapa yang diterima satu kebaikan baginya, maka ia akan masuk surga." (Bukhari, hadits nomor 593)&lt;br /&gt;15) Ketika Anda tidak mau memperhatikan urusan kaum muslimin dan tidak mau melibatkan diri dalam urusan-urusan mereka. Bahkan, untuk berdoa bagi keselamatan mereka pun tidak mau. Padahal seharusnya seorang mukmin seperti hadits Rasulullah ini, "Sesungguhnya orang mukmin dari sebagian orang-orang yang memiliki iman adalah laksana kedudukan kepala dari bagian badan. Orang mukmin itu akan menderita karena keadaan orang-orang yang mempunyai iman sebagaimana jasad yang ikut menderita karena keadaan di kepala." (Silsilah Shahihah, nomor 1137)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16) Ketika Anda memutuskan tali persaudaraan dengan saudara Anda. "Tidak selayaknya dua orang yang saling kasih mengasihi karena Allah Aja wa Jalla atau karena Islam, lalu keduanya dipisahkan oleh permulaan dosa yang dilakukan salah seorang di antara keduanya," begitu sabda Rasulullah saw. (Bukhari, hadits nomor 401)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17) Ketika Anda tidak tergugah rasa tanggung jawabnya untuk beramal demi kepentingan Islam. Tidak mau menyebarkan dan menolong agama Allah ini. Merasa cukup bahwa urusan dakwah itu adalah kewajiban para ulama. Padahal, Allah swt. berfirman, orang-orang yang beriman, jadilah kalian penolong-penolong (agama) Allah." (Ash-Shaff:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18) Ketika Anda merasa resah dan takut tertimpa musibah; atau mendapat problem yang berat. Lalu Anda tidak bisa bersikap sabar dan berhati tegar. Anda kalut. Tubuh Anda gemetar. Wajah pucat. Ada rasa ingin lari dari kenyataan. Ketahuilah, iman Anda sedang diuji Allah. "Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji."        (Al-Ankabut:2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya seorang mukmin itu pribadi yang ajaib. Jiwanya stabil. "Alangkah menakjubkannya kondisi orang yang beriman. Karena seluruh perkaranya adalah baik. Dan hal itu hanya terjadi bagi orang yang beriman, yaitu jika ia mendapatkan kesenangan maka ia bersyukur dan itu menjadi kebaikan baginya; dan jika ia tertimpa kesulitan dia pun bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan baginya." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19) Ketika Anda senang berbantah-bantahan dan berdebat. Padahal, perbuatan itu bisa membuat hati Anda kerns dan kaku. "Tidaklah segolongan orang menjadi tersesat sesudah ada petunjuk yang mereka berada pada petunjuk itu, kecuali jika mereka suka berbantah-bantahan." (Shahihul Rnt', nomor 5633)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20) Ketika Anda bergantung pada keduniaan, menyibukkan diri dengan urusan dunia, dan merasa tenang dengan dunia. Orientasi Anda tidak lagi kepada kampung akhirat, tapi pada tahta, harta, dan wanita. Ingatlah, "Dunia itu penjara bagi orang yang beriman, dan dunia adalah surga bagi orang kafir." (Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21) Ketika Anda senang mengucapkan dan menggunakan bahasa yang digunakan orang-orang yang tidak mencirikan keimanan ada dalam hatinya. Sehingga, tidak ada kutipan nash atau ucapan bermakna semisal itu dalam ucapan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah swt. telah berfinnan, "Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: 'Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia'." (Al-Israa':53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti inilah seharusnya sikap seorang yang beriman. "Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: 'Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil."' (Al-Qashash:55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi saw. bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau diam." (Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22) Ketika Anda berlebih-lebihan dalam masalah makan-minum, berpakaian, bertempat tinggal, dan berkendaraan. Gandrung pada kemewahan yang tidak perlu. Sementara, begitu banyak orang sekeliling Anda sangat membutuhkan sedikit harta untuk menyambung hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat, Allah swt. telah mengingatkan hal ini, anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (Al-A'raf:31). Bahkan, Allah swt. menyebut orang-orang yang berlebihan sebagai saudaranya setan. Karena itu Allah memerintahkan kita untuk, "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang terdekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros."     (Al-Isra':26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda, "Jauhilah hidup mewah, karena hamba-hamba Allah itu bukanlah orang-orang yang hidup mewah." (Al-Silsilah Al-Shahihah, nomor 353).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5910126299475310125?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5910126299475310125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5910126299475310125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5910126299475310125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/03/22-tanda-iman-anda-sedang-lemah.html' title='22 TANDA IMAN ANDA SEDANG LEMAH'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-49U8Pn4LHvQ/TXK2Xmr_ccI/AAAAAAAAA_0/bZenWrljM3c/s72-c/renung.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5861725924115165273</id><published>2011-02-27T06:23:00.000-08:00</published><updated>2011-02-27T06:40:10.547-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sholat Taubat, Kapan dan Mengapa diLakukan?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-IThkQby0660/TWphsu-vwJI/AAAAAAAAA_s/eUkzcY65xGc/s1600/tobat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 120px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-IThkQby0660/TWphsu-vwJI/AAAAAAAAA_s/eUkzcY65xGc/s200/tobat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578378509605126290" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah terlalu banyak kesalahan, kealpaan, dan dosa yang menggunung atas nama diri, terkadang diri santai dan masih berlagak seperti orang yang suci, merasa diri yang penuh kehormatan, diri yang jauh dari dosa, diri yang kelak pasti akan diampuniNYA, diri yang akan jauh dari siksa neraka, dst. Kapan lagi diri sadar, isyaf, dan bertaubat, apa  sajakah yang diri tunggu? Sakaratul maut bisa menghampiri diri sewaktu-waktu. Bagaimana diri akan bertaubat pada sang Khaliq???.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu gerbang taubat adalah kesadaran, penyesalan diri atas segala perbuatan yang salah dan mengundang dosa. Setelah sampai pintu gerbang maka diri segera memohon maaf dan ampunan padanya. Shalat Taubat adalah salah satu pilihan bentuk aktifitasnya. Sebuah shalat sunnat yang dilakukan atas nama ikhtiar untuk bertaubat kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kekasih Allah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, seperti yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Abi Dawud dan dihasankan oleh al-Albani dari Ali bin Abi Thalib r.a : Tidaklah seseorang melakukan suatu perbuatan dosa, lalu dia bangun (bangkit) dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah, melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya”. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. (QS Ali-Imran: 135)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara untuk melaksanakan sholat taubat yaitu melakukan sholat dua raka’at pada waktu yang bebas, jadi dilakukan kapanpun,  kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan shalat. Dimungkinkan pula jumlah rakaatnya 4 sampai 6, namun tetap dilakukan dua rakaat salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa untuk melakukan sholat taubat yaitu: Ushallii sunnatat taubati rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Yang artinya: “Aku niat shalat sunat taubat dua rakaat karena Allah.”. Doa ini dibaca dalam hati saat melakukan takbiratul ikhrom pada awal sholat. yang terpenting adalah niat hanyalah untuk Allah Ta’ala semata-mata dengan hati yang ikhlas dan mengharapkan Ridho Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat taubat hendaknya menjadi pilihan utama ketika seorang muslim merasa melakukan perbuatan dosa, maka bertaubat baginya adalah sebuah kewajiban, dann disunnahkan baginya untuk melakukan shalat taubat. Sesungguhnya berdoa dan memohon ampunan apabila dilakukan setelah suatu perbuatan ketaatan seperti shalat atau membaca al Qur’an maka doanya akan dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan sholat ini, anda bisa memilih beragam ritual lainnya, seperti membaca wirid, membaca alquran, lalu melengkapinya dengan doa-doa. Salah satu doa khusus yang bisa anda baca adalah: Astagfirullahal azhiim al ladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaihi taubata ‘abdin zhaalimin laa yamliku li nafsihi dharran wa laa naf’an wa laa mautan wa laa hayaatan wa laa nusyuuraa. Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, aku mengaku bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, Tuhan yang hidup terus selalu terjaga. Aku memohon taubat kepada-Nya, selaku taubatnya seorang hamba yang banyak berdosa, yang tidak mempunyai kekuatan untuk berbuat mudharat ataupun manfaat, untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-JA8CoD6atUE/TWphsV0snhI/AAAAAAAAA_k/_h9cdRTqwzI/s1600/taubat-sholat-150x150.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-JA8CoD6atUE/TWphsV0snhI/AAAAAAAAA_k/_h9cdRTqwzI/s200/taubat-sholat-150x150.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5578378502852091410" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian paparan mengenai sholat taubat ini, semoga kita selalu berada dalam suasana kebatinan yang rendah diri, iman, dan taqwa, dihadapan Sang Khaliq Yang Maha Kuasa. Selalu merasa punya salah dan dosa segunung, dan bertaubat akan jauh lebih baik dari merasa tidak begitu bersalah dan punya dosa, dan lagi tidak melakukan taubat dengan bersungguh-sungguh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5861725924115165273?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5861725924115165273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/sholat-taubat-kapan-dan-mengapa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5861725924115165273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5861725924115165273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/sholat-taubat-kapan-dan-mengapa.html' title='Sholat Taubat, Kapan dan Mengapa diLakukan?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-IThkQby0660/TWphsu-vwJI/AAAAAAAAA_s/eUkzcY65xGc/s72-c/tobat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4961188958137406469</id><published>2011-02-12T14:15:00.000-08:00</published><updated>2011-10-20T08:03:49.067-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-GDJuM6WHI80/TVcG3qCpa_I/AAAAAAAAA_c/ywFEhAaJh_c/s1600/263337251_06cb1b777f.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 226px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-GDJuM6WHI80/TVcG3qCpa_I/AAAAAAAAA_c/ywFEhAaJh_c/s400/263337251_06cb1b777f.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572930617142242290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Zaman dahulu kala, ada tiga orang Bani Israil. Orang yang pertama  berkulit belang (sopak), yang kedua berkepala botak, dan yang ketiga  buta. Allah ingin menguji ketiga orang tersebut. Maka Dia mengutus  kepada mereka satu malaikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat mendatangi orang yang berpenyakit sopak (Si Belang) dan bertanya kepadanya, “Sesuatu apakah yang engkau minta?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si  Belang menjawab, “Warna yang bagus dan kulit yang bagus serta hilangnya  dari diri saya sesuatu yang membuat orang-orang jijik kepada saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  malaikat itu mengusapnya dan seketika itu hilanglah penyakitnya yang  menjijikkan itu. Kini ia memiliki warna kulit yang bagus. Kemudian  malaikat itu bertanya lagi kepadanya, “Harta apa yang paling engkau  sukai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, “Onta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya orang itu  diberikan seekor onta yang bunting seraya didoakan oleh malaikat,  “Semoga Allah memberi berkah untukmu dalam onta ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian malaikat mendatangi si Botak dan bertanya kepadanya, “Apakah yang paling engkau sukai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Botak menjawab, “Rambut yang indah dan hilangnya dari diri saya penyakit yang karenanya aku dijauhi oleh manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat  lalu mengusapnya, hingga hilanglah penyakitnya dan dia diberi rambut  yang indah. Malaikat bertanya lagi, “Harta apa yang paling engkau  sukai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, “Sapi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya si Botak diberikan seekor sapi yang bunting dan didoakan oleh malaikat, “Semoga Allah memberkahinya untukmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya malaikat mendatangi si Buta dan bertanya kepadanya, “Apa yang paling engkau sukai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Buta menjawab, “Allah mengembalikan kepada saya mata saya agar saya bisa melihat manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malaikat  lalu mengusapnya hingga Allah mengembalikan pandangannya. Si Buta bisa  melihat lagi. Setelah itu malaikat bertanya lagi kepadanya, “Harta apa  yang paling engkau sukai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, “Kambing.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya diberilah seekor kambing yang bunting kepadanya sambil malaikat mendoakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat  cerita, dari hewan yang dimiliki ketiga orang itu beranak dan  berkembang biak. Yang pertama memiliki satu lembah onta, yang kedua  memiliki satu lembah sapi, dan yang ketiga memiliki satu lembah kambing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  sang malaikat – dengan wujud berbeda dengan sebelumnya – mendatangi si  Belang. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin telah terputus  bagiku semua sebab dalam safarku, maka kini tidak ada bekal bagiku  kecuali pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon  kepada Anda demi (Allah) Yang telah memberi Anda warna yang bagus,  kulit yang bagus, dan harta, satu ekor onta saja yang bisa menghantarkan  saya dalam safar saya ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang tadinya belang itu menanggapi, “Hak-hak orang masih banyak.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  malaikat bertanya kepadanya, “Sepertinya saya mengenal Anda. Bukankah  Anda dulu berkulit belang yang dijauhi oleh orang-orang dan juga fakir,  kemudian Anda diberi oleh Allah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu menjawab, “Sesungguhnya harta ini saya warisi dari orang-orang tuaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka malaikat berkata kepadanya, “Jika kamu dusta, maka Allah akan mengembalikanmu pada keadaan semula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu,  dengan rupa dan penampilan sebagai orang miskin, malaikat mendatangi  mantan si Botak. Malaikat berkata kepada orang ini seperti yang dia  katakan kepada si Belang sebelumnya. Ternyata tanggapan si Botak sama  persis dengan si Belang. Maka malaikat pun menanggapinya, “Jika kamu  berdusta, Allah pasti mengembalikanmu kepada keadaan semula.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu  malaikat – dengan rupa dan penampilan berbeda dengan sebelumnya –  mendatangi si Buta. Malaikat berkata kepadanya, “Seorang miskin dan Ibn  Sabil yang telah kehabisan bekal dan usaha dalam perjalanan, maka hari  ini tidak ada lagi bekal yang menghantarkan aku ke tujuan kecuali dengan  pertolongan Allah kemudian dengan pertolongan Anda. Saya memohon kepada  Anda, demi Allah yang mengembalikan pandangan Anda, satu ekor kambing  saja supaya saya bisa meneruskan perjalanan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka si Buta  menanggapinya, “Saya dulu buta lalu Allah mengembalikan pandangan saya.  Maka ambillah apa yang kamu suka dan tinggalkanlah apa yang kamu suka.  Demi Allah aku tidak keberatan kepada kamu dengan apa yang kamu ambil  karena Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu malaikat berkata kepadanya, “Jagalah harta  kekayaanmu. Sebenarnya kamu (hanyalah) diuji. Dan Allah telah ridha  kepadamu dan murka kepada dua sahabatmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah  kisah ini, Allah senantiasa menguji hamba-hamba-Nya, dan kita pun  senantiasa diuji oleh-Nya. Dalam kisah tadi, ada dua hal yang menjadi  bahan ujian, yaitu kesehatan, penampilan fisik, dan harta. Mudah-mudahan  kita adalah yang orang yang lulus ujian sebagaimana si Buta. Jika kita  ingin seperti si Buta, maka kita harus berusaha menjadi bagian dari  orang-orang yang bersyukur dan senantiasa merasakan adanya pengawasan  Allah (muraqabatullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah senantiasa ridha dan tidak murka kepada kita semua.. Aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’: Hadits Riwayat Bukhari – Muslim&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4961188958137406469?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4961188958137406469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/si-belang-si-botak-dan-si-buta-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4961188958137406469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4961188958137406469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/si-belang-si-botak-dan-si-buta-yang.html' title='Si Belang, Si Botak, dan Si Buta yang Diuji Allah'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-GDJuM6WHI80/TVcG3qCpa_I/AAAAAAAAA_c/ywFEhAaJh_c/s72-c/263337251_06cb1b777f.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4886443451342163003</id><published>2011-02-12T06:19:00.000-08:00</published><updated>2011-10-20T08:04:07.532-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah islamiyah'/><title type='text'>Valentine Day's? Mestikah?</title><content type='html'>Tanggal 14 Februari, emang hari apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yg tau ga? Saya taunya 14 Februari 2011 itu hari SENIN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yg punya tradisi lain nih...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-t5_cbNdx3R4/TVaXYas2RYI/AAAAAAAAA_U/nzi5a6TVouQ/s1600/22159_1231368141098_1135976478_30617209_3525106_n.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 390px; height: 290px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-t5_cbNdx3R4/TVaXYas2RYI/AAAAAAAAA_U/nzi5a6TVouQ/s400/22159_1231368141098_1135976478_30617209_3525106_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5572808034657650050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emang hampir seluruh negeri, ada tradisi tukar menukar guling eh salah ding..., gula-gula, bunga, dan hadiah atas nama hari Valentine. Ga hanya itu lho, remaja di negeri kita juga saling nyatakan cinta, bikin puisi yang romantis, dan lagu yang menyentuh hati demi sang pujaan. Ngomongin soal lagu yang menyentuh, tahu kan contohnya? Yup bener, lagu Indonesia Raya. Hehehe. Udah deh, jangan diterusin lagi. Cukup situ aja. Nanti mikir yang enggak-enggak. Memang sih, masih banyak lagi hal lain yang dilakukan pas hari itu, apalagi buat yang punya gebetan, atau lagi bikin rencana counter attack untuk nge-gol-in ungkapan rasa hati, yang selama ini telah terpendam jauh di lubuk sanubari. Glodak...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi udah ah, bikin boros tulisan. Hehe. By the way, tahukah kita siapa Mas Valentine ini? Ada ga sih hubungannya ama pembalap Valentino Rosi? Atau jangan-jangan dia saudaraan ama Tukul Arwana. Hus... ngawur banget toh. Ya enggaklah. Sobat, memang sih, konon sejarah Valentine ini penuh misteri. Identik ama Kolor Ijo..penuh misteri juga. Hehe. En, hal ini membuat diri kita memiliki pertanyaan besar, kenapa sih banyak remaja yang ngerayain hal ini? Tentunya berbagai sejarah dan sebab musabab Valentine’s Day, bakal kita kupas kulitnya. Yuk, saatnya kita telanjangi si Valentine, eit...sejarah Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine dan Pernak-perniknya (Sejarah Valentine Tau Ga?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, sejarah tentang siapa tuh Valentine dan orang-orang di sekelilingnya memang sedikit banget diungkap. Tapi yang pasti, dilihat dari namanya aja, kita ngerti lho kalo dia bukan seorang muslim. Kecuali kalo namanya Abdullah, Ahmad, atau Rosyid hehe...nah pembahasannya kalo yang ini lain lagi. Paling tidak, berdasar info yang kita sidik, menurut Gereja Agama Katolik ada sedikitnya tiga sejarah yang berbeda soal latar belakang si Valentine atau Valentinus ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda pertama nyebutin kalo Valentine adalah seorang pendeta yang melayani Claudius II pada abad ketiga di Roma. Pada suatu saat, Kaisar Claudius II menetapkan wamil buat pemuda yang ga punya istri, dan ga sah, bila ada orang yang menikah pada saat wamil itu. Sst..ngerti ga apa itu wamil, bukan hamil lho ya. Yup, wamil tuh wajib militer. Nah, si Valentine nentang keputusan Kaisar dan tetap melaksanakan perkawinan bagi sepasang muda-mudi saat itu secara rahasia. Saat perbuatan Valentine diketahui Claudius, maka dia murka dan menetapkan hukuman mati bagi pendeta Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda lain menyatakan bahwa Valentine mungkin telah dibunuh karena mencoba membantu beberapa penganut Kristen yang melarikan diri dari Penjara Roma, karena penjara tersebut ga manusiawi. Mereka sering dipukuli dan disiksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda yang ketiga nyebutin kalo Valentine sendirilah yang pertama kali mengirim kartu ucapan kasih sayang. Saat di penjara, ia jatuh cinta pada putri seorang sipir penjara, yang sering mengunjungi Valentine selama di penjara. Sebelum dia dihukum mati, dia menulis surat terakhir bagi kekasihnya, dengan ungkapan yang sangat familiar hingga saat ini, yaitu "from your Valentine". Nah, ungkapan Valentine tadi, hingga saat ini sangat tersohor dan sangat dihormati di negara-negara eropa khususnya Inggris dan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring berjalannya waktu, Valentine’s Day hampir menjadi buah bibir muda-mudi seluruh dunia. Apalagi ama blow up dari media masa yang njanjiin nuansa serba pink di bulan Februari. Malah membuat suasana Valentine’s Day makin hot aja. Ya bener, panas. Gimana sih panasnya? Gampang kok, tinggal berdiri di siang bolong jam 1, sambil nggoreng cabai dan ngulek bawang merah di tengah lapangan. Dijamin bakal hot abis. Nah, seperti itu pula suasana Valentine’s Day. Terlepas benar atau tidaknya perayaan itu. Nampaknya bakal seru banget, kalo ga sedikit yang ngedukung. Mulai dari omongan siswa di sekolah. Obolan kecil di bangku kuliah. Iklan dan acara khusus menyambut Valentine’s Day. Karaoke dan klub malam yang menggelar hiburan plus-plus di malam harinya. Hingga pedagang asongan yang jualan mawar merah dan coklat kecil berbungkus plastik, udah menjadi icon maraknya dukungan menjelang perayaan hari merah hati sedunia itu. Tapi ingat lho, belum tentu yang banyak itu bener. Iya kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lho, tapi kan yang ngedukung banyak. Itu kan nunjukin kalo perayaan itu ga salah. Eit...sabar dulu fren. Sebenarnya nih ya, sebagian besar media apalagi tempat hiburan tuh, ngedukungnya ga murni karena mereka ngerti asal muasalnya Val Day. Tapi, apalagi kalo bukan karena uang dan uang. He-em. Kapan lagi mereka bisa ngeruk keuntungan segede-gedenya kalo ga ada momen seakbar Valentine’s Day. Di momen lain pun sebenarnya sama lho. Ingat kan pas bulan Ramadhan, pengusaha tempat hiburan, plaza dan media masa ngeblow up segala hal yang berhubungan dengan Ramadahan. Demikian juga pas hari Idul Fitri, natal, tahun baru, dan berbagai momen lain yang sukses banget ngeraup rupiah. Seakan-akan ketika para pengusaha melihat pemuda-pemudi, yang mereka lihat bukan sosok remajanya, tapi sekarung uang yang lagi berjalan. Yup, kalo udah lihat duit numpuk, pupilnya langsung berakomodasi maksimum. Toeng....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cita-cita para pengusaha yang lagi dimabuk duit, diamini ama keinginan remaja yang menggebu untuk ngerayain Val Day. Masih berlum sreg? Hal ini ditambah ama sifat remaja yang seneng ngikut bareng kalo ada yang rame. Ada pesta, ngikut. Ada syukuran, nimbrung. Ada makan-makan, nebeng. Sampe ada tabrak lari, pengen lihat. Gitu deh sifat remaja. Mereka seneng banget kalo ada teman yang senasib dan sepenanggungan. Ga percaya? Coba deh, pas ulanganmu dapat jelek, kamu pasti nanya ama temen-temenmu, ”Eh ulanganmu dapat berapa?” Tuh, contoh yang ga jauh amat. Berarti yang sering nanya seperti itu tuh hasil ulangannya AT alias Ancur Total. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, terbukti kan kalo remaja happy sekali kalo ada teman dan rekan yang senasib ama dia. Termasuk soal perayaan Valentine’s Day ini. Bagi remaja yang ga ngerayain, mereka bakal feel so bad. Seakan dijauhi ama teman-temannya. Di pikiran mereka akan ada kata-kata “Tidaaaak, jangan jauhi aku!!” Mereka akan dianggap kuper lah, ga gaul, ndeso, katrok, en segunung sebutan buat dirinya. Puas! Puas!! Duh, tak tsobek-tsobek lho. Hehe. Padahal nih ya, ga ada salahnya lho kalo ga nyerayain hari itu. Ga ada ruginya. Yang pasti sebutan seperti itu kan cuma sementara aja. Ga bakal selamanya kok. Meski dibilang ga modern dan ga ikut kemajuan zaman, so what! Justru kita yang harus nyadarin teman-teman kita, khususnya yang muslim dan muslimah. Ga sepantasnya lho kalo mereka ngikut perayaan yang sama sekali ga ada perintahnya dalam Islam. Apalagi sumbernya dari orang-orang nonmuslim. Klop banget tuh dosa. Udah kena dosa di masalah iman dan keyakinan, ditambah lagi dengan aksi perayaan yang serba hura-hura dan nyalahi aturan main pergaulan dengan lawan jenis. Numpuk lho dusone. Di Filipina misalnya, perayaan Valentine’s Day disambut dengan kumpulnya puluhan ribu pasangan remaja yang belum menikah di alun-alun kota. Pas dikomando, seluruh pasangan itu saling berciuman, diakhiri dengan tepukan tangan dan pelepasan balon berbentuk hati. Konon acara itu masuk di Guinness Book of Record dengan titel rekor ciuman pasangan terbanyak dan terlama sepanjang sejarah. Dan selebrasi tersebut jadi ide kreatif buat pengusaha klub malam dan diskotik untuk memberi nuansa romance of the night di malam Valentine’s Day. Lagi-lagi pola pikir kapitalis yang main. Sebel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Valentine? Off the Record!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, udah saatnya kita berpikir ulang soal tradisi Valentine’s Day, dan kebiasaan kita yang asal ngikut tanpa ngerti gimana aturan dan konsekuensinya. Sayangnya di dalam benak remaja yang udah keracunan bakteri gaul bebas, hampir udah menutup mata dan telinga soal ajakan kepada kebaikan. Bahkan terkadang dengan mengatasnamakan cinta, sayang dan kesetiaan, ga hanya bergandengan, boncengan, berciuman yang bakal dilakoni. Sang gadis bahkan rela ngorbanin ”mahkota” satu-satunya yang dia miliki demi sang kekasih. Jadi jangan heran kalo di sebuah media masa pernah dikupas bertebarannya kondom seusai pesta Valentine’s Day. Tentunya kamu pada ngeh apa yang terjadi saat itu. Pastinya bukan main golf apalagi karambol. Hehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal Rasulullah SAW bersabda, ”Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, maka rakyat di negeri itu sama saja telah menghalalkan dirinya untuk menerima azab Allah.” (HR. At Thabrani, al Hakim dari Ibnu Abbas). Nah, masih ingat kan tsunami yang menggulung Aceh dan Pangandaran, air bah yang menenggelamkan Jember dan banjir yang ngebikin Jakarta lumpuh. Mungkin ini peringatan dari Allah untuk kita lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagipula, ngapain juga kudu ngungkapin cinta pas Valentine’s Day, kenapa ga di hari-hari yang lain. Suer, ini bikin kita ga habis pikir. Belum lagi omongan dari yang sudah punya gebetan. Dia berkilah kalo di hari Valentine adalah momen yang pas untuk meningkatkan rasa kasih dan sayang untuk si doi. Sobat, tahukah kamu, kalo hal itu akan makin mendekatkan keduanya ke dalam perzinahan. Dan inget lho, pergaulan bebas bukan hanya zina semata, tetapi segala hal yang menggiring remaja kesana, seperti berduaan, berpegangan tangan, berpelukan dan berciuman, semuanya termasuk aktivitas yang diharamkan oleh Islam. Dan akhirnya bukannya cinta suci yang mereka berdua dapat, hanyalah cinta sakit yang semakin menggembung dan membesar. Tul kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah setelah syirik, dari perbuatan seorang laki-laki yang menumpahkan air maninya pada rahim yang tidak halal baginya.” (HR. Imam Abi Dunya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sobat, buat kamu yang laki, ikhwan atau cowok, jangan kebawa arus Valentine’s Day dengan mencoba berbagai atraksi yang meramaikan tradisi jahiliyah itu. Apalagi ditambah dengan aksi gaul bebas yang menjurus kedalam perzinahan. Jangan ketipu ama propaganda yang digembar-gemborkan media untuk saling ningkatkan kasih sayang ama di doi di tanggal 14 itu. Seneng di awal, nyesel di belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kamu yang cewek, ingat lho, pacarmu bukan suamimu. Dia belum halal bagimu. Jangan muda jatuh dalam rayuan gombal si ganteng yang mencoba meraih satu sentimeterpun bagian dirimu. Apalagi mau ngorbanin satu-satunya ”masa depanmu”. Mungkin disini dia mau ngomong, ”Aku akan bertanggung jawab.” Itu sih di dunia non, lain lagi kalo di akhirat. Kita bakal mempertanggungjawabkan perbuatan kita sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, ”...dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali.....” (TQS. Al An’aam : 164).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat Ayah dan Ibu, tolong jagalah buah hati kalian. Sesungguhnya tanggung jawab anak ada dipundak kalian. Keluarga adalah pilar iman yang kokoh untuk melindungi anak dari dosa dan siksa Allah SWT. Dan saatnya sekarang untuk masyarakat dan negara kita untuk tegas, menolak segala hal yang bertentangan dengan hukum Islam. Apalagi berkaitan ama iman dan perbuatan yang bisa menyebabkan dosa. Gimana? Ya dengan nerapin hukum Islam dong. Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sobat, udah ga zaman lagi untuk sekedar ngikut dan males berpikir tentang segala hal. Buang Valentine’s Day dari benak dan aktivitas kita. Ganti ama kegiatan lain yang lebih bermanfaat dan berpahala. Jangan korbanin masa remajamu untuk hura-hura apalagi main-main semata. Karena hidup ini bukannya permainan. Serius lho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَن تَشَبَهَ بِقَومٍ فَهُوَ مِنهُم رواه الترمذي&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” [HR. Tirmidzi.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikala seperti ini, kita pegang saja kuat-kuat Sabda Nabi Muhammad saw: “katakanlah: aku beriman kepada Allah kemudian istiqamahlah!” Dengan iman yang menancap di lubuk hati, sampai pada cinta kepada keimanan dan iman itu menghiasinya, maka akan benci kepada bentuk kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan sebagai firman Allah di Surat al-Hujurat: 7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So... Masih kekeh mau ngerayain? Mending lakukan hal-hal yg jelas bermanfaat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;www.rohis-sman37.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4886443451342163003?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4886443451342163003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/valentine-days-mestikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4886443451342163003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4886443451342163003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/valentine-days-mestikah.html' title='Valentine Day&apos;s? Mestikah?'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-t5_cbNdx3R4/TVaXYas2RYI/AAAAAAAAA_U/nzi5a6TVouQ/s72-c/22159_1231368141098_1135976478_30617209_3525106_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-2241532409275643147</id><published>2011-02-05T14:19:00.000-08:00</published><updated>2011-02-05T14:24:35.677-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Membalas Keburukan dengan Kebaikan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TU3N7I8ZW4I/AAAAAAAAA_M/lzy2y13NMV4/s1600/high-quality-islamic-wallpapers7.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 252px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TU3N7I8ZW4I/AAAAAAAAA_M/lzy2y13NMV4/s400/high-quality-islamic-wallpapers7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5570334730023951234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan seseorang bercerita pada saya tentang pengalamannya dengan seorang teman yang selalu bersikap buruk padanya dan keluarganya.&lt;br /&gt;Ia bercerita, "Kami mempunyai teman yang dikenal oleh orang-orang di sekitarnya bahwa dia orang yang memiliki sifat hasad. Jika orang lain mendapat kenikmatan, dia seolah merasa sakit hati dan dengki. Terlihat sekali dari sikapnya yang selalu menggunjingkan orang yang mendapat kenikmatan tersebut pada orang lain. Mencari-cari kesalahan dan selalu sibuk mengorek informasi dari mana orang lain itu bisa mendapatkan uang, mobil baru, jabatan, dsb.&lt;br /&gt;Orang-orang yang ada di sekitarnya sudah bosan dan ingin sekali menjauh darinya karena sifatnya yang hasad dan bermuka dua. Bicara ke sini lain dan ke sana lain. Di matanya semua orang adalah salah dan buruk. Padahal sikapnya yang demikian telah membuka aib dirinya sendiri. Sehingga bisa dikatakan tidak ada lagi yang mau berteman dan bergaul degannya. Namun kami (walaupun dia menyimpan dengki itu pada kami) tetap menjalin silaturahmi dengannya, dengan harapan suatu saat bisa menyadarkan dia bahwa sifat tersebut sangat tercela dan harus dirubah. Namun anehnya, semakin didekati dia semakin hasad karena karunia dan kenikmatan yang Allah berikan pada kami. Begitu, dan begitu terus.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Apakah kami harus menjauh dengan harapan dia introspeksi diri dan sadar; mengapa tidak ada lagi yang mau berteman dengan dia, atau malah sebaliknya dengan mendekati dia yang terkadang hati inipun tak menerima sikapnya yang demikian? Kalau memang harus didekati, bagaimana cara melunakkan hatinya?"&lt;br /&gt;Sesungguhnya ketika Allah ta`ala menginginkan kebaikan untuk seorang hamba, Ia akan memberinya ujian. Dalam sebuah hadits diterangkan, “Dari Abu Hurairah radhiyyallahu `anhu berkata, bersabda Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, 'Barang siapa yang Allah inginkan untuknya kebaikan, Ia akan memberinya ujian'.” (HR Bukhari [10/108], No. 5645).&lt;br /&gt;Ketika orang lain bersikap tidak ramah dengan kita, sebelum kita menyalahkan sikapnya, alangkah lebih baik terlebih dahulu kita melakukan introspeksi diri, adakah selama ini sikap dan kata-kata kita yang telah menyinggung dan melukai hatinya, sehingga timbulnya reaksi negatif tersebut. Jika ini terjadi, maka kita perlu untuk memperbaiki diri. Sebagai contoh, sebagian orang ketika mendapatkan nikmat dan kebaikan cenderung pamer dan riya di hadapan orang lain, sehingga sikap itu menimbulkan perasaan tidak enak pada orang lain.&lt;br /&gt;Namun, apabila setelah diteliti, tak ada satupun selama ini sikap kita yang salah, maka orang itulah yang hatinya bermasalah, hatinya tengah berpenyakit, dikuasai oleh hawa nafsu, bisikan setan, sifat hasad, dan berbagai penyakit hati lainnya.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits, dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Nabi saw bersabda, “Jauhilah oleh kalian sikap hasad, sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar... “ (HR Abu Daud [4/276], No. 4903)&lt;br /&gt;Adapun sikap bermuka dua tergolong ke dalam sikap orang munafik, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits, “Dari Muhammad bin Zaid bahwasanya beberapa orang berkata pada kakeknya, Abdullah bin Umar r.a, ”Sesungguhnya ketika kami menghadap pada Raja-raja, kami katakan pada mereka tidak seperti yang kami katakan ketika keluar dari mereka, ia berkata, ‘Sesungguhnya kami semasa Rasulullah menganggap hal itu sikap munafik.” (HR Bukhari [13/181], No. 7178)&lt;br /&gt;Sikap memaafkan merupakan sikap yang sangat mulia, dari Abu Hurairah r.a bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah berkurang harta seseorang karena bersedekah, Allah tidak menambah bagi seseorang yang memaafkan orang lain kecuali kemuliaan, dan tidaklah seseorang bersikap tawadhu` karena Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR Muslim [4/2001] No. 2588)&lt;br /&gt;Namun, jika semakin didekati dia semakin hasad karena karunia dan kenikmatan yang Allah berikan pada kita, bersikap tidak baik, dan begitu terus-menerus, dan kita khawatir hati kita karenanya akan rusak, dan hubungan tetap tidak menunjukan perubahan ke arah positif, mungkin untuk sementara waktu baiknya menjauh dari orang tersebut. Mudah-mudahan dengan itu ia tersadar dan bisa introspeksi diri. Diharapkan dari jauh tetap berdoa pada Allah semoga memberi padanya hidayah, dan dengan tetap bersikap baik ketika sekali-kali bertemu dengannya.&lt;br /&gt;Akan tetapi, jika kita menilai dengan hubungan tetap dilanjutkan kita tidak merasa risih, tidak sakit hati, dan tetap bisa bertahan, baiknya dilanjutkan, mudah-mudahan dengan sikap yang baik, dan kata-kata yang lembut tersentuh hatinya untuk berbuat baik pada kita.&lt;br /&gt;Ibarat orang yang di sekelingnya jurang yang akan menjatuhkanya, sedang ia buta dan tuli. Rasa kasihan dan iba padanya tidak akan membuat kita tega membiarkan ia dalam keadaan itu. Kita akan datang untuk segera menolongnya, walau ia menolak, dan tidak suka. Ia tidak sadar sikapnya akan membahayakan dirinya. Dan kita yang tahu, harus sabar untuk membimbingnya.&lt;br /&gt;Atau umpama orang yang terkena perangkap setan dan hawa nafsu, sebagai orang yang selalu ingin kebaikan untuk orang lain, kita berusaha mengeluarkannya dari perangkap tersebut.&lt;br /&gt;Ini juga merupakan jalan dakwah bagi kita, jika kita sukses merubahnya tentu pahala kebaikan akan terus mengalir pada kita. Dan kita tahu bahwa jalan dakwah tidaklah mulus dan mudah, ia butuh kesabaran yang tangguh, mental yang tidak mudah rapuh, proses yang panjang, keistiqamahan, dan doa yang tak pernah henti dipanjatkan.&lt;br /&gt;Kalau memang harus didekati, bagaimana cara melunakkan hatinya?&lt;br /&gt;Cara melunakkan hati seseorang; pertama, urusan hati ada di tangan Allah. Ia memberi petunjuk dan menyesatkan hati seseorang sesuai dengan kehendak-Nya. Alangkah lebih baik bila kita selalu menyempatkan diri pada saat-saat yang mustajab untuk mendoakannya. Semoga Allah membuka pintu hatinya pada kebaikan. Lakukan ini terus menerus, dengan penuh yakin, semoga dengan hal itu Allah berkenan membuka pintu hatinya.&lt;br /&gt;Disamping itu, bergaulah dengannya dengan cara yang lembut dan baik. Kenali kesukaannya yang positif, berikan pujian jika itu pantas, apresiasi kebaikan yang dilakukannya, hargai pendapatnya jika itu benar. Orang akan suka bila dirinya diperhatikan, dihargai, kerjanya dipuji, dan pendapatnya di hargai.&lt;br /&gt;Bila langkah-langkah di atas tidak berbuah hasil, mungkin dengan mencoba mencari orang terdekat darinya dan yang ia hargai untuk memberinya nasehat dan bimbingan.&lt;br /&gt;Allah `azza wa jalla berfirman, “ ... dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (Ali `Imran [3] : 134)&lt;br /&gt;Di ayat lain Allah berfirman, “Tetapi barang siapa bersabar dan memaafkan, sungguh yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (Asy-Syura [42]: 43)&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a bahwasanya seorang laki-laki bertanya pada Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku punya kerabat yang aku selalu menjalin silaturahmi dengan mereka akan tetapi mereka memutuskannya dariku, saya selalu berbuat baik padanya akan tetapi mereka berbuat jahat pada saya, saya berlaku lembut pada mereka sedangkan mereka bersikap tidak ramah pada saya,” Kemudian Rasulullah menjawab, ”Jika engkau seperti yang engkau katakan, maka seolah-olah kamu menempelkan abu panas pada (mulut) mereka, dan Allah akan selalu menjadi penolongmu selama kamu berbuat demikian.” (HR Muslim, [4/1982], No. 2558, dan Ahmad, [7932]).&lt;br /&gt;Syekh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rah. dalam kitab Riyadus Solihin, jilid 2, halaman 328, Bab. Ihtimâlul Adzâ mengomentari tentang maksud dari menempelkan abu panas pada (mulut) mereka, “Adalah menutup mulut mereka/memasukkan ke dalam mulut mereka abu panas merupakan sebuah kinayah (kiasan) terhadap laki-laki tersebut bahwasanya ia memperoleh kemenangan atas mereka.”&lt;br /&gt;Apabila seseorang disakiti karena agamanya, maka kesabarannya atas perlakukan buruk itu meneladani para rasul yang mulia. Seseorang yang berpegang teguh pada agama, dan ia berbuat ma`ruf dan mencegah dari yang mungkar, maka hal yang wajar jika ia diperlakukan dengan buruk, sebagaimana yang dialami oleh para rasul dan nabi. Dan ia harus bersabar. Kesabaran itu akan berakibat yang baik (sorga) baginya di akhirat kelak.&lt;br /&gt;Seseorang akan diuji sesuai kadar agamanya. Dan ujian itu bisa datang dari orang-orang ada di sekitarnya. Sebagian manusia tatkala mendapatkan ujian, cepat berpaling dari Allah, dan sebagian lain tetap berpegang teguh di jalan Allah, ini seperti yang Allah gambarkan dalam firman-Nya, “ Dan diantara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi; maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata. “ (Al-Hajj [22] : 11)&lt;br /&gt;Syekh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin rah. berkata, “Menyambungkan silaturrahmi yang sesungguhnya adalah dengan orang yang memutuskannya dengan kita. Inilah silaturrahmi yang sebenarnya. Oleh karena itu hendaklah seseorang tetap bersabar dan mengharapkan pahala dari Allah atas sikap jelek dan buruk kerabat, tetangga, teman, dan orang lain padanya. Allah akan selalu menjadi penolong atasnya. Ia akan beruntung di dunia dan di akhirat, sedangkan orang-orang yang memutuskannya merugi di dunia dan akhirat.”&lt;br /&gt;Sungguh sangat tinggi derajat yang akan diterima oleh orang baik akhlaknya, hal ini digambarkan dalam hadits Rasulullah, “Dari Abu Darda` radhiyallahu `anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah ada sesuatu yang lebih memberatkan timbangan seorang hamba pada hari kiamat, melainkan husnul khuluq (akhlak yang mulia).... “ (HR At-Tirmidzi [4/362] No. 2002 dan Abu Daud [4799]). Wallahu a`lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-2241532409275643147?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/2241532409275643147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/membalas-keburukan-dengan-kebaikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2241532409275643147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/2241532409275643147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/membalas-keburukan-dengan-kebaikan.html' title='Membalas Keburukan dengan Kebaikan'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TU3N7I8ZW4I/AAAAAAAAA_M/lzy2y13NMV4/s72-c/high-quality-islamic-wallpapers7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-4554591988274109731</id><published>2011-02-04T05:48:00.000-08:00</published><updated>2011-02-04T07:20:31.326-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mr.Gami'/><title type='text'>Valentine itu ada dalam Islam gak seh? (Ulasan Mr.Gami )</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUwZJhE4LWI/AAAAAAAAA-s/OQ4uqzRqYO8/s1600/the%2Breal%2Bmoslem%2Bteenagers.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUwZJhE4LWI/AAAAAAAAA-s/OQ4uqzRqYO8/s400/the%2Breal%2Bmoslem%2Bteenagers.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569854490438806882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum,&lt;br /&gt;Hai guys, apa kabar? gak terasa hari berganti hari yang baru, dan bulan berganti bulan yang baru juga. Sekarang udah bulan februari neh, bulan yang identik dengan bunga, coklat dan segala yang romantis-romantis deh pokoknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata temen-temen gue sih, ada yang spesial di bulan februari ini tepatnya tanggal 14 yaitu Valentine. Sebenarnya valentine itu apa seh? Saat gue tanya temen-temen gue katanya "pokoknya hari kasih sayang dan saat romantis-romantisan". Lah, emang buat menyebarkan kasih sayang cuma 1 hari doang ya gak guys? Oke, supaya lebih mantep pengetahuan kita tentang valentine ini, ayo kita telusuri lebih dalam tentang valentine ini. Let's go !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guys, menurut kalian valentine itu nama yang islami bukan seh? Kaya Muhammad, Achmad, dan lain-lain? Tentu aja bukan, terus kalo gitu menurut kalian perayaan Valentine itu ada dalam Islam gak seh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk sekedar diketahui guys sedikitnya ada 3 Sejarah yang berbeda tentang Valentine itu (Waduh sejarahnya aja banyak), yang pertama seseorang bernama Valentine adalah seorang pendeta yang melayani Claudius II pada abad ketiga di Roma. Pada suatu saat, si Claudius II menetapkan wamil buat pemuda yang ga punya istri, dan ga sah, bila ada orang yang menikah pada saat wamil itu. Sst..ngerti ga apa itu wamil, bukan hamil lho ya. Yup, wamil tuh wajib militer. Nah, si Valentine nentang keputusan Kaisar dan tetap melaksanakan perkawinan (pernikahan) bagi sepasang muda-mudi saat itu secara rahasia. Saat perbuatan Valentine diketahui Claudius, maka dia murka dan menetapkan hukuman mati bagi pendeta Valentine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda lain menyatakan bahwa Valentine mungkin telah dibunuh karena mencoba membantu beberapa penganut Kristen yang melarikan diri dari Penjara Roma, karena penjara itu ga manusiawi. Mereka sering dipukuli dan disiksa(kasihan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Legenda yang ketiga nyebutin kalo Valentine sendirilah yang pertama kali mengirim kartu ucapan kasih sayang. Saat di penjara, ia (si Valentine) jatuh cinta pada putri seorang sipir penjara, yang sering mengunjungi Valentine selama di penjara. Sebelum dia dihukum mati, dia menulis surat terakhir bagi kekasihnya, dengan ungkapan yang sangat familiar hingga saat ini, yaitu "from your Valentine". Nah, ungkapan Valentine tadi, hingga saat ini sangat tersohor dan sangat dihormati di negara-negara eropa khususnya Inggris dan Perancis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Sejarah itu guys berasal dari Gereja Agama Katolik,kira-kira kalo menurut Islam ada gak ya Valentine? Setelah beberapa lama gue cari guys ternyata gak ada satupun ayat ataupun hadis yang menunjukkan bahwa dalam islam itu ada valentine..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, nanti kalo misalnya gak ngerayain Valentine dibilang kuper, cupu, ndeso, dan segala macamnya dong? Terus bisa-bisa dijauhin temen gara-gara dibilang gak gaul? Jangan takut karena kalaupun kalian gak merayakan Valentine itu kalian masih bisa hidup kok? iya gak? Dan juga kalaupun kalian dijauhi temen-temen karena gak mau ngerayain Valentine kalian juga bisa mencari temen baru yang mungkin lebih bisa mengerti kita ya gak? Emang susah, seperti kata pepatah "Amat mudah mencari seribu musuh dalam 1 hari, tapi amat susah mencari satu sahabat dalam 1 hari". Tapi percaya deh guys kalian bisa menjalani itu semua asal kalian tetep tawakal sama ALLAH SWT, kaya gue.. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi emang masalah ngerayain atau gak, itu hak kalian karena kalian berhak menentukan mau jalan lurus atau berbelok. Tapi inget hadis nabi ya sebelum memutuskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"“Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut, ” [HR. Tirmidzi.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Itu Nabi ya yang ngomong bukan gue) Nah, kalo udah kaya gitu masa kita mau ngikutin kaum yang ngerayain Valentine? Berarti kita non-Islam dong?????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-4554591988274109731?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/4554591988274109731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/valentine-itu-ada-dalam-islam-gak-seh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4554591988274109731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/4554591988274109731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/valentine-itu-ada-dalam-islam-gak-seh.html' title='Valentine itu ada dalam Islam gak seh? (Ulasan Mr.Gami )'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUwZJhE4LWI/AAAAAAAAA-s/OQ4uqzRqYO8/s72-c/the%2Breal%2Bmoslem%2Bteenagers.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-6130201443451021457</id><published>2011-02-02T03:26:00.000-08:00</published><updated>2011-10-20T08:04:28.757-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Kisah Pengemis Yahudi Buta &amp; Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUlAIba-gAI/AAAAAAAAA-g/zi0Tekvz2_o/s1600/islam.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 384px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUlAIba-gAI/AAAAAAAAA-g/zi0Tekvz2_o/s400/islam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569052927764365314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bersama bahwa nabi Muhammad memiliki sifat yg sangat  mulia. Dan beliau adalah pribadi yang sangat suka menolong orang lain,  nah pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan bagaimana kemuliaan  nabi muhammad ketika ia berhadapan dengan seorang pengemis yahudi buta  yg selalu menghinanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, hiduplah Di sudut pasar Madinah  Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi ia lalui dengan  selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang  gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian  mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap  pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa  berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya  kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak  mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya  hingga menjelang Beliau SAW wafat. Setelah kewafatan Rasulullah tidak  ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis  Yahudi buta itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah  anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, "anakku adakah  sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab  pertanyaan ayahnya, "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir  tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah  saja". "Apakah Itu?",tanya Abubakar r.a. Setiap pagi Rasulullah SAW  selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang  pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke  esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk  diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu  dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abubakar r.a. mulai  menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?".  Abubakar r.a menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan  orang yang biasa mendatangiku", jawab si pengemis buta itu. Apabila ia  datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut  ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi  terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah  itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu  melanjutkan perkataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abubakar r.a. tidak dapat menahan air  matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang  bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari  sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad  Rasulullah SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia  pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku  selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,  ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....  Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar  r.a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://robbie-alca.blogspot.com/2009/02/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-6130201443451021457?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/6130201443451021457/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/6130201443451021457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/6130201443451021457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/02/kisah-pengemis-yahudi-buta-nabi.html' title='Kisah Pengemis Yahudi Buta &amp; Nabi Muhammad SAW'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUlAIba-gAI/AAAAAAAAA-g/zi0Tekvz2_o/s72-c/islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-9051597307535165399</id><published>2011-01-29T23:05:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T23:07:44.138-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='event'/><title type='text'>Up-Grading Pengurus Rohis Kelas 2</title><content type='html'>Ta'limat kepada ROHIS kelas XI&lt;br /&gt;untuk hadir dalam acara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Up-Grading Pengurus Rohis&lt;br /&gt;"Menjadi Aktivis Rohis Sebenarnya"&lt;br /&gt;Be Agent of Change&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 2 Februari 2011&lt;br /&gt;14.00 - 15.00&lt;br /&gt;&lt;span jsid="text"&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;tujuan:&lt;br /&gt;-Evaluasi&lt;br /&gt;-Charge your Spirit&lt;br /&gt;-Problem Solving about Your Problem (di kepengurusanmu)&lt;br /&gt;-Strategi Menjalankan Kepengurusan yg masih belum selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;InsyaAllah semua WAJIB ikut (kelas 2 ikhwan-akhwat)&lt;br /&gt;Don't Miss It..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun kemarin juga ada ktika di angkatan ane..&lt;br /&gt;dan semua pengurus dateng dalam upgrading ini..&lt;br /&gt;bagaimana dengan kalian?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-9051597307535165399?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/9051597307535165399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/up-grading-pengurus-rohis-kelas-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/9051597307535165399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/9051597307535165399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/up-grading-pengurus-rohis-kelas-2.html' title='Up-Grading Pengurus Rohis Kelas 2'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-339097383226352503</id><published>2011-01-29T22:52:00.001-08:00</published><updated>2011-01-29T22:54:28.379-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Ssst, Cinta-Cintaan Mulu!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUULGSVS4_I/AAAAAAAAA-I/_WBQJFpudKE/s1600/10726_1045263707302_1696929576_89683_3466395_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 310px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUULGSVS4_I/AAAAAAAAA-I/_WBQJFpudKE/s400/10726_1045263707302_1696929576_89683_3466395_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567868716941763570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Astagfirullah, kadang pengen: nangis, miris, melankolis[1], atau bahkan ketawa sendiri –kalo lagi bagus episodenya– kalo nginget ini mulu. Yap, apalagi kalo bukan cinta? Hehe, kadang ngerasa konyol sendiri kalo udah ngobrolin cinta. So heueuh udah dewasa terus mulai ngeluarin hipotesa-hipotesa yang akhirnya akan membuahkan hokum juga rumus tentang cinta, padahal yang ngeluarin hukum tu rumus masih duduk di bangku pelajar SMA. –kayak sendirinya engga aja, hehe...–&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehe, emang cinta tu gelap kali ya? Bisa negbuat yang ‘terjangkitnya’ agak-agak linglung ngeliat dunia –gimana engga, matanya suka dipake ngeceng, hehe– . Bisa ngebuat yang ‘terjangkitnya’ kadang jadi melankolis sendiri, majang stat-stat penuh haru biru, sedih ­dll., dengan ingin diperhatikan dan diliputi berbagai macam ‘curhatan-curhatan’ yang tersisipkan di balik maknanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahalkan kalo dipikir, dunia masih begitu panjaaang, Sobat! Hehehe, kalo kata orang tua yang beneran dewasa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cu ­–maksudya cucu bukan lucu, hehe appeu sih, ceritanya yang ngomong orang udah tua ke kita yang masih ‘muda’–, saya kadang pengen ketawa ngeliat kamu, cu. Kadang uring-uringan sendiri mikirin cinta yang eh ga jelas juntrungannya, hehe. Ga abis di pikir, padahal ntar jodoh ma ga bakal kemana, cu. Uring-uringan mikirin ‘sang pujaan’ kayak yang iya beneran bakal jodoh padahal awalnya cuma ngeceng-ngecengan tiba-tiba jadi naek tingkat? Sering ‘cucurhatan’, geje-gejean ngobrolin yang ga jelas juntrungannya, Hehe... inget cu, cinta tu dari mata turun ke hati, bukan dari mata turun ke birahi. Ngomongin cinta mulu nih… udah pengalaman nih ceritanya? Hehehe...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–si kakek ngomong dengan beungeut[2] penuh bijak dengan sedikit melenceng ke arah cengos[3], takabur disertai rasa tinggi hati karena dirasa sudah mencicipi manis pahitnya cinta (lebih pengalaman dari kita ceritanya, haha), dengan sedikit omongan yang diselingi batuk-batuk dan suara serak yang banjir (lebih parah dari serak basah, hehe)–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iyalah, kadang geuleuh[4] tau kalo udah ngomongin cinta mulu –baru nyadar dia! –. Iyalah, masih ‘budak keneh[5]’ gitulah, udah gogombalanlah, udah cicintaanlah –parahlah ini, muhasabah[6] pisan[7] buat yang nulis–. Ihihi, jiga nu heueuh[8] tu ‘sang pujaan’ jodohnya? Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahlah sama makhluk yang namanya cinta. Bisa bikin orang jadi so ganteng–cantik kege’eran, bisa jadi tiba-tiba mata bertualang –hehe–.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngebuat kita jadi berbunga ato tiba-tiba melankolis –gimana mood[9] sang dewi cinta–. Lieur[10]lah, ujug-ujug pengen keliatan ‘wah’ dimata ‘si entuh tuh’, pajang stat ampuh di ‘situs jejaring sosial’lah buat diperhatiin. Wah pokonya mah lalieur we lah[11], aneh-aneh gawenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo lagi ada masalah cucurhatan ampe jam tangan udah ga bisa lagi nunjukin waktu berharganya. Temen curhat dipukulinlah gara-gara sang pujaan udah jadian –kasian udah korban kerasnya belantara medan cari jodoh, haha...– . Kompi jadi bahan pelampiasan chatting[12], juga hape[13] yang nasibnya sama buat ‘CEMEMESAN[14]’ (alay mode: on) –hehe, kasian ya benda-benda itu–. Baca buku hal-hal segala tentang cinta. Tema kalo lagi ngobrol juga pasti ujung-ujungnya cinta. Heu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hehehe... –ada apa dengan cinta, yeuh? – mungkin lagi jaman-jamannya kali ya? Garis batas pemikiran tidak wajar diatas garis normal. Emang lagi zamannya buat remaja? Mmmmm... Sulit ya ngebuat ‘dogma’ itu terhapuskan. –seakan-akan remaja kena VMJ (virus merah jambu) tingkat parah dibilang biasa­­ bahkan pacaran udah dianggap hal lumrah, padahal kegiatan yang dilaknat (Allah)!–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mmm, jadi banyak curhat gini ini ya? Yah emang itu intinya. Intinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Cukuplah Allah menjadi saksi...” (Q.S. Al-Israa’ [17]: 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah Allah menjadi saksi atas segala kekurangan juga cinta kita. Maafkan ya Rabb atas segala kesalahan hamba-Mu ini. Sudah banyak kata terumbar pada hari kemarin, dengan berawal dari ingin muhasabah diri lalu menjadi tidak ‘sama’ dengan yang dikatakan. Takut akan firman-Mu ya Rabb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan.” (Q.S. Ash-Shaff [61]: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya ingin berbagi untuk saling mengingatkan diri. Perjalanan masih panjang. So, let it flow dengan gerak-gerik yang wajar serta prilaku juga tuntutan pribadi sesuai Syar’I –sesuai syari’ah Islam– meski tertentang oleh zaman yang terbalik dengan syar’I, dengan hal negatif dikatakan hal yang biasa bahkan positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hijab[15], hijab, hijab. Kuncinya hijab disertai tarbiyah[16] untuk selalu me-re-charge-Iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, hanya sebuah ajakan kepada diri sendiri dan yang ingin berbagi motivasi muhasabah diri untuk... mmm... cobalah let ‘it’ flow tanpa diagung-agungkan kembali secara tidak wajar... heuheu. Engga majang stat melankolis atawa[17] ‘aneh’ lagi, note-note ga ada yang frontal, wall bersih dari segala omongan maksiat, so... ngomongin cinta lagi? Mmm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Allah, 20 Muharram 1431 H – 6 Januari 2010 M&lt;br /&gt;Annas Ta’limuddin Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1] Melankolis = Jenis ‘spesies’ manusia yang lebih suka menyendiri, sendu, haru biru, dsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2] Beunget = Muka (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3] Cengos = Sombong alias takabur (bahasa Sunda kasar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4] Geuleuh = Jijik (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5] Budak keneh = Masih anak-anak (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6] Muhasabah = Introspeksi (bahasa Arab)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7] Pisan = Sangat (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8] ‘Jiga nu heueuh’ = ‘Kayak yang iya’ (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9] Mood = Perasaan (bahasa Inggris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[10] Lieur = Pusing (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[11] ‘Lalieur we lah’ = ‘Pusing aja lah’ (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[12] Chatting = Ngobrol di dunia maya –iya gitu artinya itu? – (bahasa Inggris)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[13] Hape = Handphone, telepon genggam, telepon selular, telepon tanpa kabel (bahasa gaul yang menyadur dari bahasa Inggris yang kemudian disingat dan ditambah embel-embel kurang urgen)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[14] CEMEMESAN = SMS-an, short messege service-an (bahasa Inggris yang kemudaian di akronimkan dan di convert menjadi bahasa allay)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[15] Hijab = Batas antar ikhwan (laki-laki) dan akhwat (perempuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[16] Tarbiyah = Pendidikan Islam secara kontinyu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[17] Atawa = Atau (bahasa Sunda)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.annasmaulana.co.cc/2010/01/ssst-cinta-cintaan-mulu.html &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-339097383226352503?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/339097383226352503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/ssst-cinta-cintaan-mulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/339097383226352503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/339097383226352503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/ssst-cinta-cintaan-mulu.html' title='Ssst, Cinta-Cintaan Mulu!'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUULGSVS4_I/AAAAAAAAA-I/_WBQJFpudKE/s72-c/10726_1045263707302_1696929576_89683_3466395_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8519769210172005274</id><published>2011-01-29T22:50:00.001-08:00</published><updated>2011-01-29T22:51:36.083-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='akhwat corner'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Akhwat Genit...? Abal Tuh...</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUKYQcMS9I/AAAAAAAAA-A/Gj0Je2WJI2g/s1600/22772_1214873007242_1091318191_484936_5232873_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 333px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUKYQcMS9I/AAAAAAAAA-A/Gj0Je2WJI2g/s400/22772_1214873007242_1091318191_484936_5232873_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567867926159838162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhwat adalah sebutan akrab untuk para wanita muslim. Akhwat secara bahasa Arab artinya saudara perempuan. Namun sudah maklum (diketahui) bahwa saudara yang dimaksud di sini adalah saudara seiman, sama-sama muslim. Hal ini bukan tak berdasar, karena Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Seorang muslim itu saudara bagi muslim yang lain," (HR. Muslim, no. 2564).&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun memang sebagian orang menggunakan istilah akhwat untuk makna yang lebih sempit. Ada yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang aktifis dakwah, berarti yang bukan aktifis dakwah bukan akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang menggunakan istilah akhwat khusus untuk para muslimah yang berjilbab lebar, berarti yang berjilbab pendek bukan akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang lebih parah lagi, istilah akhwat hanya diperuntukkan bagi muslimah yang satu aliran atau gerakan, yang beda aliran dan gerakan bukan akhwat. Tentu kita lebih setuju makna yang umum, bahwa setiap muslimah yang mentauhidkan Allah, adalah akhwat. Namun yang lebih dikenal banyak orang, akhwat adalah para muslimah aktifis dakwah yang biasanya berjilbab lebar. Dan makna ini yang kita pakai di dalam tulisan saya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi Allah, sungguh anggunnya para muslimah dengan hijab syar'inya (pakaian muslimah yang sesuai ajaran Islam), melambai diterpa angin, memancarkan cahaya indah dari sebuah keimanan yang mantap. Ya, keistiqomahan seorang muslimah untuk menjaga auratnya dengan jilbab yang syar'i adalah cermin keimanannya, setidaknya dalam hal berpakaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, dan sungguh Allah tidak akan memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya kecuali itu adalah sebuah kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sungguh beruntung mereka yang telah menyadari bahwa Allah telah memerintahkan para muslimah untuk berhijab syar'i, . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang sungguh sayang, sebagian akhwat yang berhijab syar'i belum menyadari esensi dari hijab yang dipakainya, yaitu untuk menjaga dirinya dari fitnah syahwat. Sebagian dari mereka hanya menganggap hijab syar'i hanya sekedar tuntutan berpakaian dari syari'at, atau ada pula yang hanya menganggapnya sebagai tuntutan mode supaya terlihat anggun, terlihat cantik, keibuan, dll. Wal'iyyadzubillah!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya ditemukanlah tipe muslimah yang disebut akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya. Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at. Padahal seharusnya merekalah (para akhwat) yang mendakwahkan bagaimana cara bergaul yang syar'i.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Akhwat genit, yaitu mereka (muslimah) yang sudah berhijab syar'i, jilbab lebar, namun tidak menjaga pergaulan dengan lawan jenisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Mereka tidak menjaga diri dari hal-hal yang dapat menimbulkan fitnah (kerusakan;bencana) yang ditimbulkan dari pergaulan laki-laki dan wanita yang melanggar batas-batas syari'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja para akhwat genit ini belum tahu tentang tuntunan Islam dalam bergaul dengan lawan jenis. Ketahuilah, memang Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah mewajibkan ummat muslim berbuat baik dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik atas segala sesuatu," (HR. Muslim). Dan memang benar bahwa Allah telah memerintahkan hamba-Nya mempererat persaudaraan, ukhuwah sesama muslim, bersikap santun, sopan, banyak memuji. Namun perlu diperhatikan, hal-hal baik tersebut akan berbeda hukum dan akibatnya jika diterapkan kepada lawan jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata manis, santun, mendayu-dayu, itu baik, namun bila diterapkan kepada lawan jenis, bisa berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanyakan kabar kepada seorang kawan, itu baik, namun bila sang kawan itu lawan jenis, bisa berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering memberi nasehat-nasehat kepada seorang kawan itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Senyum dan menyapa saat berpapasan dengan kawan, itu baik, namun jika ia lawan jenis, bisa berbahaya. Karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menundukkan pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya." (QS. An-Nur : 24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik memang diperintahkan, namun Allah juga memerintahkan untuk menjaga pandangan dan pergaulan terhadap lawan jenis. Maka janganlah mencampurkan hal-hal baik dengan hal yang dilarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri akhwat genit:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berpakaian yang mengundang pandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ia memakai jilbab lebar, gamis, namun jilbab dan busana muslimah yang dikenakannya dibuat sedemikian rupa agar menggoda pandangan para ikhwan. Warna yang mencolok, renda-renda, atau aksesoris lain yang membuat para pria jadi terpancing untuk memandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Senang dilihat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit, senang sekali bila banyak dilihat oleh para ikhwan. Maka ia pun sering tampil di depan umum, sering mencari-cari perhatian para ikhwan, sering membuat sensasi-sensasi yang memancing perhatian para ikhwan dan suka berjalan melewati jalan yang terdapat para ikhwan berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kata-kata mesra yang Islami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali akhwat-akhwat genit melontarkan kata-kata mesra kepada para ikhwan. Tentu saja kata-kata mesra mereka berbeda dengan gayanya orang berpacaran, namun mereka menggunakan gaya bahasa Islami. misalnya; Jazakallah yach akhi; Akh, antum bisa saja dech; Pak, jangan sampai telat makan lho; sesungguhnya Allah menyukai hamba-Nya yang qowi; Kaifa haluka akhi; minta tausiah dunks; Akh, besok syura jam 9, jangan mpe telat lhoo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SMS tidak penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya akhwat-akhwat genit banyak beraksi lewat SMS. Karena aman, tidak ketahuan orang lain, bisa langsung dihapus. Ia sering SMS tidak penting, menanyakan kabar, mengecek shalat malam sang ikhwan, mengecek shaum sunnah, atau SMS hanya untuk mengatakan Afwan atau Jazakallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Banyak bercanda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhwat genit banyak bercanda dengan para ikhwan. Mereka pun saling tertawa tanpa takut terkena fitnah hati. Betapa banyak fitnah hati, VMJ, yang hanya berawal dari sebuah canda-mencandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tidak khawatir berikhtilat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada saat-saat di mana kita tidak bisa menghindari khalwat dan ikhtilat. Namun seharusnya saat berada pada kondisi tersebut seorang mukmin yang takut kepada Allah sepatutnya memiliki rasa khawatir berlama-lama di dalamnya, bukan malah enjoy dan menikmatinya. Demikian si akhwat genit. Saat terjadi ihktilat, akhwat genit tidak khawatir. Bukannya ingin cepat-cepat keluar dari kondisi tersebut, akhwat genit malah menikmatinya, berlama-lama, dan malah bercanda-ria dengan pada ikhwan laki-laki di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Berbicara dengan nada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya berbicara dengan intonasi kata yang bernada, mendayu, atau agak mendesah, atau dengan gaya agak kekanak-kanakan, atau dengan gaya manja. Semua gaya bicara seperti ini dapat menimbulkan bekas pada hati laki-laki yang mendengarnya. Dan ketahuilah wahai muslimah, hal ini dilarang oleh syari'at. Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang maruf." (QS. Al Ahzab: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama meng-qiyaskan (menganalogikan) merendahkan suara untuk semua gaya bicara yang juga dapat menimbulkan penyakit hati pada lelaki yang mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari sama-sama kita perbaiki diri. Kita tata lagi pergaulan kita dengan lawan jenis. Karena inilah yang telah diperintahkan oleh syari'at. Dan tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu kebaikan. Dan tidaklah Allah melarang sesuatu kepada hamba-Nya, kecuali itu keburukan. Dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mewasiatkan kepada ummatnya bahwa fitnah (cobaan) terbesar bagi kaum laki-laki adalah cobaan syahwat, yaitu yang berasal dari wanita: "Tidaklah ada fitnah sepeninggalanku yang lebih besar bahayanya bagi laki-laki selain fitnah wanita. Dan sesungguhnya fitnah yang pertama kali menimpa bani Israil adalah disebabkan oleh wanita." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : www.voa-islam.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8519769210172005274?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8519769210172005274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/akhwat-genit-abal-tuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8519769210172005274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8519769210172005274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/akhwat-genit-abal-tuh.html' title='Akhwat Genit...? Abal Tuh...'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUKYQcMS9I/AAAAAAAAA-A/Gj0Je2WJI2g/s72-c/22772_1214873007242_1091318191_484936_5232873_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-8407412866585888068</id><published>2011-01-29T22:47:00.000-08:00</published><updated>2011-10-20T08:05:05.998-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak rohis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Rohis Abal, Aktivis Galau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUJ50W_MJI/AAAAAAAAA94/TK9RdPHR16c/s1600/93021954999l%255B1%255D.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUJ50W_MJI/AAAAAAAAA94/TK9RdPHR16c/s400/93021954999l%255B1%255D.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567867403225739410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Yah, kan katanya, “‘Mereka’ ujung tombak para pejuang panji risalah-Nya, mulai kini hingga nanti, akhir zaman. Sekilas tentang mereka. Amanah mereka banyak. Tak terhitung lagi jumlah kilo-an-nya jika amanah itu harus ditimbang. Kembali menuju risalah Islam, menjadi qudwah, memberikan ikhwah, menyebarkan hikmah, melaksanakan indahnya hidup sesuai tuntunan syar’i untuk kembali dan lagi disebarkan dan diserukan.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus katanya, “‘Mereka’ berbeda dengan yang lainnya. Disaat orang lain hanya sibuk memikirkan dirinya (bagaimana sekolahnya, bagaimana keluargannya dan bagaimana amanah-amanah duniawi lainnya), seorang aktivis dakwah justru harus memikirkan bagaimana keadaan lingkunagan masyarakatnya, dirinya sendiri, mad’u-mad’u / mutarabbi-mutarabbinya (binaan-binaan) dan lain sebagainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah, ngapain, ikutan DKM atau LDS atau apapunlah yang katanya didalemnya banyak anak-anak rohis –rohaniawan Islam– atau katanya aktifis dakwah? Lha kalau mau shalih ya shalih sendiri aja kali. Toh banyak anak yang ngaku katanya rohis tapi ngomongnya aja masih ‘an*ing’ dan temen sekebun binatangnya segala. Nongkrong pula sama rokok yang ga kebayang kalau ga ada buat diisep. Yah, katanya aktifis. Aktifis apa yang kerjaannya pacaran? Yang cowok sama ceweknya yang kerudungan lagi. Ah mending ga usah ikutan rohis tapi shalih sendiri daripada justru kebawa ga bener.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astagfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ckckck, aktifis... aktifis... masalah lu tu banyak buat lu selesaiin. Bukan buat ditumpuk tapi ga jelas mau diapain. Kayak iya aja image lu dihadapan banyak orang itu bagus. Mau dikatain jadi orang alim? Lha, sadar dulu dong. Ngaca, rapat aja masih molor, kerjaannya paling FB-an, chatting atau paling banter sms-an”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Ceritanya mau ngeruah dunia sama pandangan Islam? Wah, mimpi dibalik awan tuh. Gua kecewa berat. Niatnya sih kumpul bareng anak-anak nongkrong geng buat ngebenrein mereka pake ayat atau hadist-hadist. Tapi apaan? Lu malah ikutan ngerokok. Niatnya sih lu ngedeketin cewek buat ‘ngejilbabin’, tapi malah lu pacarin. Malu tuh sama ‘gelar’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kata lu, “Jangan nyontek!”, tapi lu masih nyontek. Lu bilangin ke anak sekelas biar ga ngomong kasar, tapi lu malah ngejek gua pake kata kasar yang tentu ga harus gua kasih tau dihadapan orang banyak. Mau masuk Surga nih ceritanya?! Mau masuk Surga pake modal apa lu?! Sama omongan gede lu yang cuma mimpi? Hah, sompral banget! Waktu mentoring aja lu malah sms-an. Atau kalau lagi ga ada pulsa paling ketiduran.Masuk telinga kiri, keluar telinga kiri. Sama sekali ga masuk atau bahkan hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Kasian tuh mentor. Cape-cape ga ngegaji tapi lu cuekin. Modal lu tuh buat masuk ‘Surga’nya seten. Cacat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Astagfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lu paling pake alesan Islami buat ngelakuin dosa. Katanya mabal buat bisa ikutan mentoring. Katanya biar jaga hijab –batasan antar cowok dan cewek dalem Islam–, lu malah ta’aruf-ta’arufan. Emang sih ga lu pacarin. Cuma sama aja bo’ong kalau ujung-ujungnya ngajak sms-an sampe nonton dibioskop. Lah, mimpi lu tuh bayangan belaka, sama kayak omongan gede lu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lu shalat keliatan bagus doang kalau jamaahan, kalau sendirian, wuih kilat bener. Sedekah aja lu omongin, tapi mana duit amal dari lu? Puasa, yah, gua tau lu jarang puasa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mending kayak gue, ga DKM juga tapi masih mau shalat. Gua mungkin ga jaga hijab kayak lu, tapi gua ga munafik. Cuma Malu-maluin Islam aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rabb. Selalu terkenang sang murabbi berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat manusia memenuhi kebutuhannya sendiri, seorang mujahid berjuang memenuhi kebutuhan orang lain. Saat manusia beristirahat, seorang mujahid masih bekerja keras menyempurnakan amanah-amanahnya. Semoga Allah memberkahi, memuliakan dan menolong kalian para mujahid... yang senantiasa MENJAGA kehormatan setiap jengkal bumi kaum muslimin...” (Ar-Ribaath, 24 Sya’ban – 24 Ramadhan 1430H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Speachless. Ga tau mau nanggepin apa sama omongan diatas. Tulisan ini emang didasari oelh kisah nyata tanpa hanya retorika juga jaim semata. Ini benar-benar terjadi dan benar-benar ga tau mau ngomong apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris negliat anak-anak DKM atau LDS-LDS sekarang. Mereka memang anggota DKM tapi kontribusi apa yang mereka lakukan terhadap Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Cuma Malu-maluin Islam aja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (QS Ash-Shaff [61]: 2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miris negliat anak-anak DKM atau LDS-LDS sekarang. Banyak yang mngakunya anak DKM, rohis atau aktifis tapi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, tulisan ini hanya untuk saling mengingatkan karena memang diangkat dari kejadian nyata. Silakan tanggapi dalam diri masing-masing didalam hati, karena tulisan ini ga hanya untuk mengumbar kata. Jazakumullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bumi Allah, 21 Jumadil Awal 1431 H – 6 Mei 2010 M&lt;br /&gt;Annas Ta’limuddin Maulana &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-8407412866585888068?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/8407412866585888068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/rohis-abal-aktivis-galau.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8407412866585888068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/8407412866585888068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/rohis-abal-aktivis-galau.html' title='Rohis Abal, Aktivis Galau'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUJ50W_MJI/AAAAAAAAA94/TK9RdPHR16c/s72-c/93021954999l%255B1%255D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-1941366678102937723</id><published>2011-01-29T22:44:00.000-08:00</published><updated>2011-10-20T08:05:23.466-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='anak rohis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Aktivis Rohis, Engkau Dengan Segala Amanah dan Masalah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUJiHeuC1I/AAAAAAAAA9w/0Yhjlc00-RU/s1600/73664_170898766254925_100000044080401_547932_144499_n.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUJiHeuC1I/AAAAAAAAA9w/0Yhjlc00-RU/s400/73664_170898766254925_100000044080401_547932_144499_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5567866996041583442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Merekalah, ujung tombak para pejuang panji risalah-Nya, mulai kini hingga nanti, akhir zaman. Sekilas tentang mereka. Amanah mereka banyak. Tak terhitung lagi jumlah kilo-an-nya jika amanah itu harus ditimbang. Kembali menuju risalah Islam, menjadi qudwah, memberikan ikhwah, menyebarkan hikmah, melaksanakan indahnya hidup sesuai tuntunan syar’I untuk kembali dan lagi disebarkan dan diserukan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbeda dengan yang lainnya. Disaat orang lain hanya sibuk memikirkan dirinya (bagaimana sekolahnya, bagaimana keluargannya dan bagaimana amanah-amanah duniawi lainnya), seorang aktivis dakwah justru harus memikirkan bagaimana keadaan lingkunagan masyarakatnya, dirinya sendiri, mad’u-mad’u / mutarabbi-mutarabbinya (binaan-binaan) dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berbeda dengan yang lainnya –baca: remaja lainnya–. Dikala remaja saat ini terlarut dalam pergaulannya, seorang aktivis dakwah justru harus ‘melarutkan’ pergaulan itu sesuai tuntutan Allah.&lt;br /&gt;Mereka berbeda dengan remaja lainnya. Mereka –harusnya– tidak terlalu banyak tertawa, bercanda dan mengumbar pesona. Mereka –harusnya– tidak banyak menghabiskan waktunya untuk hal tidak berguna, ‘hang-out’ –kecuali di masjid–, kumpul tiada guna, merokok juga mabuk-mabukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka –harusnya– menjaga hijab, bukan mukhrim dilarang mendekat, apalagi masalah ngeceng ataupun pacaran... –harusnya– mereka sangat menjauh dari hal yang dilaknat oleh Allah itu. Tak penting kata orang dikata ‘ga gaul’ atau ‘aneh’ atau apapun cercaan serta makian lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka berbeda. Mereka harus menjadi qudwah (teladan) bagi yang lainnya, memberikan semua yang terbaik bagi yang lainnya. Mereka berbeda, mereka spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terpenting adalah syariah Islam tegak berdiri ditempat yang sedang dipijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka liqa / mentoring rutin. Dengan dipimpin seorang murabbi pantuan mereka tilawah Al-Qur’an, mendengarkan materi untuk kemudian disebarkan. Dan setelah selesai mereka berdo’a:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Subhanaka allahuma wabihamdik(a), asyhaduala illa hailla ant(a), astagfiruka waatuuilaik(a).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Do’a akhir majelis itu dilantunkan penuh hikmah pertanda mentoring t’lah berakhir. Dan malaikat berharap semoga mentoring kali ini –kemarin dan seterusnya– tidak membuang waktu mereka untuk hanya duduk termenung mendangarkan saja tanpa amalan indah dilakukan.&lt;br /&gt;Sungguh indah hidup mereka selalu dido’akan para malaikat pencari majelis dzikir pun malaikat pencari orang-orang shalih –amiiin–.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi... tak sedikit pula –bahkan banyak– dari mereka yang mengaku menyeru padahal hanya terperangkap dalam lingkaran setan yang menganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana tidak? Potensi mereka untuk menjadi riya’ sangatlah mungkin! Potensi mereka untuk menjadi sum’ah sangatlah besar! Mereka dapat menjadi kufur, fasik, bahkan munafik sewaktu-waktu dan hanya memampangakn dan menyembunyikan mukanya dibalik topeng dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Liat anak-anak DKM! Mereka aja maksiatnya kuat! Mereka pacarannya rutin! Mojok tapi masi berjilbab, yang ‘ikhwan’ masih megang qur’an! Kalo mau lepas aja tu jilbab sama buang aja tuh qur’an ato engga sekalian aja keluar dari DKM dari pada malu-maluin! Ngomongin cinta-cintaan mulu! Ada yang cinlok cewe (akhwat) ama cowo (ikhwan) terus jadian! Katanya sih pacaran islami gitu –emang ada? –! Pegangan tangan udah biasa apalagi pojok-pojokan! Hijabnya mana?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Liat FB! Wall, note, stat mereka udah jadi ladang maksiat! Haha, kirain anak DKM tu yang ga tau pacaran tapi statusnya ‘in relationship’. Kirain mau ‘meng-Islamisasi-kan’ FB, eh gataunya... Bedanya ama kita yang bukan seorang yang ‘ngaku’ aktivis apaan?! Mending ga jadi aktivis sekalian tapi kebaikatn tulus dari hati! Majang status anak ‘alim’ doang!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;–afwan, sebuah hujjah untuk introspeksi bukan untuk diprotesi–&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menangis mendengar kalimat hujjah yang terlempar itu... bertanya dimana generasi rabbani yang didambakan? Dimana mereka sang pejuang panji risalah? Dimana mereka sang pemikul amanah? Sang teladan dan qudwah? Sang penyebar ikhwah dan hikmah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan semua status kebaikan karena telah bobroknya sistem tarbiyah yang menjadi protektor. Telah hilang semuanya dikarenakan pola pikir azazil (al-iblis laknatullah) yang telah membungkus ruhiyah.&lt;br /&gt;Menangis mendengar mengingat kembali...:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saat manusia memenuhi kebutuhannya sendiri, seorang mujahid berjuang memenuhi kebutuhan orang lain. Saat manusia beristirahat, seorang mujahid masih bekerja keras menyempurnakan amanah-amanahnya. Semoga Allah memberkahi, memuliakan dan menolong kalian para mujahid... yang senantiasa MENJAGA kehormatan setiap jengkal bumi kaum muslimin...” (Kata-kata murabbi –mentor– yang selalu terkenang saat Ar-Ribaath, Training for Mentor ROHANI-554, 24 Sya’ban - 24 Ramadhan 1430H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai semua itu nyata. Tak hanya sebuah utopia maya. Bagaimana mungkin Islam tersebar ke seluruh hati umat manusia? Bagaimana mungkin Indonesia kan bangkit dengan Islam-nya? Bagaimana mungkin Palestina kan terbebas dari penjajahannya? Bagaimana mungkin genjatan senjata menjadi nyata keberadaannya? Bagaimana mungkin pasukan Al-Mahdi menang melawan pasukan Dajjal –lakatullah– yang memeranginya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika aktivis sekarang sibuk dengan masalahnya... bukan amanahnya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Hallo kawan...&lt;br /&gt;Sahabat muslim tercinta...&lt;br /&gt;Kita sambut kemenangn bahagia...&lt;br /&gt;Mari kawan...&lt;br /&gt;Ikutlah bersama kami...&lt;br /&gt;Membela risalah Islam di dunia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Remaja peduli...&lt;br /&gt;Pintar dan mandiri...&lt;br /&gt;Giat berprestasi...&lt;br /&gt;Ku persambahkan untuk Illahi...&lt;br /&gt;Bersatu, berjihad, dalam da’wah Islam,&lt;br /&gt;Di atas panji Al-Qur’an dan As-Sunnah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kawan...&lt;br /&gt;Ikutlah bersama kami...&lt;br /&gt;Membela risalah Islam didunia, kita... ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Edcoustic – Remaja Peduli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berubahlah... karena engkau berbeda, karena engkau spesial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditemani senandung dari Edcoustic, Fridaus, Shaff-Fix, Haris Isa, D’Cinnamons D’Masiv dan Depapepe&lt;br /&gt;Bumi Allah, 28 Ramadhan 1430 H – 17 September 2009 M&lt;br /&gt;Annas Ta'limuddin Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.annasmaulana.co.cc/2010/12/aktivis-aktivis-engkau-dengan-segala.html &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-1941366678102937723?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/1941366678102937723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/aktivis-rohis-engkau-dengan-segala.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1941366678102937723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/1941366678102937723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/aktivis-rohis-engkau-dengan-segala.html' title='Aktivis Rohis, Engkau Dengan Segala Amanah dan Masalah'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/TUUJiHeuC1I/AAAAAAAAA9w/0Yhjlc00-RU/s72-c/73664_170898766254925_100000044080401_547932_144499_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-5246907877037925404</id><published>2011-01-15T23:48:00.000-08:00</published><updated>2011-01-16T00:01:14.234-08:00</updated><title type='text'>Jadwal Kegiatan ROHIS SMA Negeri 37 Jakarta Januari 2011</title><content type='html'>&lt;h3 class="UIIntentionalStory_Message" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:&amp;quot;msg&amp;quot;}"&gt;&lt;span class="UIStory_Message"&gt;aslmkm&lt;br /&gt;untuk  sekedar informasi untuk bulan Januari agenda ROHIS secara umum yaitu :  -Majelis Bulanan (Kajian Islami) ---- 29 Januari 2011&lt;br /&gt;-Penampilan IsVo di Pensi 37 ------- 17 Januari 2011&lt;br /&gt;-Latihan Marawis --------------------  tiap hari Jum'at&lt;br /&gt;-BBQ (Bimbingan Baca Qur'an) -----  tiap hari senin&lt;br /&gt;&lt;span class="text_exposed_hide"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;-Latihan Nasyid&lt;br /&gt;-Update Mading&lt;br /&gt;-Mentoring&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7938474856109025589-5246907877037925404?l=rohis-sman37.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/feeds/5246907877037925404/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/jadwal-kegiatan-rohis-sma-negeri-37.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5246907877037925404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7938474856109025589/posts/default/5246907877037925404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rohis-sman37.blogspot.com/2011/01/jadwal-kegiatan-rohis-sma-negeri-37.html' title='Jadwal Kegiatan ROHIS SMA Negeri 37 Jakarta Januari 2011'/><author><name>ROHIS SMAN 37</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03117550339964491048</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='29' src='http://2.bp.blogspot.com/_VP6N3fDbFd8/Sf7GHfq8umI/AAAAAAAAAN4/P6K1WGVrVl8/S220/logo-Rohis-37-1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7938474856109025589.post-1434550061845662081</id><published>2011-01-15T23:20:00.000-08:00</published><updated>2011-10-20T08:05:43.104-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tsaqofah islamiyah'/><title type='text'>Islam di Spanyol: Identitas Baru Kebangkitan Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reconquista &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejarah Islam di Spanyol memiliki catatan yang panjang. Setelah  disintegrasi kekhalifahan, kekuasaan Islam di Spanyol berangsur-angsur  terkikis oleh Reconquista Spanyol. Reconquista (penaklukan) adalah  proses di mana Kerajaan Katolik Spanyol utara akhirnya berhasil  mengalahkan dan menaklukkan negara-negara Muslim di selatan Semenanjung  Iberia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kota besar pertama jatuh ke tangan Katolik Toledo pada tahun 1085.  Setelah pertempuran Las Navas de Tolosa tahun 1212, sebagian besar  Al-Andalus jatuh di bawah kendali kerajaan Katolik, satu-satunya  pengecualian adalah dinasti Nasrid Emirat Granada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Titik balik hilangnya jejak Islam di Spanyol adalah Perjanjian  Granada. Perjanjian yang  ditandatangani oleh Emir Muhammad XII dari  Granada itu membuka eskalasi besar toleransi beragama. Pada saat itu,  Muslim memang masih dibolehkan untuk menggunakan sekolah, hukum dan  kebiasaan mereka sendiri. Tetapi interpretasi dekrit kerajaan sebagian  besar diserahkan kepada pihak berwenang Katolik setempat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun mulai 1492, munculah Dekrit Alhambra. Semua kekayaan sejarah  dan peraban Islam secara tertulis dalam bahasa Arab diberangus. Pada  tahun 1499, para pemimpin Muslim Granada Siktus IV pada 1478.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/gerakan_islam/0spainmuslim1.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 1567, Raja Philip II akhirnya benar-benar mendeklarasikan  bahwa penggunaan bahasa Arab adalah ilegal, dan melarang agama, pakaian,  dan adat Islam Islam. Langkah ini menyebabkan diperintahkan untuk  menyerahkan hampir semua buku yang tersisa dalam bahasa Arab, dan  kemudian dibakar pula. Awal 1502, di Valencia, kaum Muslim ditawari  pilihan untuk dibaptis atau diasingkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar memutuskan untuk menjadi seorang ‘Katolik baru', yang  disahkan oleh Paus Pemberontakan Kedua Alpujarras dan Pemberontakan  Morisco. Dalam satu insiden, tentara yang dipimpin oleh Don John dari  Austria menghancurkan kota Galera timur Granada, setelah membantai  seluruh penduduk.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah peristiwa itu, seluruh orang Moriscos Granada ditangkapi di  seluruh Spanyol. 'Piagam-piagam Pengusiran' untuk pengusiran kaum  Morisco akhirnya dikeluarkan oleh Philip III tahun 1609 terhadap kaum  Muslim yang tersisa di Spanyol, yang pada saat itu terkonsentrasi di  Kerajaan Aragon di utara, dan daerah sekitar Valencia di mana mereka  terdiri 33 % dari populasi. Pengusiran resmi resmi selesai pada 1614,  meskipun diyakini bahwa lebih dari 10.000 Moriscos tetap di Spanyol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Muslim Spanyol Era 2000&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di North Hudson Islamic Educational Center, NY, nun terdapatlah  sebuah kelas belajar Quran dalam bahasa Spanyol. Selain itu, ada juga  Muslim Day yang diselenggarakan setiap  tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;img class="caption" src="http://www.eramuslim.com/fckfiles/image/gerakan_islam/0spainmuslim3omar_abdulkayyam.jpg" alt="" width="370" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar 35 persen dari yang hadir adalah Hispanik, dan di beberapa  sudut, ada orang-orang dari Puerto Rico, Dominika, Meksiko, Kuba dan  lain-lain yang tengah membaca Syahadat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sementara mayoritas Hispanik di Amerika Serikat adalah Katolik,  beberapa studi memperkirakan bahwa sebanyak 200.000 Hispanik telah  memeluk Islam di negara ini. Diantaranya adalah Musa Franco, seorang  Kolombia yang masuk Islam pada usia 13 tahun. Setiap hari ia  ke masjid  bersama istrinya, Candice Elam. Sedangkan Shari Abdul Malik adalah  seorang Kosta Rika.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian ada Miriam Celeste Colo'n, yang masuk Islam pada tahun 2002.  Sejak saat itu, ia menjadikan pakaian gamis dan jilbab sebagai kiblat  “mode dan fashion”-nya.  Ada juga Muslimah Rodriguez, yang memutuskan  masuk Islam pada tahun 2009 langsung mengenakan jilbab.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Islam di Spanyol telah menjadi sesuatu yang mendasar dalam budaya dan  sejarah bangsa. Islam hadir di tanah Spanyol modern dari tahun 711  sampai 1492 di bawah kekuasaan orang Arab
